<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>be  Entrepreneur     &#124;   kumpulan tulisan</title>
	<atom:link href="http://zepbees.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zepbees.wordpress.com</link>
	<description>(pindah ke http://zepbees.com)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Nov 2011 10:56:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zepbees.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>be  Entrepreneur     &#124;   kumpulan tulisan</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zepbees.wordpress.com/osd.xml" title="be  Entrepreneur     &#124;   kumpulan tulisan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zepbees.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TeknoUp,  Mendulang Duit dari Mengupas Gadget</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/teknoup-mendulang-duit-dari-mengupas-gadget/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/teknoup-mendulang-duit-dari-mengupas-gadget/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 13:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Pada acara Jakarta Ventures Night, yang digelar di Grand Hyatt Hotel 18 Maret lalu dan dihadiri Mahendra Siregar, Wakil Menteri Perdagangan RI, meluncur sebuah pengumuman dari Batara Eto. Mitra Pengelola East Ventures itu mengatakan bahwa pihaknya baru saja mengucurkan dana &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/teknoup-mendulang-duit-dari-mengupas-gadget/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=532&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Pada acara Jakarta Ventures Night, yang digelar di Grand Hyatt Hotel 18 Maret lalu dan dihadiri Mahendra Siregar, Wakil Menteri Perdagangan RI, meluncur sebuah pengumuman dari Batara Eto. Mitra Pengelola East Ventures itu mengatakan bahwa pihaknya baru saja mengucurkan dana investasi (baca: akuisisi) kepada start-up lokal bernama TeknoUp (<a href="http://www.teknoup.comwww.teknoup.com">www.teknoup.com</a>).</span></p>
<p class="MsoPlainText"><em><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">by a. mohammad bs &amp; herning banirestu<br />
</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;"><br />
Menurut mantan CTO dan co-founder situs jejaring terbesar di Jepang Mixi itu, alasannya mengakusisi TeknoUp adalah sangat tingginya pertumbuhan gadget di Indonesia.<span id="more-532"></span> </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">&#8220;TeknoUp merupakan pemain nomor satu di kategori <em>gadget review</em> Indonesia,&#8221; ucap Batara dalam jawaban surat elektroniknya. &#8220;Kami yakin situs gadget review seperti TeknoUp akan tumbuh seiring pertumbuhan gadget di Indonesia,&#8221; kata Batara seraya menjamin tidak akan mengubah konten TeknoUp.</span></p>
<p>TeknoUp dikembangkan Citra Purnawijaya pada pertengahan 2009, di bawah bendera PT Kassa9 International. Ia bukan pendiri awal. Sebab, situs review yang tadinya bernama Kassa9 ini bangunan awalnya dibuat Ivan Weliesta. Namun, karena merasa tak memiliki waktu dan sumber daya yang cukup untuk mengembangkan Kassa9, Ivan menawarkannya kepada Citra. &#8220;Saya membelinya. Namanya saya ganti dengan TeknoUp, karena Kassa9 tidak mencerminkan sesuatu yang berbau gadget,&#8221; Citra menjelaskan.</p>
<p>Pria kelahiran Balikpapan, 1 Juli 1980, ini membenarkan bahwa TeknoUp fokus pada konten kupas gadget dan update berita teknologi terbaru. Citra melihat masih ada peluang pasar yang bisa digarap TeknoUp, yakni kecepatan mengupas gadget yang tidak bisa dilakukan media cetak. Lagi pula, sejauh ini website lokal yang mengulas gadget belum ada.</p>
<p>Bagi Citra, pembelian situs Kassa9 ini juga didasari kepentingan supaya bisa memperkuat lini bisnis yang sudah dikembangkannya lebih dulu, yakni Ajita Creative Company. Ajita yang dibentuk tahun 2006 merupakan perusahaan di bidang creative consultant and digital marketing agency. Kliennya antara lain Lintasarta, Samsung, Aha! (Bakrie Telecom), Holcim (www.membangunbersama.com), Pfizer (www.stopmerokok.com), dan pentolan band Padi, Piyu (www.piyulogy.com).</p>
