Gebrakan Baru Erick, Menyulap Lativi Menjadi tvOne

Tak usah heran kalau sekarang Anda tak bisa lagi menemukan siaran Lativi. Apakah stasiun yang didirikan pengusaha Abdul Latief ini sudah bubar? Bukan begitu. Yang benar, per Kamis 14 Februari 2008, stasiun televisi swasta nasional itu telah resmi berubah nama menjadi tvOne. Tiga pengusaha muda yang selama ini gemar melakukan petualangan bisnis–yakni Erick Thohir, Rosan P. Roslani, dan Anindya Bakrie–adalah orang-orang di balik perubahan itu.

by a. mohammad bs & eddy dwinanto iskandar

Tentu mereka tidak datang dengan tangan kosong. Sedikitnya dana Rp 1,3 triliun dibenamkan tiga serangkai itu untuk mendukung pola baru siaran tvOne. Positioningnya bukan lagi stasiun TV “gado-gado”, tapi hanya menawarkan program News (70%), Sport (25%) dan Entertainment pilihan (5%).

Menurut Erick Thohir, yang dipercaya sebagai Dirut tvOne, sesuai dengan positioning dan format barunya, acara yang ditayangkan tvOne dikemas berbeda dibanding stasiun TV lainnya. Untuk program News akan dikemas lebih dinamis dan populer. Program Sport pun akan dikemas lebih hidup. Misalnya, acara play off Liga Bola Basket Indonesia menampilkan 4-5 orang komentator, yang ditempatkan di studio dan lapangan. Begitu pula untuk program selected entertainment–yakni acara talk show dan konser musik–akan dikemas secara berbeda. Sebagai contoh, akan ada acara Republik Mimpi yang diboyong dari Metro TV, atau acara talk show yang dibawakan Farhan. “Kami ingin talk show yang berbobot, dan tetap ada unsur news-nya,” ucap Erick bersemangat.

Walaupun optimistis strategi positioning-nya akan berhasil dan bisa memperoleh 6% pangsa pasar TV nasional sampai tiga tahun ke depan, Erick mengakui tidak mudah menampilkan stasiun TV dengan format baru ini. Itu sebabnya manajemen tvOne† “membajak” cukup banyak talenta† potensial dari SCTV dan TransTV. “SCTV itu kuat di pemberitaan,† sedangkan TransTV kuat di format news magazine. Itu sesuai dengan strategi kami,” ungkapnya.

Tak mengherankan, kini di tvOne tergabung sejumlah nama yang cukup berpengalaman di industri pertelevisian nasional. Misalnya, ada Nurjaman (mantan orang kunci di bidang pemberitaan SCTV), Iwan Sudirwan (mantan Pemimpin Redaksi TransTV dan Trans7), dan Sulaeman Sakib (mantan orang kunci Divisi Magazine TransTV, yang turut membidani acara booming TransTV seperti Fenomena dan Debat Capres). Tak hanya itu, guna menggaet pemirsa menonton berita, beberapa ikon presenter berita TV, seperti Rahma Sarita dari ANTV, Alfito Deannova dari SCTV dan Grace Natalisa dari Metro TV, juga turut dibajak.

Di tvOne, Nurjaman diposisikan sebagai Wapemred, Iwan didapuk sebagai GM Current Affairs & Magazine tvOne, dan Sulaeman sebagai Manajer Program Talk Show & Dokumenter tvOne. Bahkan, tak ketinggalan Karni Ilyas, mantan komandan Divisi Pemberitaan SCTV dan ANTV, turut turun tangan sebagai Direktur Pemberitaan, Olah Raga dan Produksi tvOne.

Kini, jumlah karyawan tvOne telah membengkak, dari 600 orang (ketika masih bernama Lativi) menjadi 1.200 orang–sebanyak 450 orang merupakan staf redaksi, seperti reporter dan cameraman. “Sepertiga dari orang-orang baru itu kami ambil dari stasiun lain. Sisanya dari lulusan baru,” ujar Erick terus terang.

Erick menilai, bergabungnya bakat-bakat potensial tersebut bukan lantaran iming-iming uang semata, melainkan karena adanya kesamaan visi. Antara lain, karena tvOne merupakan stasiun TV yang memberikan porsi utama, bahkan jam tayang prime time untuk acara news, sehingga membuat mereka tertarik. “Tawaran kami cuma 20%-50% lebih tinggi dari tempat sebelumnya. Itu pun untuk orang-orang tertentu saja. Mereka tertarik lebih karena kesamaan visi,” Eric menjelaskan.

Iwan Sudirwan, mantan Pemred TransTV dan Trans7 yang kini turun “gengsi” sebagai GM Current Affairs & Magazine tvOne, mengaku, bergabungnya ia ke tvOne lebih karena kesamaan visi, bukan iming-iming uang. “Kalau mengincar duit sih saya tidak akan pindah. Semua itu bisa didapatkan di tempat sebelumnya. Saya bergabung karena merasa satu visi dengan tvOne. News akan dijadikan porsi utama di sini. Sangat jarang news diberi keistimewaan untuk nongol di jam prime time seperti jam 7 pagi atau jam 8-9 malam,” tutur pria yang pernah menjadi presenter TVRI tahun 1980-an dan karyawan BBC London ini.

Ungkapan senada dikemukakan Sulaeman Sakib, yang mengaku tertarik bergabung dengan tvOne karena program News akan dijadikan porsi utama. Selain itu, ia menilai manajemen sangat responsif ketika dirinya mengajukan berbagai ide program baru. “Saya pindah juga karena masih terbuka peluang untuk berkarya lebih jauh lagi di tvOne,” ucap Sulaeman.

(SWA, No. 09/XXIV/30 April – 14 Mei 2008)

One response to “Gebrakan Baru Erick, Menyulap Lativi Menjadi tvOne

  1. saya sangat tertarik dengan tvone antaralian adanya siaran khusus debat calon gubernur dan wakilnya dan tentunya sampai pada caleg dan capres, suatu troboson yg eksklusive dan penting sebagai ‘one source information’ tentang seperti apa, calon-calon elite pemerintah 2009 – 2013.
    masyarakan ‘insyaallah’ akan makin cerdas dalam turut serta peran
    membangun bangsa dan negara.
    semoga ‘tvone’ terus, maju, inovatif, brani dan transparan sebagai ikon mencerdaskan bangsa, semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s