Quasar Mandiri: Kreator Peranti Telekomunikasi Inovatif

Inovatif dan fokus pada kompetensi inti tampaknya menjadi kekuatan PT Quasar Mandiri. Sesuai dengan positioning-nya, sebagai integrated e-solution provider, sejak awal Quasar fokus sebagai penyedia produk elektronik telekomunikasi dan teknologi informasi. Misalnya, produk peranti telekomunikasi yang ada di warung telekomunikasi (wartel) — dengan merek dagang Q-Phone — yang mendominasi pasar.

 qm.jpeg

Quasar didirikan pada 6 Juni 1995 oleh dua lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, Yana S. Rahardja dan adik kelasnya yang enggan disebutkan namanya. Pertemanan mereka mulai terbina pada 1989 ketika sama-sama terlibat dalam sebuah proyek yang diselenggarakan ITB. Namun, setelah itu mereka tidak langsung mengembangkan bisnis, karena kuliah lagi dan bekerja sebagai profesional. Yana mengambil program MBA di Prasetiya Mulya Business School dan sempat bekerja di perusahaan distribusi produk telekomunikasi Jerman. Adapun temannya mengambil master di bidang teknologi elektro di perguruan tinggi di Australia, lalu bekerja di perusahaan distribusi elektronik di Jakarta. “Sebagai profesional, kami mendapat pengalaman dan ilmu mengenai pasar, terutama mengenai bisnis elektronik,” ujar Yana.

Pada 1994, keduanya bertemu kembali dan memutuskan membangun usaha sendiri di bisnis yang berkaitan dengan elektronik, yakni produk peranti telekomunikasi. Lalu, dibentuklah Quasar dengan modal awal hasil patungan Rp 10 juta. Pembagian tugas dan peran pun dilakukan: Yana bertanggung jawab atas bisnis dan pengelolaan perusahaan yang saat itu baru memiliki 16 karyawan, sedangkan temannya mengurusi segala sesuatu yang bersifat teknis.

Produk pertama mereka adalah peranti wartel dan Private Automatic Branch Exchange (PBAX). Boleh dibilang, Quasar merupakan perusahaan lokal pertama yang membuat produk tersebut di Indonesia. Semua produknya dialihdayakan ke setidaknya tiga perusahaan manufaktur di Bandung. “Untuk menjadi perusahaan besar, tidak mesti harus memiliki pabrik sendiri. Saya sangat terinspirasi kesuksesan Blue Ribbon Sport,” ucap Yana beralasan. Dicontohkannya, Blue Ribbon Sport sebagai pemilik merek Nike dari awal hingga sekarang tidak pernah memiliki pabrik sendiri. Perusahaan ini hanya memiliki ide, desain dan para ahli. Karena itu, lanjut Yana, selama ini hanya ada tiga kompetensi inti yang dikembangkan Quasar: pemasaran, logistik serta riset & pengembangan (R & D) — tidak ada produksi.

Selain peranti wartel, sejak tahun 2000 Quasar memproduksi peranti telekomunikasi yang berkaitan dengan teknologi CDMA, seperti terminal faks CDMA, PABX dan terminal telepon CDMA. “Terminal faks CDMA ini merupakan salah satu produk yang kami banggakan, karena di dunia tidak sampai 10 perusahaan yang memproduksi produk tersebut. Di Indonesia, Quasar merupakan yang pertama dan satu-satunya perusahaan yang memproduksi terminal fax CDMA,” dengan bangga Yana mengklaim.

Tak berhenti di situ. Ambisi Quasar menjadi pemain bisnis telekomunikasi terintegrasi dari hulu ke hilir direalisasi dengan masuk ke bisnis operator komunikasi data. Menurut Yana, jika hanya sebagai produsen terminal peranti telekomunikasi, pihaknya akan sangat tergantung pada operator. Akan tetapi, ia menyadari, untuk masuk ke bisnis operator telekomunikasi perlu modal amat besar. Tak mau kehilangan akal, strategi yang dipilih adalah menjadi operator komunikasi data. Maka, pada 2002, Quasar masuk ke bisnis network access provider (NAP) dan Internet service provider (ISP) dengan merek dagang QuasarNet. “Saya ingin masuk ke bisnis ini dari hulu ke hilir sekaligus. Sebelumnya kami sudah bermain di elektronik telekomunikasi, sekarang masuk ke bisnis TI dengan menawarkan jasa layanan dan produknya,” ujar Yana.

Menurut Yana lagi, selain harus memiliki diferensiasi, di bisnis NAP dan ISP setiap pemain harus mandiri, tidak sekadar membeli teknologi yang ada. Alasannya, agar bisa menekan biaya. Memang, seperti pemain ISP lain, awalnya Quasar membeli peranti router atau switch (umumnya produk Cisco System) untuk mendukung layanannya. Namun, sejak 2005 Quasar mampu mengembangkan peranti dan infrastruktur ISP sendiri, yang disebut Quasar Phantom System — teknologi untuk bandwidth management. “Quasar merupakan satu-satunya pemain ISP di Indonesia yang menggunakan infrastruktur hasil desain sendiri,” ujar Yana kembali mengklaim dengan bangga. Untuk mengembangkan infrastruktur ISP ini, dibutuhkan dana (awal) Rp 3 miliar. Selain di Bandung dan Surabaya, rencananya dalam waktu dekat infrastruktur seperti ini akan dibangun di Jakarta.

