Kiprah Worxcode di Tangan Anak Muda Berprestasi Yahud

Tidak banyak perusahaan pengintegrasi sistem (system integrator) lokal yang punya kemampuan di bidang desain otomasi dan konstruksi sistem, sekaligus pengembang software. Worxcode merupakan salah satu “barang langka” itu. Meski usianya relatif muda – berdiri pada Februari 2002 – Worxcode sudah mampu memikat sejumlah perusahaan besar sebagai kliennya. PT Telkom, misalnya, sejak 2002 memercayakan integrasi sistem dan aplikasi untuk kolaborasinya pada Worxcode.

Menurut Ikhsan, Manajer Senior Pengembangan Aplikasi Bisnis dan Sistem Pendukung PT Telkom, Worxcode mengerjakan arsitektur sistem Telkom yang mencakup 30 ribu karyawan secara nasional dengan beragam platform – mulai dari AIX, UNIX, Solaris, hingga Windows – untuk menjangkau 40 server. Rumitnya lagi, sistem di Telkom dirancang untuk menyinergikan beragam aplikasi, mulai dari CRM, customer data management, billing, messaging, workflow, collaboration, enterprise architecture integration, dan modul sistem ERP (khususnya SDM dan sistem finansial). “Kami menilai solusi yang ditawarkan Worxcode cukup bagus dan terpilih. Lebih penting lagi, mereka menawarkan cost yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya,” ungkap Ikhsan.

Selain Telkom, masih banyak perusahaan/institusi besar yang memercayakan pengerjaan integrasi sistemnya ke Worxcode. Sebut saja PT Astra International, IBM Indonesia, Bank Danamon, BNI, Sony Electronics Indonesia, PT Surveyor Indonesia, PT HM Sampoerna, Bank Indonesia dan Badan POM. Tak hanya itu, beberapa perusahaan di luar negeri pun pernah ditangani Worxcode, seperti kantor pusat Hyundai (Korea) dan Banko Central Ng Philippines.

Mencorongnya Worxcode tak bisa dilepaskan dari kiprah lajang kelahiran Bandung, 27 Oktober 1969, bernama Arvino Mudjiarto. “Kami running the business atas dasar kompetensi, inovasi dan fokus pada servis area,” Arvino menegaskan mengenai resep keberhasilan Worxcode.

Dari sisi kompetensi, khususnya di bidang implementasi dan integrasi sistem, kemampuan Arvino tak diragukan lagi. Keahlian coding dan programming telah dia miliki sejak masih di bangku SMP. Tak hanya itu, pengalaman dan jejaringnya yang luas turut mendongkrak citra Arvino di mata para klien. “Saya memiliki penilaian positif tentang Arvino. Dia cerdas, profesional dan didukung kemampuan komunikasi yang bagus,” ucap Ikhsan, memuji.

Pengalaman Arvino dan prestasi kariernya memang cukup membanggakan. Sebelum mengembangkan Worxcode, Arvino sempat mengabdi sebagai profesional di beberapa perusahaan. Setelah mengantongi titel sarjana Ilmu Fisika dari Institut Teknologi Bandung, Arvino langsung bergabung dengan Sony Electronics Indonesia (SEI). Selama tiga tahun di SEI, Arvino beroleh penghargaan dari Sony Corporation di Jepang sebagai Kepala Seksi Termuda (usia 23 tahun) yang mampu mengembangkan dan menyinergikan sistem operasional Sony secara global. Setelah itu, pada 1997 Arvino bergabung dengan Lotus Consulting. Selama tiga tahun berkiprah di perusahaan konsultan TI ini, sejumlah penghargaan dikoleksi Arvino. Antara lain, dua kali dianugerahi Managers Excellence Award; bahkan dinobatkan sebagai Country Manager termuda oleh Lotus Consulting Asia Pasifik di usia 29 tahun.

Tahun 2000, seiring dengan mergernya Lotus dan IBM, Arvino didapuk sebagai CTO IBM Indonesia. Di IBM, Arvino sempat tiga kali dianugerahi Directors Excellence Award dari IBM Asia Pasifik. Di luar itu, ia juga pernah mengukir rekor sebagai Youngest Business Council, Lotus ASEAN (1999); Youngest Technology Council Member, Lotus Asia Pasifik (1998); dan beberapa lagi. Terakhir, pada Mei lalu, Arvino menggaet penghargaan CTO Innovation Excellence Award 2006 dari IBM Inc. (internasional).

Perlu diketahui CTO Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan IBM sejak 12 tahun lalu. CTO Award ini adalah penghargaan tertinggi dari sejumlah kategori yang ada, sehingga sering disebut Oscarnya bidang TI. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai menunjukkan kehebatan dalam inovasi software dan penerapan arsitektural, yang diperkirakan bisa memberikan pengaruh pada pasar di masa mendatang. Dalam hal ini, Worxcode menjadi perusahaan pertama dari Indonesia yang mampu memenangi penghargaan tersebut. Maklum, dari 10 kategori penghargaan, 8 pemenang di antaranya datang dari Amerika Serikat dan Eropa, serta hanya dua pemenang dari Asia, yakni dari Cina dan Indonesia.

Toh, semua penghargaan itu tak membuat Arvino betah menjadi orang gajian, sehingga ia memilih mengembangkan bisnis sendiri. Didukung ibunya – yang sekarang bertindak sebagai komisaris – sulung dari 6 bersaudara ini mendirikan Worxcode. “Basisnya dari pengalaman. Tetapi orang tua saya pernah berpesan: jika kamu akan masuk ke dunia bisnis, maka harus benar-benar memiliki kompetensi di pasar yang akan dimasuki,” ujar Arvino menirukan.

Kompetensi, pengalaman dan jejaring ini, menurut Arvino, menjadi senjata andalannya dalam meyakinkan serta memasarkan jasa dan produknya ke konsumen. Tak hanya itu, untuk memperkuat posisinya di pasar Arvino menggandeng sejumlah mitra. Antara lain, Worxcode bekerja sama dengan IBM di bidang otomasi arisitektur komponen; dengan Sun Microsystem di bidang infrastruktur business intelligence; dan dengan Microsoft dalam area office web integration. “Sejak awal, area bisnis Worxcode adalah collaboration, workflow, office automation dan sistem produktivitas. Sekarang area itu menjadi aspek kunci di dunia Internet dan sangat booming,” Arvino menjelaskan.

Tak berhenti di situ. Jangkauan pasar pun diperluas. Kini, Arvino tak hanya menawarkan jasa dan produknya ke segmen korporat (perusahaan skala besar), tapi juga ke small medium business (UKM). “Ke depan, kami akan provide the best software yang juga bisa dipakai oleh SMB,” ia menandaskan. Produk barunya itu dinamakan Workbench, yakni semacam aplikasi electronic workdesk yang terintegrasi. Melalui Workbench, Arvino mengklaim, segala pekerjaan, informasi, aktivitas bisnis dan dokumen bisa dikelola dengan gampang. Rencananya, produk yang diharapkan bisa masuk ke semua skala bisnis ini mulai dipasarkan awal tahun depan.

(SWA 15/XXI/ 27 Juli 2006)

2 responses to “Kiprah Worxcode di Tangan Anak Muda Berprestasi Yahud

  1. hebat. maju terus arvino
    sy minta otobiography nya donk…..
    Thanks

  2. Sukses ya kak salam ke ibu,.memang Kakak jadi teladan kami semua.

    Jadi ingat kata Waren Buffet

    ” Janganlah Terjun Kedunia Bisnis yang sama sekali engkau tidak ketahui”

    Salam dari:

    ~Arip Nurahman dan kawan-kawan~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s