Mahendra Jaya: Perantau yang Sukses di Tanah Dayak

Merantau ke Pontianak pada medio 1980-an, Mahendra Jaya hanya berbekal semangat, kerja keras dan sedikit uang di saku. Toh, ia mampu menjadi salah satu pengusaha ternama di Kalimantan Barat.

Bermula pada 1986, Mahendra dibantu seorang karyawan mulai mencoba membuka usaha kecil di bidang percetakan, tepatnya usaha sablon. Modal usahanya pun hanya sekitar Rp 1,5 juta, yang digunakan untuk membeli cat dan kain. Bisnis sablon itu bertahan hingga 1998, lantaran Mahendra ingin mengubah haluan. Ia mengaku kala itu mencium peluang usaha di bidang lain yang lebih menjanjikan keuntungan besar, yakni pengadaan pupuk. “Saya mendengar kalangan perkebunan butuh pupuk, makanya saya coba jual-beli pupuk. Saya nekad saja,” ungkap Mahendra mengenang.

Bermodalkan kredit dari Pusri Rp 100 juta dan pinjaman dari saudara US$ 50 ribu, Mahendra mulai berbisnis pengadaan pupuk untuk kalangan perkebunan dengan mengembangkan PT Abadi Mulya Sentosa. Ia membeli pupuk dari Petrokimia dan Pusri. Dalam setahun ternyata Mahendra mampu menjual 12 ribu ton, dan membukukan omset Rp 18 miliar. Bahkan, pada 1999 ia sudah mampu mengimpor pupuk MoP/KCL dari Rusia. Pasalnya, Mahendra memenangi tender pengadaan pupuk bagi PTPN XIII sebanyak 4 ribu ton. Nilainya sebesar Rp 12,5 miliar. Pada tahun itu pula Mahendra memperoleh kepercayaan menjadi distributor utama pupuk Pusri – baik pupuk organik maupun nonorganik – untuk seluruh Indonesia. Saat ini, ia mampu menjual 15-18 ribu ton per tahun pupuk Pusri, dan hanya 600 ton per tahun pupuk Petrokimia. Dari bisnis pengadaan pupuk ini total omset yang dibukukan Mahendra senilai Rp 40 miliar per tahun.

Ketua Asosiasi Motor Besar Indonesia ini masih punya bisnis lain. Pada 2001, Mahendra membeli sebuah apotek terkenal di Pontianak – bernama Apotek Mitra – milik temannya senilai Rp 525 juta. Di tangan Mahendra, kini dalam setahun apoteknya mampu membukukan omset Rp 3 miliar. Selain itu, mengalirnya fulus ke pundi-pundi Mahendra juga datang dari ruko yang disewakannya. Saat ini Mahendra mengoleksi 14 unit ruko di Pontianak, dan dua unit ruko di Jakarta (Plaza Niaga Sentul dan Verbak). Mahendra memiliki pula usaha kafe yang diberi nama Guess Lounge & Clubs seluas 2.000 m2 yang dikembangkannya setahun lalu.

Seperti masih belum cukup, tahun 2003 Mahendra bersama tiga mitra bisnis dan 6 dokter mengembangkan sebuah rumah sakit ibu dan anak (RSIA) cukup mewah, dan merupakan RSIA satu-satunya di Pontianak, yakni RSIA Anugerah Bunda Khatulistiwa. RSIA itu memiliki luas 6.250 m2, yang terdiri atas empat lantai dan dibangun di atas lahan seluas 4.800 m2. Untuk membangun RSIA itu menelan dana Rp 26 miliar. Oktober tahun lalu RSIA Anugerah Bunda Khatulistiwa sudah mulai beroperasi.

Tak berhenti di situ, pada 2006 pria yang juga menjadi dosen mata kuliah Ekspor-Impor di Politeknik Negeri Pontianak ini mulai merambah ke bisnis perkebunan kelapa sawit. Mahendra mengklaim bahwa ia sudah mengantongi Hak Guna Usaha atas lahan seluas 53 ribu hektare di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Terentang (Pontianak). Diproyeksikan tahun 2008 mulai dilakukan penanaman pada sekitar 2 ribu ha.

Menurut Mahendra, untuk setiap 10 ribu ha dan sebuah pabrik minyak sawit mentah (crude palm oil) bakal menelan investasi Rp 500 miliar. Pasalnya, untuk sebuah pabrik saja dengan kapasitas produksi 90 ton per jam membutuhkan dana Rp 125 miliar. “Targetnya, di tahun 2014 kami akan mulai masuk ke bisnis refinery dan biodiesel,” Mahendra menandaskan. Untuk mengembangkan bisnisnya ini Mahendra menganut model permodalan 60% dari pinjaman, dan 40% dari modal sendiri.

Sebenarnya, tidak semua bisnis yang digeluti bapak satu anak kelahiran Bukittinggi 5 Mei 1962 ini berjalan mulus. Diakui Mahendra, ia juga pernah gagal. Antara lain, sebelum menekuni bisnis pengadaan pupuk hingga sekarang, ia pernah menjadi pemborong proyek pembangunan RS bersalin di Kabupaten Ketapang. Namun, krisis ekonomi yang terjadi ketika itu (1997) membuat harga barang-barang – termasuk bahan bangunan – melonjak. Mahendra pun mesti merugi Rp 140 juta. “Ketika itu, bagi saya, kerugian sebesar itu nilainya sangat gede. Karenanya, saya tidak mau lagi main di konstruksi,” ujarnya sambil tertawa.

