Anggi Krisna, Sarjana Peternakan yang Jadi Pengusaha Desain Web Jempolan

Bagi Anggi Krisna (30 tahun), menghadiri meeting bisnis tak perlu harus tampil rapi dan klimis. Bahkan, pemilik iCreativeLabs dan tokokoo.com asal Bandung ini merasa tak perlu mandi dulu, cukup bercelana pendek dan duduk di depan komputer, deal bisnis tetap bisa dilakukan. Bila proyek selesai, dolar pun mengalir ke rekeningnya. “Beberapa kali dalam seminggu, saya sih masih suka menyempatkan datang ke kafe-kafe di Bandung: bertemu dengan teman-teman dari beragam profesi, bekerja sambil ngobrol, dan kerap menelurkan ide kreatif bersama,” ujar Anggi.

by a. mohammad bs & wini angraeni

Saat ini, Anggi telah dikenal sebagai salah satu desainer web dari Indonesia yang mampu meraup ribuan dolar dari keahliannya. Padahal, ini semua bermula dari hobi. Maklumlah, Anggi bukan lulusan bidang teknologi informasi (TI), melainkan sarjana peternakan yang kebetulan merasa punya passionbesar di bidang ini.

Ketertarikan Anggi pada dunia desain web dimulai saat ia masih duduk sebagai mahasiswa tahun kedua di Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Awalnya, ia belajar merancang halaman web dari adik kelasnya. Setelah itu, ia mengembangkan keahliannya secara otodidak.

Setelah lulus kuliah, Anggi memutuskan bekerja di bidang TI. Tak terlalu lama menganggur, pria kelahiran Tegal, 24 Desember 1980, ini diterima sebagai layouter di Majalah Imaging Plus. Namun, hanya bertahan sebulan, Anggi pun pindah ke perusahaan software XSYS, dan diserahi tugas menjadi desainer web dan programmer flash dan animasi. Pindah dari XSYS, ia pun loncat sebagai perancang web di Indo.com.

Namun, naluri entrepreneur-nya yang kuat mendorong Anggi memilih jalur mandiri. Ia pun mulai menawarkan keahliannya di bidang desain web lewat dunia maya. Tak berselang lama, ia mendapat tawaran membuat personal website untuk seorang pencinta golf di Inggris. Bagaimana ia bisa mendapat klien dari luar negeri? “Melalui freelance agent di luar negeri,” katanya buka rahasia. Memang, ada beberapa web freelance agent, yang mempertemukan peminat (buyer) dengan para desainer web. Yang diikutinya, Elance, Freelance.com dan RentACoder.

Disebutkan pria berambut gondrong ini, di web freelance agent tersebut ia mendaftar secara gratis. Namun, setiap kali mendapat proyek ia dikenakan charge 10% dari nilai proyek yang didapat. Biasanya, di website tersebut dicantumkan proyek-proyek yang ditawarkan. “Sistemnya bidding. Yang skill-nya paling bagus, timeline-nya paling cepat, dan harganya masuk ke dalam range anggaran mereka. Itu biasanya yang dipilih,” ujar penggemar komik ini.

Menurut Anggi, proyek pertamanya diperoleh tahun 2007, senilai US$ 140. Bulan pertama ia mendapat tiga proyek, dengan total nilai US$ 600. Dan, pada bulan kedua ia mendapatkan nilai total proyek US$ 1.200. Pendapatannya selalu naik setiap bulan. Rata-rata ia bisa mendapatkan sekitar 10 proyek dalam sebulan. Jika diambil rata-rata nilai proyeknya US$ 1.000, dalam sebulan ia mengantongi US$ 10 ribu.

Anggi pun mendirikan iCreativeLabs sebagai payung bisnisnya. Sejalan dengan tawaran proyek yang terus mengalir, ia memutuskan mencari mitra. Setyagus Sucipto (Agus), seorang programmer yang dikenalnya di dunia online, dipilihnya. Tiga bulan berikutnya, Anggi merekrut dua tenaga baru: desainer web dan programmer. Ia pun mulai menyewa rumah–berbagi dengan temannya yang juga punya bisnis online–sebagai kantor. Strategi bisnis pun diubah: hanya mengerjakan proyek besar (kendati proyek kecil dari klien lama masih diterima). “Tiga tahun ini duit sudah ada, bisa bayar orang, tapi kok capek dikejar klien. Jadi kayak pabrikan,” Anggi mengeluhkan.

Lalu, pada Februari 2009, bersama teman-temannya di Jakarta Anggi mengembangkan situs GantiBaju.com (www.gantibaju.com)–merek online clothing yang memberikan kesempatan kepada para desainer untuk menampilkan desain baju (khususnya kaus) yang terbaik. Situs ini diluncurkan pada Februari 2009.

Tak berhenti di situ, Anggi membuat Tokokoo (www.tokokoo.com), yang merupakan WordPress eCommerce themes provider. Juni 2010 Tokokoo resmi diluncurkan. Sebelumnya, selama enam bulan melakukan uji coba pasar. Ternyata, cukup diminati. Bulan pertama ia menggaet US$ 400, meningkat terus sampai US$ 3.000 sebulan. “Produknya kejar kreatif, bukan dikejar klien. Kami bikin satu, orang beli, tinggal pergi,” ungkap Anggi semringah. Bahkan, agar fokus mengurus Tokokoo, ia memutuskan keluar dari GantiBaju.com, walaupun ia tetap punya saham di sana.

Untuk mengenalkan setiap template atau theme barunya, ia memanfaatkan buysellads.com. Anggi juga memasang iklan di sejumlah website berbayar. Pasalnya, ia melihat potensi bisnis yang menjanjikan dari Tokokoo. Saat ini, Tokokoo bisa menjual 60-80 themes per bulan. Hampir semua pembeli template-nya berasal dari luar negeri. “Dari 80 yang terjual, paling hanya dua yang dibeli pembeli lokal,” katanya.

Diklaim Anggi, setelah dua bulan berjalan, ada investor dari luar negeri yang tertarik membeli Tokokoo. Namun, ia memutuskan tidak menjualnya. “Karena kalau dijual, dalam agreement yang disodorkan, kami tidak boleh lagi bikin situs atau jualan yang sama seperti ini,” ujarnya. “Tokokoo awalnya memang template,” tuturnya, “tapi ke depan akan ada juga ikon, karakter, dan desain-desain yang melengkapi kebutuhan dunia e-commerce.”

Ke depan, selain akan fokus menjual template/theme lewat Tokokoo, Anggi pun ingin tetap membagi waktu untuk iCreative Labs. Selain itu, di waktu senggangnya, suami Erika Mirna dan ayah Azmi Fatima (1 tahun 10 bulan) ini tetap akan menulis di RuangFreelance.com–website yang ia kembangkan untuk membagi pengalamannya ketika menjadi freelancer. Di website tersebut, ia mengajarkan bagaimana bernegosiasi dengan klien, mengatur timeline, dan sebagainya. “Saya ingin Indonesia bisa mengalahkan India, yang kini jadi pilihan utama untuk outsourcing pekerjaan-pekerjaan di bidang TI. Untuk bisnis, saya ingin bisa masuk 10 besar dunia,” kata Anggi percaya diri.

5 responses to “Anggi Krisna, Sarjana Peternakan yang Jadi Pengusaha Desain Web Jempolan

  1. Silvi Anggraini

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

  2. segera ksh info

  3. artikel yang sangat menarik. moga2 ja jadi inspirasi buat kita semua. maju terus. salam sukses selalu

  4. boleh juga semangatnya, bisa jadi panutan nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s