<p>Citra menuturkan, selama ini pihaknya bekerja berbasis pada proyek atau klien. Namun, ia berpikir perlunya berinvestasi yang mungkin dari segi revenue lebih kecil dibanding Ajita, tetapi bisnis itu bisa berkembang hingga 10 tahun ke depan.</p>
<p>Diklaim Citra, dengan adanya TeknoUp, ia memiliki nilai jual lebih di mata calon klien. &#8220;Mereka akan menilai bahwa TeknoUp memiliki pasar yang kuat,&#8221; katanya. Pasalnya, saat ini TeknoUp sudah punya sekitar 15 ribu member (website maupun media sosial) dengan 1,5 juta pageview per bulan. &#8220;Kami bisa menawarkan kampanye yang tidak bisa ditawarkan portal lain. Kami tidak menawarkan mekanisme ad banner, tapi custom campaign dengan memadukan apa yang ada di Ajita serta data yang dimiliki TeknoUp,&#8221; kata lulusan Universitas Bina Nusantara ini.</p>
<p>Contohnya, ketika Samsung meluncurkan ponsel Android, TeknoUp membuat kuis yang bisa mendorong minat orang untuk mengenal gadget tersebut lebih jauh. TeknoUp juga mendorongnya dengan menghubungkan kuis tersebut ke media sosial. Selain Samsung, klien TeknoUp lainnya adalah LG dan SonyEricsson.</p>
<p>Arus pendapatan lain situs ini berasal dari data. Menurut Citra, pihaknya menggunakan analytical measurement dari data yang dimiliki, semacam marketing intelligent khusus pada produk gadget. &#8220;Kami melakukan survei detail,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain mobile phone, kini TeknoUp juga mulai me-review produk teknologi lainnya, seperti LED, LCD, notebook dan kamera. Diklaim pria yang pada 2004 pernah bekerja di Singapura ini, meski baru berumur setahun, TeknoUp sudah making money. Namun, ia mengaku visinya bukan sekadar mencetak uang, tetapi bagaimana membangun TeknoUp menjadi besar.</p>
<p>Nah, untuk mencapai tujuan itu, pihaknya membutuhkan investasi lebih besar. Lagi pula, ia melihat model bisnis media digital seperti TeknoUp ini gampang ditiru. Maka, supaya TeknoUp tidak disalip pemain lain, ia merasa harus berlari cepat dan agresif. Untuk itu, dibutuhkan modal besar. &#8220;Makanya kami mau bermitra dengan East Ventures. Untuk berbagi cost,&#8221; ujar entrepreneur yang kini mempekerjakan sekitar 30 karyawan ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=532&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/teknoup-mendulang-duit-dari-mengupas-gadget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LogIn, Jagonya Game untuk Branding</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/login-jagonya-game-untuk-branding/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/login-jagonya-game-untuk-branding/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 12:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Games is for everybody, cause everybody is a gamer. Itulah filosofi yang diyakini Bullitt Sesariza ketika memutuskan mengembangkan bisnis game. Setelah sempat 8 tahun menjadi profesional di Matahari Studio, Bullitt bersama kedua koleganya, Priyanto Sismadi dan Wibisono (Soni), mengembangkan perusahaan &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/login-jagonya-game-untuk-branding/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=527&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;"><em>Games is for everybody, cause everybody is a gamer</em>. Itulah filosofi yang diyakini Bullitt Sesariza ketika memutuskan mengembangkan bisnis game. Setelah sempat 8 tahun menjadi profesional di Matahari Studio, Bullitt bersama kedua koleganya, Priyanto Sismadi dan Wibisono (Soni), mengembangkan perusahaan game bernama PT Logika Interaktif (LogIn).</span></p>
<p><em>by a. mohammad bs &amp; yurivito kris nugroho</em></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Sekarang, LogIn telah menjadi salah satu perusahaan game interaktif paling produktif dengan beberapa lini produk yang bisa dinikmati semua lapisan masyarakat.<span id="more-527"></span> </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">LogIn secara resmi berdiri pada 2009, dengan modal awal Rp 50 juta. Namun, rintisannya sudah dilakukan pendirinya sejak dua tahun sebelumnya, dengan membuat 16 game. Setelah berbentuk perusahaan, dilakukan pembagian wewenang dan pembentukan divisi. Priyanto menangani urusan bisnis, Soni mengelola aspek animasi dan <em>art</em>, sedangkan Bullitt menangani desain dan teknologi. </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Game perdana yang dibuat LogIn adalah balap dan dance. Game tersebut pertama kali digunakan oleh GarudaFood untuk kegiatan promo below the line produknya dengan cara menyewa selama tiga hari. Setelah itu, mulai ada tawaran untuk disewa dalam acara Pekan Raya Jakarta selama sebulan.