TeknoUp, Mendulang Duit dari Mengupas Gadget

Pada acara Jakarta Ventures Night, yang digelar di Grand Hyatt Hotel 18 Maret lalu dan dihadiri Mahendra Siregar, Wakil Menteri Perdagangan RI, meluncur sebuah pengumuman dari Batara Eto. Mitra Pengelola East Ventures itu mengatakan bahwa pihaknya baru saja mengucurkan dana investasi (baca: akuisisi) kepada start-up lokal bernama TeknoUp (www.teknoup.com).

by a. mohammad bs & herning banirestu

Menurut mantan CTO dan co-founder situs jejaring terbesar di Jepang Mixi itu, alasannya mengakusisi TeknoUp adalah sangat tingginya pertumbuhan gadget di Indonesia.

“TeknoUp merupakan pemain nomor satu di kategori gadget review Indonesia,” ucap Batara dalam jawaban surat elektroniknya. “Kami yakin situs gadget review seperti TeknoUp akan tumbuh seiring pertumbuhan gadget di Indonesia,” kata Batara seraya menjamin tidak akan mengubah konten TeknoUp.

TeknoUp dikembangkan Citra Purnawijaya pada pertengahan 2009, di bawah bendera PT Kassa9 International. Ia bukan pendiri awal. Sebab, situs review yang tadinya bernama Kassa9 ini bangunan awalnya dibuat Ivan Weliesta. Namun, karena merasa tak memiliki waktu dan sumber daya yang cukup untuk mengembangkan Kassa9, Ivan menawarkannya kepada Citra. “Saya membelinya. Namanya saya ganti dengan TeknoUp, karena Kassa9 tidak mencerminkan sesuatu yang berbau gadget,” Citra menjelaskan.

Pria kelahiran Balikpapan, 1 Juli 1980, ini membenarkan bahwa TeknoUp fokus pada konten kupas gadget dan update berita teknologi terbaru. Citra melihat masih ada peluang pasar yang bisa digarap TeknoUp, yakni kecepatan mengupas gadget yang tidak bisa dilakukan media cetak. Lagi pula, sejauh ini website lokal yang mengulas gadget belum ada.

Bagi Citra, pembelian situs Kassa9 ini juga didasari kepentingan supaya bisa memperkuat lini bisnis yang sudah dikembangkannya lebih dulu, yakni Ajita Creative Company. Ajita yang dibentuk tahun 2006 merupakan perusahaan di bidang creative consultant and digital marketing agency. Kliennya antara lain Lintasarta, Samsung, Aha! (Bakrie Telecom), Holcim (www.membangunbersama.com), Pfizer (www.stopmerokok.com), dan pentolan band Padi, Piyu (www.piyulogy.com).

Citra menuturkan, selama ini pihaknya bekerja berbasis pada proyek atau klien. Namun, ia berpikir perlunya berinvestasi yang mungkin dari segi revenue lebih kecil dibanding Ajita, tetapi bisnis itu bisa berkembang hingga 10 tahun ke depan.

Diklaim Citra, dengan adanya TeknoUp, ia memiliki nilai jual lebih di mata calon klien. “Mereka akan menilai bahwa TeknoUp memiliki pasar yang kuat,” katanya. Pasalnya, saat ini TeknoUp sudah punya sekitar 15 ribu member (website maupun media sosial) dengan 1,5 juta pageview per bulan. “Kami bisa menawarkan kampanye yang tidak bisa ditawarkan portal lain. Kami tidak menawarkan mekanisme ad banner, tapi custom campaign dengan memadukan apa yang ada di Ajita serta data yang dimiliki TeknoUp,” kata lulusan Universitas Bina Nusantara ini.

Contohnya, ketika Samsung meluncurkan ponsel Android, TeknoUp membuat kuis yang bisa mendorong minat orang untuk mengenal gadget tersebut lebih jauh. TeknoUp juga mendorongnya dengan menghubungkan kuis tersebut ke media sosial. Selain Samsung, klien TeknoUp lainnya adalah LG dan SonyEricsson.

Arus pendapatan lain situs ini berasal dari data. Menurut Citra, pihaknya menggunakan analytical measurement dari data yang dimiliki, semacam marketing intelligent khusus pada produk gadget. “Kami melakukan survei detail,” ucapnya.

Selain mobile phone, kini TeknoUp juga mulai me-review produk teknologi lainnya, seperti LED, LCD, notebook dan kamera. Diklaim pria yang pada 2004 pernah bekerja di Singapura ini, meski baru berumur setahun, TeknoUp sudah making money. Namun, ia mengaku visinya bukan sekadar mencetak uang, tetapi bagaimana membangun TeknoUp menjadi besar.

Nah, untuk mencapai tujuan itu, pihaknya membutuhkan investasi lebih besar. Lagi pula, ia melihat model bisnis media digital seperti TeknoUp ini gampang ditiru. Maka, supaya TeknoUp tidak disalip pemain lain, ia merasa harus berlari cepat dan agresif. Untuk itu, dibutuhkan modal besar. “Makanya kami mau bermitra dengan East Ventures. Untuk berbagi cost,” ujar entrepreneur yang kini mempekerjakan sekitar 30 karyawan ini.

One response to “TeknoUp, Mendulang Duit dari Mengupas Gadget

  1. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan dll yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor.
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://entrydatagroup.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s