Yana menjelaskan, dengan teknologi manajemen bandwidth seperti ini, QuasarNet bisa menjadi ISP pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memberikan akses Internet secara satuan untuk setiap komputer. Padahal, ISP lain biasanya menawarkan biaya bandwidth secara lump sum. “Awalnya, kami beli teknologi orang, pelan-pelan diadopsi. Kemudian kami cari kelemahannya untuk dibuat sebagai kekuatan sendiri. Akhirnya, kami bisa membuat layanan yang cukup unik.”

Lalu, produk untuk mengatur pembagian bandwidth ini pun dibuat, yang kemudian disebut Cyber Cost Cutter. Jadi, selain menawarkan jasa layanan akses Internet, produk pendukungnya pun ditawarkan, sehingga pengguna bisa mengontrol dan mengelola penjatahan bandwidth sendiri.

Kemudian, Quasar pun mulai mengarahkan bidikannya ke warung Internet (warnet). Maklum, berdasarkan data Awari, jumlah warnet di Indonesia mencapai sekitar 2.500 kios. Bandung merupakan kota dengan populasi warnet paling banyak, 400-an — disusul Yogyakarta, 300-an. Demi maksud itu, Agustus ini Quasar telah membuat produk untuk penghitungan akses Internet di warnet yang disebut Q-osk Net Billing.

Bisa dikatakan, kini Quasar telah menjelma menjadi perusahaan peranti telekomunikasi dan penyedia jasa TI terkemuka, setidaknya di regionalnya. Malah, produk peranti wartel keluaran Quasar — sudah memiliki 7 varian — merupakan pemimpin pasar di antara 72 merek yang beredar di Indonesia. Diklaim Yana, dari 400-500 ribu line unit wartel di Indonesia, sekitar 25% dikuasai produk Quasar. Bukan itu saja, sejak tahun 2000 produk peranti wartel Quasar diekspor ke Malaysia dan Thailand, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit, hanya ratusan unit per bulan. Adapun jumlah penjualan produk terminal CDMA-nya di bawah 1.000 unit/bulan. Maklum, produknya masih ditujukan untuk satu operator (Telkom Flexi).

Yang pasti, distribusi produk buatan Quasar telah berskala nasional, dan didukung lebih dari 300 distributor yang tersebar di seluruh Indonesia. Di samping itu, Quasar juga bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan FIF memberikan kredit di 21 kota, guna memberi kemudahan kepada konsumen dalam membeli produk Quasar. Jumlah karyawan Quasar saat ini lebih dari 250 orang, yang disokong lima orang “motor” desain dan sekitar 10 orang tim R & D. “Cita-cita kami, menjadi penyedia solusi terintegrasi, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi bisa bersaing di tingkat kawasan. Untuk itu, kami dituntut selalu inovatif, memiliki diferensiasi dan fokus pada core competence,” kata bapak dua anak kelahiran Cimahi, 13 Oktober 1965, ini tandas.

(SWA 18/XXI/ 31 Agustus 2006)

10 responses to “Quasar Mandiri: Kreator Peranti Telekomunikasi Inovatif

  1. Salam …

    emang keren banget nih quasar …
    bangga punya alumni macam Pak yana dan temennya itu …
    denger-denger emang quasar dulu sempet menjadi salah satu perusahaan yang didirikan untuk mendukung program BHTV (Bandung High Tech Valley) …

  2. saya bingung dengan inovasi yang banggakan oleh quasar tu (Quasar Phantom System), saya ngerasa pembatasan bandwidth gaya quasar tu terlalu aneh, masa make browsing2 aja kalo ampe 10mb udah langsung drop bandwidthnya malah ampe timeout2 gitu, dimatiin dulu beberapa puluh menit baru baik lagi bandwidthnya, saya jadi ngerasa ini bukan inovasi karena dengan logika pembatasan pembatasan bandwidth seperti biasa (misalnya pas download dibatasin 20kbytes/s) kayanya masih lebih baik dan “manusiawi”. Saya pelanggan baru quasar tapi kayanya bentar lagi beralih, udah ga tahan bentar2 harus matiin koneksinya biar bandwidthnya normal lagi.

  3. betul quasar bakalan kurang peminantnya klo kya gini terus saya lagi nunggu fastnet masuk bandung klo ga juga pake isp yang lain udah cukup sabar pake quasar dikit2 denda ah payah

  4. cukup terkenal tao,, by aradeanti SMKN 1 cihampelas..

  5. QuasarNet bisa menjadi ISP pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memberikan akses Internet secara satuan untuk setiap komputer.. hbat kan??
    by aradeanti, yg PKL diPT quasarnet..

  6. saya pengguna produk quasar sejak 2004 yaitu Flexsmile -QPhone berupa alat tlp jenis CDMA yang bisa menerima/bisa dikoneksikan ke mesin FAX..hasil nya juga cukup bagus. Sebelumnya saya tinggal di sumatera ..Sekarang mesin tsb saya bawa pindah ke Jakarta tetapi saya/operator cdma nya kesulitan untuk meng injeksikan nomor tlp cdma jakarta karena manual setting nya hilang. Adakah yg bisa membantu saya..? terimakasih

  7. Mohon kirimkan data mengenai produk quasar untuk alat Desulfasi battery system,karena kami membutuhkan alat tsbt trm kasih.

  8. saya mau service pabx storman 864 buatan pt.Quasar.adakah yg bisa bantu.terima kasih

  9. Sy ada tanah 335 mtr SHM..mau disewakan buat antena GPS di jalan wibawa mukti jati asih Bekasi..didekat sana akan di bangun. MALL AU..dekat pintul tol jatih asih..bekasi..tol joor..plese call me: Sonny 0818 79 8686

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s