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Hingga saat ini LogIn sudah menciptakan 40 macam game. &#8220;Jadi kalau ada pengelola produk yang tertarik, tinggal pilih game mana yang paling cocok untuk merek produk dan target mereka,&#8221; katanya. Seiring dengan itu, bisnis LogIn pun terus berkembang, sehingga bisa mempunyai bengkel sendiri untuk produksi hardware-nya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Bisnis penyewaan game ini kemudian dijadikan divisi sendiri, yakni Divisi A Box Activation Game. Konsepnya, LogIn mengembangkan game yang kemudian dibuat seperti model arcade game &#8212; atau yang dikenal sebagai game ding dong &#8212; yang bisa digunakan sebagai sarana promosi sebuah merek. Game ini kemudian disewakan ke perusahaan yang hendak menyelenggarakan hajatan.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Tarif sewanya berkisar Rp 900 ribu-5 juta, tergantung jumlah dan tipe game yang disewa dan dikustomasi. Biasanya satu perusahaan bisa menyewa hingga 10 tipe game. Bahkan, Aqua pernah menyewa hingga 20 tipe game dalam satu acara. &#8220;Selama tiga bulan pertama bisnis penyewaan game berjalan, modal kami sudah kembali,&#8221; ungkap Priyanto.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kebanyakan game yang dikelola Divisi A Box Activation Game bersifat manual dan tidak selalu menggunakan layar. Namun, divisi inilah yang menjadi andalan bisnis LogIn. Game milik A Box sudah disewa buat banyak acara korporasi, seperti Karnaval SCTV, Soundrenaline A Mild Live, Jakarta Fair, Bobo Fair, Immunospace, Indonesia Motor Show dan lain-lain. Sementara perusahaan/merek yang memakainya antara lain Gudang Garam, Pocari Sweat, Nutrisari, Aqua, dan lainnya. Beberapa mal juga pernah memakai game milik LogIn, seperti Senayan City, Cilandak Town Square dan Grand Indonesia. &#8220;Pada dasarnya semua event dan perusahaan bisa memanfaatkan produk kami,&#8221; ujar Bullitt.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Setelah bisnis penyewaan game berjalan cukup mulus, mulailah dibentuk Divisi Manticore Studio, yang mengelola pekerjaan pembuatan game dari awal untuk dijual. Dijelaskan Priyanto, Direktur Pengembangan Bisnis LogIn, Manticore Studio adalah divisi full game developer untuk klien (perorangan atau perusahaan) yang ingin membuat game. Sejauh ini, pelanggan Manticore berasal dari luar negeri, kebanyakan dari Filipina, Singapura dan Australia. Tarifnya cukup wah, sekitar Rp 1 miliar. Biaya tersebut mencakup pembuatan konsep, desain dan produksi.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Selain kedua divisi tadi, LogIn juga memiliki Divisi Kampung Game, yakni divisi yang menjajakan game interaktif secara berkeliling ke perdesaan. Boleh jadi, Kampung Game merupakan aktualisasi dari slogan <em>game is for everybody</em>. Kampung Game sudah berkeliling di Solo, Magelang dan Klaten. Di tiap tempat yang didatangi, pihak LogIn menyewa tenda dan menyediakan sebuah wahana game. Koinnya dijual dengan harga murah. </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Tak cukup di situ, LogIn pun mengembangkan proyek Mystery of Batavia. Ini tergolong sebuah proyek besar tahunan yang berbentuk cerita tematis penuh atraksi di kawasan kota tua Jakarta. Acara ini diadakan karena banyaknya warisan yang sebenarnya merupakan aset sejarah berharga. Aset sejarah ini kemudian dikembangkan menjadi game dan atraksi berupa teater. Acara ini merupakan hasil kerja sama LogIn, British Council dan Pemda DKI Jakarta. </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Diklaim Bullitt, keunggulan LogIn adalah bisa menyediakan sarana branding di dalam game. Menurutnya, para prinsipal merek lebih suka dengan game buatan LogIn karena maskot, logo, bahkan slogan perusahaan dan produk bisa dimasukkan ke dalam game. Selain itu, game yang dibuat LogIn lebih menekankan unsur pendidikan, jauh dari kekerasan. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Sukses tiga sekawan tersebut mengembangkan LogIn, di mata pengamat industri game Andi S. Budiman, selain karena kreativitas mereka, juga kehadirannya pada waktu yang tepat. &#8220;Kehadiran mereka sudah tepat waktunya,&#8221; ujar Andi. Menurutnya, pengembangan beberapa divisi juga baik, karena LogIn jadi punya beberapa tangan untuk target pasar yang berbeda-beda. Toh, Andi menyarankan, agar LogIn terus mengembangkan pola model bisnis dan kemitraan yang tepat. Dan, ia menyarankan pula mereka bisa masuk ke pasar yang skalabel di Internet.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=527&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/login-jagonya-game-untuk-branding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anggi Krisna, Sarjana Peternakan yang Jadi Pengusaha Desain Web Jempolan</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/01/anggi-krisna-sarjana-peternakan-yang-jadi-pengusaha-desain-web-jempolan/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/01/anggi-krisna-sarjana-peternakan-yang-jadi-pengusaha-desain-web-jempolan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 07:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anggi Krisna (30 tahun), menghadiri meeting bisnis tak perlu harus tampil rapi dan klimis. Bahkan, pemilik iCreativeLabs dan tokokoo.com asal Bandung ini merasa tak perlu mandi dulu, cukup bercelana pendek dan duduk di depan komputer, deal bisnis tetap bisa &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2011/05/01/anggi-krisna-sarjana-peternakan-yang-jadi-pengusaha-desain-web-jempolan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=499&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Bagi Anggi Krisna (30 tahun), menghadiri meeting bisnis tak perlu harus tampil rapi dan klimis. Bahkan, pemilik iCreativeLabs dan tokokoo.com asal Bandung ini merasa tak perlu mandi dulu, cukup bercelana pendek dan duduk di depan komputer, deal bisnis tetap bisa dilakukan. Bila proyek selesai, dolar pun mengalir ke rekeningnya. &#8220;Beberapa kali dalam seminggu, saya sih masih suka menyempatkan datang ke kafe-kafe di Bandung: bertemu dengan teman-teman dari beragam profesi, bekerja sambil ngobrol, dan kerap menelurkan ide kreatif bersama,&#8221; ujar Anggi.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">by a. mohammad bs &amp; wini angraeni<br />
</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman',serif;"><br />
Saat ini, Anggi telah dikenal sebagai salah satu desainer web dari Indonesia yang mampu meraup ribuan dolar dari keahliannya. Padahal, ini semua bermula dari hobi. Maklumlah, Anggi bukan lulusan bidang teknologi informasi (TI), melainkan sarjana peternakan yang kebetulan merasa punya passionbesar di bidang ini.<span id="more-499"></span></span></p>
<p>Ketertarikan Anggi pada dunia desain web dimulai saat ia masih duduk sebagai mahasiswa tahun kedua di Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Awalnya, ia belajar merancang halaman web dari adik kelasnya. Setelah itu, ia mengembangkan keahliannya secara otodidak.</p>
<p>Setelah lulus kuliah, Anggi memutuskan bekerja di bidang TI. Tak terlalu lama menganggur, pria kelahiran Tegal, 24 Desember 1980, ini diterima sebagai layouter di Majalah Imaging Plus. Namun, hanya bertahan sebulan, Anggi pun pindah ke perusahaan software XSYS, dan diserahi tugas menjadi desainer web dan programmer flash dan animasi. Pindah dari XSYS, ia pun loncat sebagai perancang web di Indo.com.</p>
<p>Namun, naluri entrepreneur-nya yang kuat mendorong Anggi memilih jalur mandiri. Ia pun mulai menawarkan keahliannya di bidang desain web lewat dunia maya. Tak berselang lama, ia mendapat tawaran membuat personal website untuk seorang pencinta golf di Inggris. Bagaimana ia bisa mendapat klien dari luar negeri? &#8220;Melalui freelance agent di luar negeri,&#8221; katanya buka rahasia. Memang, ada beberapa web freelance agent, yang mempertemukan peminat (buyer) dengan para desainer web. Yang diikutinya, Elance, Freelance.com dan RentACoder.</p>
