Barisan Country Manager Lokal di Perusahaan TI Global

Eksekutif teknologi informasi (TI) lokal memimpin kantor perwakilan perusahaan TI global, kini merupakan hal yang makin jamak. Bahkan, kepercayaan perusahaan TI global itu sudah ditunjukkan sejak awal pembukaan kantor perwakilan. Maka, bersamaan dengan dibukanya beberapa perusahaan perwakilan TI dunia itu – sebagai imbas dari membaiknya iklim bisnis dalam satu-dua tahun terakhir – beberapa profesional lokal pun ketiban durian untuk menjadi country manager. Sekadar menyebut nama di antara mereka, yakni: Dommy Arnanta; Judhi Prasetyo; Didit Herawan; Agung Grahaputra; Willy Halim; dan Iman Muhammad. Selain itu ada pula kantor perwakilan perusahaan TI asing yang sudah berdiri beberapa waktu lalu, yang kemudian membajak eksekutif top asal domestik dari perusahaan TI lainnya yang tak kalah mapan.

Tantangan memimpin kantor perwakilan itu boleh jadi menjadi daya tarik para profesional lokal tersebut. Ambil contoh Dommy Arnanta, yang kini resmi sebagai Country Manager Advanced Micro Devices (AMD) Indonesia, perusahaan pesaing serius Intel Indonesia. Menurut Dommy, kesediaannya berlabuh ke perusahaan prosesor komputer ini karena memberikan kesempatan bagus untuk memperlebar karier. “Banyak yang dapat saya lakukan di sini. Saya menerima tawaran dari AMD bukan karena fasilitasnya, tetapi ingin mendapatkan tantangan lebih,� ungkapnya.

Kabarnya, AMD sudah cukup lama mencari country manager untuk Indonesia. Nah, boleh jadi pilihan jatuh pada Dommy karena prestasi dan pengalaman yang dimilikinya. Maklum, S-1 Manajemen Informatika dari Universitas Gunadarma ini memiliki prestasi memukau dan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang penjualan dan pemasaran. Sebelum bergabung dengan AMD, Dommy bekerja di berbagai posisi penjualan dan pemasaran di Hewlett-Packard (HP) Indonesia, Terra Computer System, PT Sentracom Ardo Mega, dan PT Met & Gobel. Selain mampu mencapai target penuh di setiap kuartalnya ketika di HP, Dommy juga orang Asia pertama yang memperoleh penghargaan Product Manager of the Year in 2003 dari Seagate.

Ketika direkrut AMD Agustus 2006, Dommy diserahi tugas untuk mengembangkan hubungan AMD dengan pelanggan dan para mitra bisnis. Di pundaknya juga diserahkan tanggung jawab mengembangkan jaringan bisnis AMD, serta menggarap serius pasar original equipment manufacturer dan sektor pemerintahan di Indonesia. Tak kalah penting, ia dibebani pula target peningkatan pangsa pasar AMD di Indonesia, dari sekitar 20% menjadi 30%. “Saya percaya dengan adanya dukungan dari seluruh tim, baik lokal maupun regional, target itu dapat tercapai,� kata Dommy optimistis.

Selain Dommy, country manager lokal yang relatif masih hangat adalah Didit Herawan. Ia dipercaya untuk mengepalai unit bisnis Network & Enterprise Motorola di Indonesia pada Februari 2007. Tanggung jawab utamanya adalah memimpin tim global dan lokal yang terdiri dari para profesional di bidang telekomunikasi untuk meningkatkan penjualan, pemasaran, dan layanan Motorola di Indonesia. Selanjutnya, pertengahan tahun lalu, giliran Megawaty Khie menyeberang dari Microsoft Indonesia ke Dell Indonesia.

April 2006, perusahaan sekuriti jaringan Fortinet menunjuk Judhi Prasetyo sebagai country manager yang membawahkan kawasan Indonesia, Vietnam dan Singapura. Menurut bapak dua anak kelahiran Tegal 37 tahun lalu ini, kepindahannya ke Fortinet atas rekomendasi seorang teman, bukan head-hunter. Maklum, Judhi memiliki pengetahuan mendalam dan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri komputer dan keamanan jaringan. Sebelumnya, lulusan Institut Teknologi Nasional, Bandung ini pernah berkiprah di NetStar Networks, Datacraft Asia dan Asia Soft Technologies. Sebelum ke Fortinet, Judhi adalah Manajer Penjualan Regional Eracom Technologies – vendor solusi kriptografi yang belum lama ini diakuisisi oleh SafeNet. Di Eracom, ia berhasil meningkatkan penjualan hingga 172% dalam periode satu tahun. Oleh kantor pusat Fortinet, Judhi diserahi tanggung jawab mengembangkan kegiatan operasional penjualan regional dan pasar-pasar lain yang sedang berkembang. Bekerja sama dengan jaringan para mitra, tugasnya adalah meningkatkan pangsa pasar dan mind share Fortinet. “Saya percaya jika dikerjakan dengan baik, jujur dan penuh integritas, maka segalanya bisa dilalui dengan mudah,� ucap Judhi bersemangat.

Sebelumnya, setahun setelah membuka perwakilannya di Indonesia, pada awal 2005 perusahaan contact centre software dan CRM Graham Technology Plc. (GT) menunjuk Iman Muhammad sebagai country manager untuk Indonesia. Menurut Iman, solusi contact centre GT menawarkan pendekatan baru sehingga diyakininya bakal booming di masa mendatang. “GT sangat fokus di bisnis contact centre software dengan menggunakan pendekatan framework yang berbeda dari beberapa solusi lainnya yang serupa,� ungkap pemegang gelar MM dari IPMI dan MBA dari Monash Mt. Eliza University ini, memberi alasan.

Yang membuat Iman berani meninggalkan posisi sebelumnya sebagai Direktur Pengelola PT Tri Usahamas Infopratama (perusahaan TI lokal), karena Indonesia mempunyai kesempatan untuk menjadi development hub. “Saya merasa tertantang. Dan, ketika bergabung saya diminta untuk men-set up dan membenahi sistem di Indonesia karena akan menjadi development hub, di mana Indonesia menjadi pool sumber daya, serta riset dan pengembangan dari Graham Technology worldwide,� papar Iman bersemangat.

Berkaitan dengan jabatannya di GT, penggemar golf dan renang yang pernah bergabung dengan Digital Equipment Corporation, IBM Indonesia dan Oracle Indonesia ini diharapkan dapat mengelola dan merekrut sekitar 50 tenaga profesional andal di bidang itu. Itu di luar target komersial. “Untuk target komersial saya yakin bisa tercapai. Tetapi untuk target penambahan profesional di tahun ini, saya agak pesimistis mengingat kriteria orang yang dibutuhkan tidak mudah didapatkan secara cepat,� ungkap peraih Golden Circle, Sales of the Year of the ASEAN/SA, IBM ini.

Pendeknya, bagi para profesional TI lokal, kini terbuka posisi karier baru yang cukup prestisius, yakni menjadi bos di kantor perwakilan perusahaan TI global.

(Tulisan tersebut pernah dipublikasi di SWA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s