Arkiv Vilmansa: Seniman Urban Toys Dunia van Bandung

Urban toys. Boleh jadi, istilah itu masih cukup asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, mainan yang terbuat dari plastik yang bersifat fleksibel dan bisa disilangkan ini sudah sangat populer di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Banyak orang yang menjadi kolektor jenis mainan ini.

by a. mohammad bs & winni angraeni

Sejatinya, urban toys pertama kali diperkenalkan oleh orang-orang Jepang dan Hong Kong. Pada 1990-an, urban toys ini mulai berkembang ke kawasan Amerika dan Eropa. Urban toys merupakan mainan yang dibuat oleh seniman dan diproduksi dalam jumlah terbatas, sehingga harganya mahal. Arkiv Vilmansa merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi desainer urban toys ini. Hebatnya, rancangan pria kelahiran Bandung, 17 Desember 1979, ini mampu memikat sejumlah manufaktur dunia. Dan, produk urban toys karya Arkiv laku keras di pasar mancanegara. “Awalnya, saya senang mengoleksi saja. Tapi, lama-kelamaan banyak juga uang yang terkuras untuk beli mainan itu. Akhirnya, saya coba membuat sendiri. Kebetulan saya punya keahlian sebagai desainer,” cerita Arkiv.

Arkiv sendiri mengaku tak pernah bercita-cita menjadi perancang mainan (toys designer). Awal ketertarikan lulusan arsitektur Universitas Parahyangan pada urban toys terjadi tahun 2002. Ia membeli koleksi Michael Lau via Internet—harganya sekitar Rp 700 ribu/piece. “Mainan ini kan lebih ke graphic design. Itu menariknya,” ungkap Arkiv.

Setelah cukup lama menjadi kolektor dan menghabiskan banyak uang untuk membeli urban toys, Arkiv mulai mencoba membuat mainan sendiri. Setelah empat bulan bereksperimen, Arkiv mendapatkan sebuah figur pas yang memakai namanya sendiri: Arkiv. Karya pertamanya adalah Arkiv Instant. Lalu, pada Juni 2008 iseng-iseng ia posting hasil desainnya di website Kidrobot. “Lima menit pertama saya dapat sekitar 25 respons. Mereka bilang suka dengan desain saya,” ujarnya.

Tak berapa lama, tawaran dari perusahaan manufaktur mainan pun berdatangan: dua perusahaan mainan AS, satu perusahaan di Swiss, satu perusahaan di Prancis, dan satu perusahaan dari Shanghai, Cina. “Saat itu saya bingung, nggak nyangka. Lalu, saya melakukan riset mengenai perusahaan-perusahaan itu. Perusahaan itu harus bonafide, sehingga dia bisa bawa saya ke mana nantinya,” ia memaparkan.

Akhirnya Arkiv memilih perusahaan asal Shanghai, adFunture. “Kreditnya, adFunture merupakan toys manufacturer yang bagus. Dia juga bergerak di bisnis street wear di Asia dan Amerika, dan memproduksi desain dari artis-artis yang sudah besar,” Arkiv memberi alasan. Proyek pertamanya dengan adFunture adalah merancang Yoka collaboration figure.

Toh, bagi Arkiv yang paling mengesankan adalah desain Arkiv Instant vinyl figure seri grey (berwarna abu-abu) yang diluncurkan Juli tahun lalu pada Taipei Toy Festival. Pada festival itu desain urban toys karya Arkiv direspons banyak orang dengan sangat antusias. Koleksi ini hanya dibuat 137 pieces. Saat di Taipei Toy Festival, hanya dikeluarkan 6 pieces, selebihnya dijual via website adfunture.com. Dan, sold out!

November tahun lalu, Arkiv bersama Rotofugi Gallery, Chicago, merilis Arkiv Instant seri warna biru sebanyak 50 pieces. Harganya US$ 100 per pieces, yang terjual tandas. Rencananya, dalam waktu dekat akan diluncurkan Arkiv Instant seri warna merah yang akan dirilis di myplasticheart, sebuah galeri di New York. “Signature saya adalah gigi, mata, dan (tanda) plus,” Arkiv menjelaskan ciri khas karyanya. Selain Arkiv Instant, pria berdarah Sunda dan Palembang ini sudah mendesain banyak versi Arkiv lainnya, seperti Arkiv Rabbit Banana, Arkiv the Guardian dan The Sumo—hasil kolaborasi dengan Huck Gee, salah satu toy designer ternama dunia yang tinggal di San Francisco. Ketiganya akan diproduksi dalam bentuk mainan pada 2010. “Iseng-iseng saya pernah menggabungkan karakter Arkiv dengan Mickey Mouse. Eh, malahan Disney Hong Kong ngajak bekerja sama,” ujar Arkiv sambil tertawa.

Selain mendesain mainan, Arkiv juga kini aktif melukis (painting). Tentu yang digambar adalah figur Arkiv. Ia menerima banyak pesanan, yang sebagian besar dari penggemar Arkiv di AS. Maklum, selama ini 70% pasarnya di AS, sisanya di Eropa dan Asia. Nah, hand painting karya Arkiv ini sangat rapi, sehingga banyak yang mengira hasil printing. “Ada tiga core di bisnis ini, fine arts seperti painting, lalu toys dan clothing line. Sekarang, ketiga-tiganya saya sudah garap,” kata Arkiv bangga. Untuk menaungi bisnisnya ini Arkiv mendirikan perusahaan bernama Arkiv Art, yang digarap berdua dengan temannya, Bayu Aditya.

Meski Arkiv memiliki kontrak kerja sama berjangka lima tahun dengan adFunture, itu hanya untuk produksi mainan Arkiv Instant vinyl figure. Jadi, kalau Arkiv mau memproduksi tokoh Arkiv versi lainnya, ia bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan lain. “Saya nggak mau terpaku dengan satu perusahaan,” ia menegaskan sikapnya.

Tahun depan, jadwal Arkiv diperkirakan bakal padat. Pasalnya, Arkiv akan menggelar empat pameran tunggal. Contohnya, Solo Exhibition Europe Tour 2010 di Amsterdam, Wina, Paris, Jerman dan London, bekerja sama dengan Highlandtoys. Menyikapi keberhasilannya sebagai seniman urban toys di mancanegara dalam waktu relatif singkat, Arkiv menilainya sebagai sebuah keberuntungan. “Ya, saya bisa mewakili orang Indonesia yang berkiprah di kategori urban toys di luar negeri. Tapi, mungkin karena ada faktor luck juga ya,” ujar Arkiv merendah.

Sanjungan terhadap kapabilitas Arkiv dalam merancang mainan yang cukup unik tersebut dikemukakan mitranya Eddi Yip, Direktur adFunture. “As a partner, Arkiv is very easy going, creative and very eager, so these are all good traits in terms of being a new kid on the block. His personality will be the determining factor in his future growth, and it is looking very bright, in my opinion, demikian komentar Eddi via surat elektronik.

4 responses to “Arkiv Vilmansa: Seniman Urban Toys Dunia van Bandung

  1. Wah pengen kaya arkiv. .

  2. salut buat Arkiv🙂

  3. kagum bagdd wat arkiv yang dah T.O.P bgtt,,
    lyaat karya-karya.a jdi mupenkk,
    pngend kya arkiv……….
    tyuzz maju yua,,

  4. ini sumbernya dari mana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s