<p>Disebutkan pria berambut gondrong ini, di web freelance agent tersebut ia mendaftar secara gratis. Namun, setiap kali mendapat proyek ia dikenakan charge 10% dari nilai proyek yang didapat. Biasanya, di website tersebut dicantumkan proyek-proyek yang ditawarkan. &#8220;Sistemnya bidding. Yang skill-nya paling bagus, timeline-nya paling cepat, dan harganya masuk ke dalam range anggaran mereka. Itu biasanya yang dipilih,&#8221; ujar penggemar komik ini.</p>
<p>Menurut Anggi, proyek pertamanya diperoleh tahun 2007, senilai US$ 140. Bulan pertama ia mendapat tiga proyek, dengan total nilai US$ 600. Dan, pada bulan kedua ia mendapatkan nilai total proyek US$ 1.200. Pendapatannya selalu naik setiap bulan. Rata-rata ia bisa mendapatkan sekitar 10 proyek dalam sebulan. Jika diambil rata-rata nilai proyeknya US$ 1.000, dalam sebulan ia mengantongi US$ 10 ribu.</p>
<p>Anggi pun mendirikan iCreativeLabs sebagai payung bisnisnya. Sejalan dengan tawaran proyek yang terus mengalir, ia memutuskan mencari mitra. Setyagus Sucipto (Agus), seorang programmer yang dikenalnya di dunia online, dipilihnya. Tiga bulan berikutnya, Anggi merekrut dua tenaga baru: desainer web dan programmer. Ia pun mulai menyewa rumah&#8211;berbagi dengan temannya yang juga punya bisnis online&#8211;sebagai kantor. Strategi bisnis pun diubah: hanya mengerjakan proyek besar (kendati proyek kecil dari klien lama masih diterima). &#8220;Tiga tahun ini duit sudah ada, bisa bayar orang, tapi kok capek dikejar klien. Jadi kayak pabrikan,&#8221; Anggi mengeluhkan.</p>
<p>Lalu, pada Februari 2009, bersama teman-temannya di Jakarta Anggi mengembangkan situs GantiBaju.com (www.gantibaju.com)&#8211;merek online clothing yang memberikan kesempatan kepada para desainer untuk menampilkan desain baju (khususnya kaus) yang terbaik. Situs ini diluncurkan pada Februari 2009.</p>
<p>Tak berhenti di situ, Anggi membuat Tokokoo (www.tokokoo.com), yang merupakan WordPress eCommerce themes provider. Juni 2010 Tokokoo resmi diluncurkan. Sebelumnya, selama enam bulan melakukan uji coba pasar. Ternyata, cukup diminati. Bulan pertama ia menggaet US$ 400, meningkat terus sampai US$ 3.000 sebulan. &#8220;Produknya kejar kreatif, bukan dikejar klien. Kami bikin satu, orang beli, tinggal pergi,&#8221; ungkap Anggi semringah. Bahkan, agar fokus mengurus Tokokoo, ia memutuskan keluar dari GantiBaju.com, walaupun ia tetap punya saham di sana.</p>
<p>Untuk mengenalkan setiap template atau theme barunya, ia memanfaatkan buysellads.com. Anggi juga memasang iklan di sejumlah website berbayar. Pasalnya, ia melihat potensi bisnis yang menjanjikan dari Tokokoo. Saat ini, Tokokoo bisa menjual 60-80 themes per bulan. Hampir semua pembeli template-nya berasal dari luar negeri. &#8220;Dari 80 yang terjual, paling hanya dua yang dibeli pembeli lokal,&#8221; katanya.</p>
<p>Diklaim Anggi, setelah dua bulan berjalan, ada investor dari luar negeri yang tertarik membeli Tokokoo. Namun, ia memutuskan tidak menjualnya. &#8220;Karena kalau dijual, dalam agreement yang disodorkan, kami tidak boleh lagi bikin situs atau jualan yang sama seperti ini,&#8221; ujarnya. &#8220;Tokokoo awalnya memang template,&#8221; tuturnya, &#8220;tapi ke depan akan ada juga ikon, karakter, dan desain-desain yang melengkapi kebutuhan dunia e-commerce.&#8221;</p>
<p>Ke depan, selain akan fokus menjual template/theme lewat Tokokoo, Anggi pun ingin tetap membagi waktu untuk iCreative Labs. Selain itu, di waktu senggangnya, suami Erika Mirna dan ayah Azmi Fatima (1 tahun 10 bulan) ini tetap akan menulis di RuangFreelance.com&#8211;website yang ia kembangkan untuk membagi pengalamannya ketika menjadi freelancer. Di website tersebut, ia mengajarkan bagaimana bernegosiasi dengan klien, mengatur timeline, dan sebagainya. &#8220;Saya ingin Indonesia bisa mengalahkan India, yang kini jadi pilihan utama untuk outsourcing pekerjaan-pekerjaan di bidang TI. Untuk bisnis, saya ingin bisa masuk 10 besar dunia,&#8221; kata Anggi percaya diri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=499&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2011/05/01/anggi-krisna-sarjana-peternakan-yang-jadi-pengusaha-desain-web-jempolan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gebrakan Sylvia Sumarlin dkk.
