Noor SDK Devi, Srikandi Bisnis Jaringan Komunikasi Data

Keceriaan tampaknya bakal lebih mewarnai hari-hari bisnis di PT Aplikanusa Lintasarta, salah satu provider jaringan komunikasi data terkemuka di Tanah Air. Maklum, pada RUPS perusahaan ini 3 Juni 2008, tampil seorang eksekutif wanita bernama Noor Suseno Drupadi Krishna Devi, yang menggantikan peran Yoyo Waluho Basuki sebagai Direktur Utama.

 

by a. mohammad bs

Hari itu memang momen membahagiakan bagi perempuan berpenampilan bersahaja ini. Bukan semata ia dipercaya menjadi nakhoda baru, melainkan ia bisa pula kembali mengurus perusahaan yang ia ikut membidaninya itu. “Saya merasa bahagia bisa kembali ke Lintasarta. Dulu, saya yang men-set up. Sekarang, ibaratnya ketika bayi itu telah tumbuh dewasa, saya dipercaya mengurus dan membesarkan. Tentu saja, sekarang tantangannya berbeda,” ujar wanita karier yang biasa menuliskan namanya Noor SDK Devi ini.

Tentu saja, tantangan bagi Devi bukan lagi berupaya agar Lintasarta bisa survive, melainkan bagaimana perusahaan ini bisa lebih besar dan perkasa. Target yang dibebankan di pundak wanita kelahiran Malang 6 Januari 1958 ini pun cukup berat, yakni membukukan pendapatan lebih dari Rp 1 triliun dengan pertumbuhan 20%. “Komitmen saya membawa Lintasarta ke posisi lebih baik, sesuai dengan target yang diberikan pemegang saham. Kalau melihat kondisi sekarang, kami sedang menuju ke sana,” ujar wanita yang mengawali kariernya sebagai staf Planning & Engineering di PT Rekayasa Industri ini. “Pokoknya, saya selalu optimistis.”

Optimisme Devi dilandasi beberapa hal. Menurutnya, ke depan beberapa sektor industri akan tumbuh dan membutuhkan solusi teknologi informasi dan telekomunikasi untuk menopang bisnisnya. Oleh karena itu, jika selama ini segmen yang dibidik Lintasarta adalah industri keuangan (baik perbankan maupun nonperbankan), ke depan cakupannya diperluas untuk menggarap semua industri. “Lintasarta memiliki kemampuan untuk itu,” ujarnya beralasan. Antara lain, kesiapan solusi teknologi yang ditawarkan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain itu, jangkauan wilayahnya cukup luas. Saat ini, Lintasarta telah menyediakan layanan teresterial (kabel darat) di hampir seluruh pelosok wilayah Indonesia (kecuali Papua), dan menjangkau 220 negara untuk layanan internasional.

Devi juga merasa optimistis karena bekal pengalaman panjangnya. Setelah sukses men-set up Lintasarta, Devi balik ke Indosat untuk mengepalai Divisi Wholesale & Carrier Relations. Prestasi mengesankan berhasil diukir Devi. Divisi yang dipimpinnya ini mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 5 triliun–melampaui target. “Prinsipnya, ketika diberi target, saya akan coba lebih. Alhamdulillah, selama ini target selalu terlampaui,” ucap Devi, tak terkesan pongah.

Setelah sempat mengepalai Divisi SDM, Devi pernah “dipinjamkan” untuk membantu proses merger Bank Mandiri. Ketika itu, Devi menceritakan, ia diminta oleh Robby Djohan dan Binhadi untuk mencari dan merekrut ahli-ahli perbankan guna mendukung pengembangan Bank Mandiri. Di bank ini Devi menjabat Sekretaris Korporat.

Setelah tugasnya selesai, Devi balik lagi ke Indosat. Di perusahaan asalnya ini ia kembali diserahi pekerjaan yang sama. Kebetulan, ketika itu Indosat membeli Satelindo. “Saya pun dipercaya jadi direksi untuk mengurus Satelindo hingga merger dengan Indosat,” kata Devi mengenang.

Indar Atmanto, salah seorang koleganya, meyakini Devi bisa mencapai harapan yang dibebankan padanya. Menurut mantan Dirut Lintasarta yang kini menjabat Dirut Indosat Multimedia ini, sebagai orang yang mengembangkan Lintasarta sejak awal, Devi bisa tahu kekuatan dan kekurangan perusahaan ini. “Saya pikir Devi memiliki kapabilitas untuk itu. Ibaratnya, ia sudah tahu karakter anak yang dilahirkannya itu. Terlebih track record-nya di dunia telekomunikasi cukup bagus,” ungkap Indar.

Kendati begitu, Indar mengingatkan Devi agar mencermati tantangan yang berkembang mengingat industri telekomunikasi tumbuh sangat cepat, dan model bisnisnya bisa berubah cepat mengikuti perkembangan teknologi. “Sebagai kolega, saya mengingatkan bahwa Lintasarta memiliki kekuatan yang sulit ditiru pemain lain, yakni customer relationship yang kuat. Itu bisa menjadi modal besar bagi Devi,” Indar memaparkan.

Yang pasti, sejumlah strategi telah disiapkan magister bidang industrial engineering dari Institut Teknologi Bandung ini. Antara lain: pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas, pembenahan bisnis Internet, dan layanan lainnya. “Intinya, kami akan fokus dan berkomitmen memberikan total solution dengan tetap menjaga kualitas layanan yang baik kepada pelanggan,” Devi menandaskan.

Toh, Devi tetap menganggap SDM Lintasarta sebagai motor penggerak utama dalam menopang semua rencananya tersebut. Oleh karena itu, dalam memimpin ia mengaku akan menggunakan pendekatan personal sehingga tercipta kebersamaan dan teamwork yang solid. “Dalam setiap pertemuan saya selalu katakan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi, supaya semuanya paham visi yang ingin dicapai perusahaan,” Devi menjelaskan.

Dalam pandangan Devi, semua usaha juga mesti dilandasi niat baik dan kejujuran. Ia menilai, landasan agama memberi peran penting sebagai rambu-rambu dalam dunia profesionalisme sekalipun. Maka, Devi mulai menggiatkan program kerohanian di anak usaha Indosat ini. Misalnya, setiap Selasa ada program pengajian bagi yang beragama Islam. Selain itu, ia juga mendorong semua karyawannya untuk mengikuti berbagai pelatihan nonteknis, seperti ESQ yang diadakan Ary Ginanjar. “Setiap pekerjaan, dengan segala kesulitan dan tantangannya, harus dinikmati. Jangan pernah mengeluh, karena segala sesuatu ada jalan keluarnya. Semuanya harus dilandasi dengan kejujuran, niat baik, dan tidak lupa berdoa. Saya percaya, itulah yang membuat saya kuat menghadapi hidup,” kata Devi mengungkap resepnya berkarier selama ini.

3 responses to “Noor SDK Devi, Srikandi Bisnis Jaringan Komunikasi Data

  1. Thanks, needed information

  2. Good article! Apa juga dimuat di Swasembada? Kalau dimuat di edisi kapan ya?

    Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s