LogIn, Jagonya Game untuk Branding

Games is for everybody, cause everybody is a gamer. Itulah filosofi yang diyakini Bullitt Sesariza ketika memutuskan mengembangkan bisnis game. Setelah sempat 8 tahun menjadi profesional di Matahari Studio, Bullitt bersama kedua koleganya, Priyanto Sismadi dan Wibisono (Soni), mengembangkan perusahaan game bernama PT Logika Interaktif (LogIn).

by a. mohammad bs & yurivito kris nugroho

Sekarang, LogIn telah menjadi salah satu perusahaan game interaktif paling produktif dengan beberapa lini produk yang bisa dinikmati semua lapisan masyarakat.

LogIn secara resmi berdiri pada 2009, dengan modal awal Rp 50 juta. Namun, rintisannya sudah dilakukan pendirinya sejak dua tahun sebelumnya, dengan membuat 16 game. Setelah berbentuk perusahaan, dilakukan pembagian wewenang dan pembentukan divisi. Priyanto menangani urusan bisnis, Soni mengelola aspek animasi dan art, sedangkan Bullitt menangani desain dan teknologi.

Game perdana yang dibuat LogIn adalah balap dan dance. Game tersebut pertama kali digunakan oleh GarudaFood untuk kegiatan promo below the line produknya dengan cara menyewa selama tiga hari. Setelah itu, mulai ada tawaran untuk disewa dalam acara Pekan Raya Jakarta selama sebulan.

Hingga saat ini LogIn sudah menciptakan 40 macam game. “Jadi kalau ada pengelola produk yang tertarik, tinggal pilih game mana yang paling cocok untuk merek produk dan target mereka,” katanya. Seiring dengan itu, bisnis LogIn pun terus berkembang, sehingga bisa mempunyai bengkel sendiri untuk produksi hardware-nya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Bisnis penyewaan game ini kemudian dijadikan divisi sendiri, yakni Divisi A Box Activation Game. Konsepnya, LogIn mengembangkan game yang kemudian dibuat seperti model arcade game — atau yang dikenal sebagai game ding dong — yang bisa digunakan sebagai sarana promosi sebuah merek. Game ini kemudian disewakan ke perusahaan yang hendak menyelenggarakan hajatan.

Tarif sewanya berkisar Rp 900 ribu-5 juta, tergantung jumlah dan tipe game yang disewa dan dikustomasi. Biasanya satu perusahaan bisa menyewa hingga 10 tipe game. Bahkan, Aqua pernah menyewa hingga 20 tipe game dalam satu acara. “Selama tiga bulan pertama bisnis penyewaan game berjalan, modal kami sudah kembali,” ungkap Priyanto.

Kebanyakan game yang dikelola Divisi A Box Activation Game bersifat manual dan tidak selalu menggunakan layar. Namun, divisi inilah yang menjadi andalan bisnis LogIn. Game milik A Box sudah disewa buat banyak acara korporasi, seperti Karnaval SCTV, Soundrenaline A Mild Live, Jakarta Fair, Bobo Fair, Immunospace, Indonesia Motor Show dan lain-lain. Sementara perusahaan/merek yang memakainya antara lain Gudang Garam, Pocari Sweat, Nutrisari, Aqua, dan lainnya. Beberapa mal juga pernah memakai game milik LogIn, seperti Senayan City, Cilandak Town Square dan Grand Indonesia. “Pada dasarnya semua event dan perusahaan bisa memanfaatkan produk kami,” ujar Bullitt.

Setelah bisnis penyewaan game berjalan cukup mulus, mulailah dibentuk Divisi Manticore Studio, yang mengelola pekerjaan pembuatan game dari awal untuk dijual. Dijelaskan Priyanto, Direktur Pengembangan Bisnis LogIn, Manticore Studio adalah divisi full game developer untuk klien (perorangan atau perusahaan) yang ingin membuat game. Sejauh ini, pelanggan Manticore berasal dari luar negeri, kebanyakan dari Filipina, Singapura dan Australia. Tarifnya cukup wah, sekitar Rp 1 miliar. Biaya tersebut mencakup pembuatan konsep, desain dan produksi.

Selain kedua divisi tadi, LogIn juga memiliki Divisi Kampung Game, yakni divisi yang menjajakan game interaktif secara berkeliling ke perdesaan. Boleh jadi, Kampung Game merupakan aktualisasi dari slogan game is for everybody. Kampung Game sudah berkeliling di Solo, Magelang dan Klaten. Di tiap tempat yang didatangi, pihak LogIn menyewa tenda dan menyediakan sebuah wahana game. Koinnya dijual dengan harga murah. 

Tak cukup di situ, LogIn pun mengembangkan proyek Mystery of Batavia. Ini tergolong sebuah proyek besar tahunan yang berbentuk cerita tematis penuh atraksi di kawasan kota tua Jakarta. Acara ini diadakan karena banyaknya warisan yang sebenarnya merupakan aset sejarah berharga. Aset sejarah ini kemudian dikembangkan menjadi game dan atraksi berupa teater. Acara ini merupakan hasil kerja sama LogIn, British Council dan Pemda DKI Jakarta.

Diklaim Bullitt, keunggulan LogIn adalah bisa menyediakan sarana branding di dalam game. Menurutnya, para prinsipal merek lebih suka dengan game buatan LogIn karena maskot, logo, bahkan slogan perusahaan dan produk bisa dimasukkan ke dalam game. Selain itu, game yang dibuat LogIn lebih menekankan unsur pendidikan, jauh dari kekerasan.

Sukses tiga sekawan tersebut mengembangkan LogIn, di mata pengamat industri game Andi S. Budiman, selain karena kreativitas mereka, juga kehadirannya pada waktu yang tepat. “Kehadiran mereka sudah tepat waktunya,” ujar Andi. Menurutnya, pengembangan beberapa divisi juga baik, karena LogIn jadi punya beberapa tangan untuk target pasar yang berbeda-beda. Toh, Andi menyarankan, agar LogIn terus mengembangkan pola model bisnis dan kemitraan yang tepat. Dan, ia menyarankan pula mereka bisa masuk ke pasar yang skalabel di Internet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s