Microsoft Indonesia di Tangan Business Man

Pertengahan Desember tahun lalu, Microsoft Indonesia punya bos baru. Adalah Sutanto Hartono yang ditunjuk Microsoft Corporation sebagai Presiden Direktur Microsoft Indonesia–menggantikan Tony Chen.

by a. mohammad bs & wini angraeni

Pergantian ini cukup mengejutkan bagi kalangan teknologi informasi. Pasalnya, Sutanto dianggap tidak memiliki latar belakang yang kuat di dunia TI, khususnya solusi peranti lunak (software). Sebaliknya, ia lebih dikenal dan bisnis media dan musik. Setelah sempat menjadi Senior Associate Allen Hamilton, Asia Tenggara, MBA di bidang pemasaran dan keuangan dari University of California, Berkeley, ini mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia dan menjadi senior vice president-nya Asia Tenggara.

Selanjutnya, Sutanto berkiprah di jaringan penyiaran dan pertelivisian Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sebagai Direktur Pengelola (2003) hingga menjadi CEO (2008). Selain itu, ia juga berperan sebagai Direktur Media Nusantara Citra–perusahaan multimedia yang merupakan induk perusahaan RCTI. Singkatnya, pemegang gelar bachelor of science bidang chemical engineering University of Notre Dame, Indiana, ini tidak memiliki pengalaman di bidang TI. Lantas, apa pertimbangan Microsoft Corporation meminangnya? “Sutanto Hartono memiliki reputasi yang gemilang dalam menumbuhkan bisnis dan mengembangkan kapasitas tim kerja,” ujar Emilio Umeoka, Presiden Microsoft Asia Pasifik, menegaskan dalam keterangan pers-nya.

Tampaknya berbagai pengalaman dan skill bisnis Sutanto yang beragam inilah yang menggiurkan Microsoft untuk mendapuknya sebagai presdir. Hal itu secara tersirat dikemukakan Stephen Forshaw, Direktur Komunikasi Korporat Microsoft Asia Pasifik. Menurut Forshaw, Sutanto akan membawa latar belakang kepemimpinannya yang solid di bidang bisnis dengan pengalaman internasional dan produk luas. Kemampuan Sutanto itu diharapkan akan menjadi aset yang sangat bernilai untuk Microsoft Indonesia. “Tentunya kami ingin mengembangkan bisnis dan terus menghasilkan produk yang menarik dan baru, serta membantu bangsa Indonesia mendapatkan keuntungan akibat akses teknologi. Sutanto memiliki pengalaman profesional yang sangat menakjubkan dalam membangun dan mengembangkan tim kerja,” papar Forshaw.

Forshaw optimistis Sutanto memiliki kapabilitas yang memadai untuk memimpin dan memotivasi tim kerjanya dan mendapatkan yang terbaik dari mereka. “Kami yakin Sutanto akan membangun reputasi yang kuat bagi Microsoft Indonesia untuk menarik dan mengambangkan talenta yang ada,” katanya tandas.

Menurut Forshaw, nantinya Sutanto akan mewakili Microsoft, terutama dalam berhubungan dengan pemerintah, mitra teknologi lokal, pelanggan, institusi dan lembaga swadaya masyarakat. “Paling penting adalah, kami sangat gembira ketika mengetahui bahwa Sutanto mempunyai visi yang sama dengan kami dalam menggunakan produk Microsoft untuk membangun ekosistem Indonesia,” ungkap Forshaw. “Microsoft adalah mitra bagi banyak bisnis teknologi di Indonesia dan kami sangat berkomitmen dalam memperkuat dan memperdalam kemitraan tersebut di bawah kepemimpinan Sutanto,” tambahnya.

Masuknya Sutanto menjadi nakhoda Microsoft Indonesia rupanya tidak terlalu mengejutkan Richard Kartawijaya–CEO Microsoft Indonesia 1998-2002. Menurut Richard, strategi Microsoft yang mengambil orang di luar industri TI bukan sesuatu yang baru. “Jangan lupa, Microsoft memang punya bisnis TI, tapi dia lebih banyak bicara dalam sistem. Dan, saya melihat Sutanto merupakan orang yang cukup berpengalaman, mengerti, dan bisa membaca bagaimana bisnis ini berjalan. Itu yang dilihat Microsoft,” ujar Richard menganalisis.

Akan tetapi, Richard melihat ada dua tantangan yang bakal dihadapi Sutanto. Pertama, masalah dealingdan relasi yang intens dengan pemerintah–yang telah dibangun secara baik oleh Tony Chen. Kedua, bagaimana memasukkan teknologi dari Microsoft kepada masyarakat Indonesia di daerah-daerah. “Itu tantangan yang akan dihadapi Sutanto di Microsoft. Apakah Sutanto bisa lakukan itu? Saya pikir dengan pengalaman yang ia punya, mestinya nggakada masalah,” kata Richard meyakinkan.

One response to “Microsoft Indonesia di Tangan Business Man

  1. Thank you, it was very interestingly!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s