Bhinneka.com, Tak Hanya Sumber Referensi Produk TI

“Mau nyari laptop? Cek aja dulu di Bhinneka.com,” ucap seorang pria mengingatkan temannya yang mau membeli laptop. Betul, top of mind Bhinneka.com sudah cukup kuat di Tanah Air sebagai portal e-commerce yang menyediakan beragam produk teknologi informasi (TI).

by a.mohammad bs & moh. husni mubarak

Popularitas Bhinneka.com sudah terlihat dari jumlah pengunjungnya setiap hari yang mencapai 50 ribu unique hit–dihitung per orang yang berbeda, baik PC maupun IP address. Selain itu, Bhinneka.com dibuka 4 ribu halaman per hari dari pelanggan yang berkunjung. Rata-rata per orang membuka 8 halaman per kunjungan. Tak mengherankan, berdasarkan survei Alexa.com, untuk e-commerce Bhinneka.com masuk lima besar, dan berada di posisi 60-an sebagai situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Toh, jumlah pengunjung itu tidak berbanding lurus dengan transaksi yang dilakukan. Performa ini luar biasa. Sering Bhinneka.com digunakan untuk mengecek harga komputer atau produk-produk TI.

Keberhasilan Bhinneka.com menjadi portal e-commerce terkemuka di Indonesia, tentu saja, tidak lepas dari kegigihan dan keyakinan pendirinya Hendrik Tio. Pada 1999, Hendrik melakukan gebrakan dengan menawarkan layanan e-commerce melalui Bhinneka.com, di bawah PT Bhinneka Mentari Dimensi. Padahal, ketika itu akses Internet masih cukup sulit. Apalagi transaksi secara online. Toh, Hendrik tetap yakin bisnis e-commerce-nya bakal bertumbuh seiring perkembangan Internet. “Saat ini ada 15 juta orang di Indonesia yang menggunakan PC, 3 juta menggunakan laptop dan 100 juta orang menggunakan ponsel untuk terkoneksi ke Internet,” ujar Hendrik.

Seiring perkembangan, Bhinneka pun terus dibenahi. Menurut Hendrik, awalnya Bhinneka.com dikerjakan dengan sangat sederhana, begitu pula dengan varian produknya, lebih pada katalog displai semata. Namun, seiring tuntutan pasar, Hendrik pun mengembangkan portal itu lebih interaktif. Dan, tetap cepat dan nyaman diakses pelanggan. Bahkan, Bhinneka.com membuat inovasi layanan unik, yakni Tawar On Line. “Bhinneka memberikan layanan yang dekat dengan karakter orang Indonesia yang suka tawar-menawar harga,” ungkap Hendrik.

Tak hanya itu, karakter Indonesia juga coba ditampilkan Bhinneka.com melalui tema nuansa Nusantara. Selama 10 tahun terakhir, Bhinneka.com sudah 19 kali berubah tema. Kali ini, mengambil tema topeng.

Selain itu, Bhinneka.com terus melakukan pengembangan produk. Saat ini, tidak hanya komputer dan produk turunannya yang dijual di Bhinneka.com, tetapi ada kelengkapan fotografi, aneka gadget, hingga peralatan kantor. Pasalnya, menurut Hendrik, pasar di segmen office equipment ini menarik, bahkan sekarang pelanggan korporat mencapai 30%. Begitu pula fotografi yang sedang ngetren. Saat ini, total ada 20 ribu item produk dengan sekitar 300 merek. “Setiap hari kami akan mengembangkan terus, karena pelanggan lebih suka jika di satu tempat bisa menemukan lebih banyak,” ujar penggemar fotografi ini.

Kendati begitu, diakui Hendrik, orang yang berkunjung ke Bhinneka.com bukan murni mau belanja online. Mereka sekadar ingin cari data, informasi, dan membandingkannya. Maka, kontribusi dari penjualan online Bhinneka.com hanya sekitar 5%. Sementara pendapatan terbesar masih disumbang dari ke-7 toko Bhinneka, yang pelanggan datang secara langsung. Secara keseluruhan omset Bhinneka mencapai Rp 60 miliar setahun. “Orang belum siap, masih takut, mereka lebih suka langsung melihat produknya, datang ke tokonya,” ujar Hendrik. “Persentase pengguna e-commerce di Indonesia akan terus berkembang, tetapi tidak secepat pengguna Internet,” tambahnya optimistis.

Salah seorang pembeli di toko Bhinneka, Wahyu Purnomo, mengatakan alasannya membeli notebook di toko itu setelah lebih dulu browsing di website-nya. Meski sudah tahu bisa belanja online, Wahyu memilih langsung datang ke toko. “Belanja secara online takutnya barang yang dipesan tidak sesuai. Kalau di sini bisa lihat langsung kondisinya,” ujarnya saat ditemui di gerai Bhinneka Mangga Dua. “Bhinneka.com sudah cukup baik. Untuk harga, tidak jauh berbeda. Bahkan, masih bisa ditawar,” tambahnya.

Popularitas Bhinneka.com sebagai portal e-commerce terkemuka di Indonesia diakui pula oleh Sumardy. Menurut pengamat pemasaran dari Octovate Consulting ini, Bhinneka sudah punya citra kuat sebagai e-commerce yang menyediakan produk elektronik, komputer dan gadget. “Hampir semua orang yang mencari sumber referensi komputer atau gadget top of mind-nya adalah Bhinneka.com,” ujarnya.
Nah, meskipun Bhinneka.com punya keunggulan merek sebagai produk referensi, tidak otomatis mampu mendorong orang bertransaksi secara online. Pasalnya, orang Indonesia belum siap belanja online. Mereka masih memilih di toko tradisional karena bisa melihat fisik barangnya, atau harganya bisa lebih murah. “Salah satu alasan orang tidak beli di online yaitu dari harga. Jadi, apakah Bhinneka harganya cukup kompetitif. Citra itu yang harus diciptakan. Saat ini citranya masih sebagai sumber referensi produk saja. Jangan sampai citra merek Bhinneka dengan harga kurang kompetitif malah ikut terbawa ke toko offline-nya,” papar Sumardy mewanti-wanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s