Terus terang ia mengakui, bisnis pengadaan pupuk yang masih dilakoninya hingga saat ini pun mengalami penyusutan volume. Ini terjadi terutama setelah adanya Keputusan Menteri tahun 2005 yang melarang menjual pupuk organik dan nonorganik sekaligus. Regulasi ini membuat Mahendra memilih menjual pupuk nonorganik. Akibatnya, omset bisnis pupuknya turun hingga 50%, dan cakupan pasarnya hanya Provinsi Kal-Bar. Padahal, selama tahun 1999-2004, ia mampu menjual rata-rata 40 ribu ton per tahun dan pasarnya menjangkau Kal-Tim, Sum-Bar, Sum-Ut hingga Pulau Mamuju (Sul-Ut). “Namanya bisnis, pasti ada pasang-surutnya,” ujar Mahendra.

Di luar bisnis yang ditekuninya sekarang, Mahendra berniat merambah ke bisnis jasa keuangan. Akhir tahun ini Mahendra hendak membuka sebuah BPR Syariah yang ditujukan untuk melayani pengusaha mikro.

(SWA, No. 13\2007)

12 responses to “Mahendra Jaya: Perantau yang Sukses di Tanah Dayak

  1. wah mas asep, ini liputan yang ke pontianak waktu itu ya…salut…
    Oh ia apa kabarnya, lama kita tak kontak…

  2. apakah mahendra jaya yang dimaksud adalah orang yang pernah kuliah di universitas tanjungpura (UNTAN) angkatan 1986 pada jurusan ekonomi. dan pernah jadi pengurus KOPMA UNTAN kalau mahendra itu saya kenal dan dia adalah teman saya, selamat deh buat dia salam sukses dan semoga bertambah sukses. Saya pikir anda layak meperoleh kesuksesan itu, karena anda adalah orang yang ulet. Aku temanmu Ade Alamsyah tamanmu, teman Cahyo Supriyoko, Bambang, apa masih ingat sama kami-kami.

  3. Ini profil dosen saya di polnep..orangnya emang santai & cuek, tp dibalik kecuekannya itu, pak mahen sangat dikagumi & di jadikan panutan anak2, karna sering menceritakan pengalamannya yg membuat kami terpacu untuk sukses seperti beliau..

  4. melihat kesuksesan Bapak Mahendra, saya sangat kagum akan perjuangan dan pencapaian bapak. dan ini mendorong saya juga untuk mencoba memperkenalkan produk PUPUK Organik yang ditemukan oleh salah satu Putra Bangsa. yang mana PUPUK Organik ini dapat membantu keluhan-keluhan petani di indonesia yang sering mengalami kerugian baik karena hama dan kesuburan tanah. Pupuk yang saya tawarkan ini dapat kembali menyuburkan tanah dan terbukti mampu membantu para petani meraih omset yang memuaskan.

    Dan keunggulan Pupuk Organik ini selain digunakan untuk tanaman, perkebunan, Pupuk ini bisa juga sebagai Pakan TERNAK seperti; Ayam ras, sapi, ikan, dan hewan-hewan yang lainnya, dan terbukti dapat menambah berat badan yang cukup mengagumkan. dalam arti lain, Pupuk ini Two In One dan ramah Lingkungan.

    Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi ke no. 0888 158 6745 (Johan) atau melalui Email ; joeroeth@yahoo.com
    Terima Kasih
    Terima kasih

  5. Heru Suprayogi

    Luar biasa utk Pak Mahendra…
    Saya Heru suprayogi yang saat ini masih duduk di bangku kuliah di salah satu universitas di jogjakarta akan menawarkan sebuah produk pupuk organik “GOLDEN HARVEST” yang saat ini telah terbukti keunggulannya.
    GOLDEN HARVEST merupakan produk lokal yang dipasarkan melalui pemasaran jaringan atau network marketing atau MLM, yang pada saat ini merupakan usaha mikro yang bergerak di sektor rill menurut mentri koperasi n ukm. sehingga dapat membangkitkan perekonomian rakyat.
    apabila anda tertarik akan Golden Harvest yang akan membangkitan perekonomian rakyat kita bisa berkerjasama.
    Terimakasih telah menyediakan fasilitas untuk menyampaikan informasi yang sangat luarbiasa ini…
    Heru Suprayogi
    085228010464

  6. kalau ada nomor hp bang mahendra tolong kirim dong

    keemail penko_100@yahoo.com

  7. kPK0je comment1 ,

  8. seandainya individu bangsa ini bs punya pemikiran dan kesempatan seperti beliau……..

  9. Beliau dosen PA saya, saya belum tahu benar lebih dalam tentang beliau. ternyataa,,,, membuat saya bangga !
    dari jamhur, Jurusan AB/AIP POLNEP

  10. Salut…, sama namanya bapak sama saya, semoga keberkahannya juga mirip sajalah hehehe… sudah alhamdulillah🙂

  11. Dina Sintia Jasmine

    beliau dosen PA saya, memang di akui pengalaman dan pengetahuan beliau di kiprah bisnis tidak bisa dipungkiri. beliau mempunyai pengetahuan yang luas dan pesannya bangunlah hubungan baik kepada orang lain, kelak itu akan mendapatkan penghargaan yang baik pula🙂

  12. luar biasa pak mahendra jaya…saya bangga memiliki dosen seperti anda,,
    dari mar’a Jurusan Adm.Negara
    POLNEP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s