Kembangkan Industri Chipset</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/gebrakan-sylvia-sumarlin-dkk-kembangkan-industri-chipset/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/gebrakan-sylvia-sumarlin-dkk-kembangkan-industri-chipset/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 11:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Public Figure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Semangat &#8220;Indonesia Bisa&#8221; tampaknya ikut melecut mental Sylvia W. Sumarlin dan Rudy Hari untuk berani mengembangkan bisnis chipset WiMax di Indonesia. Bagaimana tidak! Tenaga ahli chipset kelas dunia sebenarnya juga ada di sini. Tak sedikit ahli chipset design di beberapa &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/gebrakan-sylvia-sumarlin-dkk-kembangkan-industri-chipset/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=489&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semangat &#8220;Indonesia Bisa&#8221; tampaknya ikut melecut mental Sylvia W. Sumarlin dan Rudy Hari untuk berani mengembangkan bisnis chipset WiMax di Indonesia. Bagaimana tidak! Tenaga ahli chipset kelas dunia sebenarnya juga ada di sini. Tak sedikit ahli chipset design di beberapa perusahaan chipset dunia merupakan engineer asal Tanah Air.</p>
<p><em>by a. mohammad bs &amp; moh. husni mubarak</em></p>
<p>Di antara mereka adalah Trio Adiono, yang berasal dari ITB memiliki pengalaman bekerja di  Chip Design House di Fukuoka, Jepang, yang bertanggung jawab menangani chip design beberapa perusahaan multinasional. Nama lainnya adalah Eko Fajar Nurprasetyo, yang menjadi Distinguished Senior Engineer di Sony Semiconductor, Jepang.<span id="more-489"></span></p>
<p>Hal lain yang turut membakar semangat pasangan Sylvia dan Rudy adalah prospek bisnis chipset WiMax yang cukup menjanjikan. &#8220;Industri WiMax punya potensi sangat menarik, tidak hanya di Indonesia tapi juga di tingkat global. Jadi, kami ingin menjadi perusahaan pemasok chipset, baik untuk pasar Indonesia maupun pasar global,&#8221; ujar Sylvia penuh semangat.</p>
<p>Melihat prospek tersebut, sejoli ini pun mengajak Trio dan Eko untuk mendirikan perusahaan yang akan menggarap bisnisnya. Pada 2007, dibentuklah PT Xirka Silicon Technology, dengan investasi awal Rp 20 miliar. Pembagian wewenang dan tugas pun  ditentukan: Rudy sebagai chairman, Sylvia sebagai chief executive officer, Trio sebagai  direktur chipset design, dan Eko sebagai direktur pengembangan bisnis. Kuartet ini masih didukung tenaga ahli sekitar 60 engineer lokal. &#8220;Saya menyadari untuk mengembangkan sebuah chipset, yang diperlukan tidak hanya ilmu membuat, tetapi juga manajemen yang baik, mulai dari finansial, pemasaran, hubungan dengan pemasok dan sebagainya. Potensi itulah yang saya lihat di Xirka,&#8221; ujar Trio, memberi alasan kesediaannya menerima tawaran Sylvia dan Rudy.</p>
<p>Setelah setahun berjalan, Xirka ternyata tidak hanya berkutat di teknologi WiMax, tetapi juga mengembangkan desain chipset perangkat elektronik lainnya. Kendati begitu, fokus bisnisnya tetap sebagai penyedia chipset WiMax, baik berbasis standar teknologi 16d maupun 16e. Bahkan, Xirka sudah mengekspor produknya ke  Jepang dan Malaysia. Di Malaysia, Xirka mendapatkan tender proyek dari Mimos untuk produk Mimos Wiwi Outdoor Access Point-Going Global yang menggunakan standar 16e. Perangkat yang dikeluarkan Mimos ini akan dipakai untuk pelayanan publik, seperti pertanian, pendidikan dan transportasi. &#8220;Jumlah chipset yang dipesan mencapai 1 juta unit. Harganya sekitar US$ 40 per keping,&#8221; ucap Sylvia.</p>
