Kiat Inovatif Veelabs Arungi Bisnis Web

Terinspirasi tren penggunaan Internet di Amerika Serikat, Ratna Haris pada 1999 memutuskan menggarap bisnis penyediaan jasa dan produk berbasis Web, lewat bendera PT Veelabs Indonesia.

by a. mohammad bs & wini angraeni

Bagi Ratna yang menjabat CEO di perusahaan tersebut, kala itu bisnis TI merupakan barang baru. Sebab, sebelumnya profesinya tak bersentuhan dengan dunia TI, yakni berkarier selama 10 tahun di perusahaan properti PT Duta Pertiwi. Continue reading

Advertisements

Gelombang Baru Digitalpreneur Indonesia

Akses Internet yang makin murah, teknologi gadget yang makin fungsional, dan maraknya penggunaan media sosial rupanya berdampak signifikan terhadap bermunculannya para digitalpreneur generasi baru yang lebih kreatif dibandingkan sebelumnya. Semeriah apakah fenomenanya? Apa saja peluang bisnis TI yang masih terbuka lebar?

by a. mohammad bs

Setelah era dotcom bubble, tampaknya dunia teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT) Indonesia sedang memasuki babak baru yang lebih pragmatis. Terutama, dalam melihat peluang bisnis di dunia maya. Era konvergensi dan Web 2.0 semakin membuka peluang bagi lahir dan berkembangnya para digitalpreneur yang lebih kreatif dan inovatif. Continue reading

Microsoft Indonesia di Tangan Business Man

Pertengahan Desember tahun lalu, Microsoft Indonesia punya bos baru. Adalah Sutanto Hartono yang ditunjuk Microsoft Corporation sebagai Presiden Direktur Microsoft Indonesia–menggantikan Tony Chen.

by a. mohammad bs & wini angraeni

Pergantian ini cukup mengejutkan bagi kalangan teknologi informasi. Pasalnya, Sutanto dianggap tidak memiliki latar belakang yang kuat di dunia TI, khususnya solusi peranti lunak (software). Sebaliknya, ia lebih dikenal dan bisnis media dan musik. Setelah sempat menjadi Senior Associate Allen Hamilton, Asia Tenggara, MBA di bidang pemasaran dan keuangan dari University of California, Berkeley, ini mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia dan menjadi senior vice president-nya Asia Tenggara. Continue reading

Arkiv Vilmansa: Seniman Urban Toys Dunia van Bandung

Urban toys. Boleh jadi, istilah itu masih cukup asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, mainan yang terbuat dari plastik yang bersifat fleksibel dan bisa disilangkan ini sudah sangat populer di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Banyak orang yang menjadi kolektor jenis mainan ini.

by a. mohammad bs & winni angraeni

Sejatinya, urban toys pertama kali diperkenalkan oleh orang-orang Jepang dan Hong Kong. Pada 1990-an, urban toys ini mulai berkembang ke kawasan Amerika dan Eropa. Urban toys merupakan mainan yang dibuat oleh seniman dan diproduksi dalam jumlah terbatas, sehingga harganya mahal. Continue reading

Steven Law: Orang Lokal, Prestasi Regional

Sejatinya, dunia teknologi informasi (TI) Indonesia bisa melahirkan pemimpin-pemimpin andal yang mampu menakhodai sejumlah vendor global. Bahkan, dipercaya memimpin beberapa negara sekaligus. Misalnya, Andreas Diantoro, yang menjadi Direktur Pengelola Dell South Asia (Emerging Markets Group), membawahkan 20 negara berkembang lainnya di kawasan ini. Juga, Judhi Prasetyo, yang didapuk menjadi Country Manager Fortinet, perusahaan bidang solusi multi-threat security, untuk tiga negara sekaligus: Singapura, Indonesia dan Vietnam.

by a. mohammad bs & moh. husni mubarak

Belakangan, satu lagi “produk” lokal yang dipercaya memimpin vendor global untuk beberapa negara sekaligus, yakni Steven Law. Juli lalu, kelahiran Tanjung Karang, Bandar Lampung, 30 Agustus 1974, ini ditunjuk sebagai Country Manager NetApp, perusahaan solusi pusat data, untuk tiga negara sekaligus: Indonesia, Vietnam dan Filipina. Continue reading

Putu Sudiarta, “Seniman” Software dari Bali

Ternyata Bali bukan hanya diisi para seniman lukis ataupun ukir. Dari Pulau Dewata ini juga bisa muncul pengembang aplikasi komputer untuk pendidikan, perkantoran dan bisnis yang cukup andal. Contohnya, PT Bamboomedia Cipta Persada.

by a. mohammad bs, moh. husni mubarak & silawati (Bali)

Perusahaan pengembang software ini didirikan Putu Sudiarta pada 2002. Sekarang produk buatannya sudah menyebar ke seantero negeri dan digunakan oleh lebih dari 30 ribu perusahaan kecil dan menengah. Bahkan, sekitar 200 aplikasi Bamboomedia telah dipasarkan ke mancanegara. Kini, vendor besar pun menjadi mitranya, antara lain Microsoft dan Intel. Omsetnya diperkirakan ratusan juta rupiah per bulan. Kantor Bamboomedia yang memiliki dua lantai berdiri megah di kawasan elite Jl. Merdeka Renon, Denpasar. Padahal, bisnis ini dibangun dari sebuah kamar kos dan dengan laptop pinjaman. Continue reading

Pertaruhan Harry Tanoe di Bisnis TV Berbayar

Pertengahan Mei lalu muncul kabar gembira bagi industri penyiaran Indonesia. Satelit baru milik PT Media Citra Indostar (MCI), Indostar II, diluncurkan di Baikonur, Kazakhstan. Indostar II bertugas menggantikan satelit Cakrawarta (Indostar I) yang segera habis masa orbitnya. MCI merupakan anak perusahaan PT MNC Skyvision, yang menjadi pemegang merek televisi berbayar Indovision dan Top TV.

by a. mohammad bs & moh. husni mubarak

Indostar II dibuat oleh Boeing Satellite System di Los Angeles, California, AS, dalam waktu 20 bulan, dengan total biaya sebesar US$ 300 juta–dari kas internal dan pinjaman asing. Satelit yang memiliki umur orbit 16,8 tahun lebih ini menggunakan platform BS 601 HP. Satelit Indostar II ini menempati slot orbit 107,7 derajat BT dan bekerja di pita frekuensi 2,5 GHz selebar 150 MHz. Continue reading