Suryo Suwignjo: Nakhoda Baru IBM Indonesia

Pada 8 Januari 2008, dua lembar siaran pers hinggap di meja Redaksi SWA. Isi pokoknya: IBM telah menunjuk Suryo Suwignjo sebagai Presiden Direktur IBM Indonesia, menggantikan Betti Alisjahbana. Ini mungkin regenerasi kepemimpinan biasa di tubuh sebuah perusahaan. Hanya saja, selama beberapa tahun terakhir, IBM Indonesia memang sudah identik dengan sosok Betti.

by a. mohammad bs

Itulah mengapa, dalam sambutannya di rilis tersebut, Suryo mengatakan, “Saya merasa terhormat dapat mengambil alih tampuk kepemimpinan dari salah satu tokoh yang paling dihormati di industri. Betti telah membawa IBM Indonesia menjadi perusahaan yang berkekuatan dahsyat.”

Toh, di kalangan internal IBM Indonesia sendiri penunjukan Suryo itu tak begitu mengejutkan. Maklum, sebagai profesional yang lahir dan dibesarkan di IBM, Suryo juga memiliki segudang prestasi, termasuk pernah menempati sejumlah pos penting. Selepas mengantongi titel Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Suryo bergabung dengan IBM Indonesia pada 1990 sebagai marketing trainee. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah memimpin Industry Systems, Systems & Technology Group IBM ASEAN. Ia juga pernah menduduki posisi Country Manager for Systems & Technology Group and Business Partners IBM Indonesia tahun 2001-2006. Salah satu prestasi fenomenal yang pernah diukirnya adalah peraih penghargaan tertinggi di IBM, yakni Global Golden Circle, sebanyak tiga kali. “Saya merasa senang dengan pengangkatan Suryo, karena saya yakin di bawah kepemimpinannya IBM Indonesia akan meraih sukses. Suryo adalah individu yang suka tantangan dan tidak pernah putus asa. Dia selalu bisa menyelesaikan tugas dengan baik,” kata Betti mengomentari.

Sekarang, di pundak pria kelahiran Semarang 30 November 1966 ini tertumpu tanggung jawab lumayan berat untuk memperbesar penguasaan pasar IBM di Indonesia. Konkretnya, jika saat ini pertumbuhan pasar IBM Indonesia sebesar 10%, Suryo ditargetkan bisa menggapai angka pertumbuhan bisnis lebih tinggi agar pangsa pasar IBM Indonesia tetap tinggi. “Saya optimistis bisa mencapai target, karena saya memiliki tim yang sangat tangguh. Di samping itu, IBM sendiri menawarkan portofolio yang sangat lengkap,” Suryo menandaskan dengan percaya diri.

Untuk itu, Suryo mengaku telah menyusun strategi dan beberapa agenda kerja. Pertama, lebih fokus dalam mengembangkan industri perbankan, yang memang menjadi “wilayah kekuasaan” IBM. Menurutnya, IBM akan masuk ke industri perbankan dengan menawarkan semua portofolio produk yang dimilikinya, baik hardware, software maupun services. Kedua, fokus membuka industri baru yang banyak kaitannya dengan sumber daya alam, seperti migas, pertanian dan pertambangan. Ketiga, fokus menggarap sektor publik secara lebih intensif. Alasannya, belakangan belanja teknologi informasi pemerintah sangat besar.

Keempat, fokus melakukan ekspansi geografis. Setelah Jakarta dan Surabaya, tahun ini IBM akan membuka kantor cabang di Medan dan Makassar. Nantinya, di kantor-kantor cabang itu ditempatkan tim yang dikepalai seorang manajer pengembangan bisnis. Mereka akan bekerja sama dengan para mitra dan IBM Service Authorized untuk mengembangkan pasar di wilayah tersebut. “Kalau kami hanya tumbuh sesuai dengan pertumbuhan pasar, pangsa pasar IBM tidak akan berubah. Jadi fokus-fokus baru itu dibutuhkan agar engine of growth kami bisa bergerak lebih cepat,” papar Suryo.

Merasa belum cukup, dari sisi internal Suryo berencana menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan nyaman, dengan membuat sejumlah program yang bertujuan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi karyawan.

Kendati begitu, diakui bapak dua anak ini, obsesinya untuk mentransformasi bisnis IBM di Indonesia tidaklah gampang. Salah satu tantangan terberatnya adalah menghapus persepsi pasar di Indonesia yang masih mengidentikkan IBM sebagai vendor perangkat keras (hardware). Padahal, ia mengklaim, selain hardware, IBM memiliki portofolio produk yang cukup lengkap di bidang services dan software. Maklum, sejak 2001 IBM worldwide telah mengakuisisi lebih dari 25 perusahaan software, seperti Cognos, Valent, Filenet dan sebagainya. Nah, kontribusi terbesar IBM di Indonesia masih dari bisnis hardware. Adapun di tingkat global, bisnis hardware hanya menyumbang sekitar 20% dari total pendapatan IBM. “Tantangan Suryo ke depan adalah membawa kinerja bisnis services dan software ke level yang lebih tinggi lagi,” Betti memberi catatan.

Suryo mengungkapkan, dilihat dari ukuran pasar, bisnis services dan software masih sangat kecil dibandingkan dengan bisnis hardware. Namun, tingkat pertumbuhannya lebih tinggi. Nah, diakuinya, untuk masuk ke pasar, kesulitan yang dihadapi bukan dalam hal mengomunikasikan, melainkan belum siapnya pasar. “Bagaimana mungkin kami bisa menjual services dan software sebagai produk yang terpisah, jika pasar yang dihadapi masih hardware-oriented,” tandasnya. “Tapi, kami bersama mitra akan memberi perhatian lebih. Caranya, dengan mengedukasi pasar secara intensif. Ini memang membutuhkan waktu, tapi upaya ke arah itu harus dilakukan,” Suryo menegaskan.

Betti menyarankan, agar bisa menakhodai IBM Indonesia hingga ke pelabuhan yang ingin dituju, Suryo perlu memberi perhatian lebih besar pada pengelolaan SDM. “Sejalan dengan tumbuhnya bisnis services dan software, Suryo harus menambah SDM berpengalaman dan terdidik yang cukup banyak,” kata eksekutif senior yang baru saja berebut posisi Ketua Ikatan Alumni ITB itu. Itu saja? “Ia juga harus bisa menempatkan orang-orang yang tepat di posisi penting dan strategis, serta membangun iklim kerja yang kondusif supaya para karyawan bisa bekerja dengan prima,” Betti menambahkan.

(SWA No.03/XXIV/6-20 Februari 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s