<p>Diungkapkannya, desain produksi chipset dilakukan di Indonesia, tetapi untuk pabrikasi sampai pembuatan silikon masih harus dilakukan di Jepang atau Singapura. Pasalnya, alat untuk memproduksinya sangat mahal, sementara skala produksi Xirka masih relatif kecil. &#8220;Ke depan, Xirka akan merambah ke desain dan produksi chipset peralatan elektronik dan ICT lainnya. Bahkan untuk generasi WiMax selanjutnya atau enhanced, Xirka telah siap,&#8221; Sylvia menegaskan.</p>
<p>Toh, diakui Trio, untuk membangun industri chipset tidaklah gampang. Kendalanya terutama dalam hal pengalaman, sehingga sebagai perusahaan baru pihaknya mesti banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapabilitas para engineer-nya. Selain itu, ekosistem industri elektronik di Indonesia belum terbentuk, sehingga dalam berbagai hal terkadang harus melakukan sendiri pekerjaan di luar lingkup kerja perusahaan.</p>
<p>Saat ini, Xirka juga telah mendapat kepercayaan dari Huawei untuk menggarap perangkat WiMax-nya. Seperti diketahui, untuk teknologi BWA/WiMax ini pemerintah mensyaratkan kandungan lokal&#8211;atau dikenal dengan istilah Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)&#8211;tertentu untuk perangkat/alat yang akan digunakan, yaitu 40% untuk base station dan 30% untuk subscriber station. &#8220;Ini berarti, bagi vendor global seperti Huawei, sudah menjadi keharusan untuk bekerja sama dengan mitra lokal dalam pengembangan dan penyediaan produknya,&#8221; ujar Dani K. Ristandi, Deputi Direktur Divisi Dukungan Penjualan dan Solusi Pelanggan PT Huawei Tech Investment.</p>
<p>Menurut Dani, dipilihnya Xirka sebagai penyedia perangkat WiMax berdasarkan beberapa pertimbangan. Antara lain: Xirka sebagai Principal Member di WiMax Forum menunjukkan eksistensinya di tingkat global dalam pengembangan teknologi BWA/WiMax. Huawei juga menilai Xirka mempunyai SDM, fasilitas, serta pengalaman dalam penelitian dan pengembangan&#8211;khususnya teknologi BWA/WiMax&#8211;yang akan mempermudah proses transfer teknologi dan pengetahuan, serta pengembangan perangkat ke depan. &#8220;Xirka juga mempunyai akses langsung ke penyedia material lokal, sehingga akan mempermudah terpenuhinya TKDN yang disyaratkan dan mereka sangat memahami pasar broadband di Indonesia,&#8221; Dani menambahkan.</p>
<p>Pengamat industri telekomunikasi dari Masyarakat Telematika Indonesia, Sumitro Roestam, menilai positif kiprah Xirka. Alasannya, Xirka mampu mendorong tenaga ahli chipset lokal untuk berkarya. &#8220;Ini membuktikan Indonesia sudah punya kemampuan membuat chipset yang perlu keahlian khusus yang jarang ada di dunia,&#8221; ujar Sumitro.</p>
<p>Mengingat usianya yang masih seumur jagung, Xirka memang belum bisa menandingi perusahaan chipset dunia. Namun, Sumitro optimistis Xirka mempunyai potensi dan bisa mendunia. Syaratnya, adanya dukungan yang kuat dari pemerintah terhadap industri dalam negeri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=489&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/gebrakan-sylvia-sumarlin-dkk-kembangkan-industri-chipset/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bhinneka.com, 
Tak Hanya Sumber Referensi Produk TI</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/bhinneka-com-tak-hanya-sumber-referensi-produk-ti-2/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/bhinneka-com-tak-hanya-sumber-referensi-produk-ti-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 08:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mau nyari laptop? Cek aja dulu di Bhinneka.com,&#8221; ucap seorang pria mengingatkan temannya yang mau membeli laptop. Betul, top of mind Bhinneka.com sudah cukup kuat di Tanah Air sebagai portal e-commerce yang menyediakan beragam produk teknologi informasi (TI). by a.mohammad &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/bhinneka-com-tak-hanya-sumber-referensi-produk-ti-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=481&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Mau nyari laptop? Cek aja dulu di Bhinneka.com,&#8221; ucap seorang pria mengingatkan temannya yang mau membeli laptop. Betul, top of mind Bhinneka.com sudah cukup kuat di Tanah Air sebagai portal e-commerce yang menyediakan beragam produk teknologi informasi (TI).</p>
<p><em>by a.mohammad bs &amp; moh. husni mubarak</em></p>
<p>Popularitas Bhinneka.com sudah terlihat dari jumlah pengunjungnya setiap hari yang mencapai 50 ribu <em>unique hit</em>&#8211;dihitung per orang yang berbeda, baik PC maupun IP address. Selain itu, Bhinneka.com dibuka 4 ribu halaman per hari dari pelanggan yang berkunjung. Rata-rata per orang membuka 8 halaman per kunjungan. Tak mengherankan, berdasarkan survei Alexa.com, untuk e-commerce Bhinneka.com masuk lima besar, dan berada di posisi 60-an sebagai situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Toh, jumlah pengunjung itu tidak berbanding lurus dengan transaksi yang dilakukan. Performa ini luar biasa. Sering Bhinneka.com digunakan untuk mengecek harga komputer atau produk-produk TI.<span id="more-481"></span></p>
<p>Keberhasilan Bhinneka.com menjadi portal e-commerce terkemuka di Indonesia, tentu saja, tidak lepas dari kegigihan dan keyakinan pendirinya Hendrik Tio. Pada 1999, Hendrik melakukan gebrakan dengan menawarkan layanan e-commerce melalui Bhinneka.com, di bawah PT Bhinneka Mentari Dimensi. Padahal, ketika itu akses Internet masih cukup sulit. Apalagi transaksi secara online. Toh, Hendrik tetap yakin bisnis e-commerce-nya bakal bertumbuh seiring perkembangan Internet. &#8220;Saat ini ada 15 juta orang di Indonesia yang menggunakan PC, 3 juta menggunakan laptop dan 100 juta orang menggunakan ponsel untuk terkoneksi ke Internet,&#8221; ujar Hendrik.</p>
<p>Seiring perkembangan, Bhinneka pun terus dibenahi. Menurut Hendrik, awalnya Bhinneka.com dikerjakan dengan sangat sederhana, begitu pula dengan varian produknya, lebih pada katalog displai semata. Namun, seiring tuntutan pasar, Hendrik pun mengembangkan portal itu lebih interaktif. Dan, tetap cepat dan nyaman diakses pelanggan. Bahkan, Bhinneka.com membuat inovasi layanan unik, yakni Tawar On Line. &#8220;Bhinneka memberikan layanan yang dekat dengan karakter orang Indonesia yang suka tawar-menawar harga,&#8221; ungkap Hendrik.</p>
<p>Tak hanya itu, karakter Indonesia juga coba ditampilkan Bhinneka.com melalui tema nuansa Nusantara. Selama 10 tahun terakhir, Bhinneka.com sudah 19 kali berubah tema. Kali ini, mengambil tema topeng.</p>
<p>Selain itu, Bhinneka.com terus melakukan pengembangan produk. Saat ini, tidak hanya komputer dan produk turunannya yang dijual di Bhinneka.com, tetapi ada kelengkapan fotografi, aneka gadget, hingga peralatan kantor. Pasalnya, menurut Hendrik, pasar di segmen office equipment ini menarik, bahkan sekarang pelanggan korporat mencapai 30%. Begitu pula fotografi yang sedang ngetren. Saat ini, total ada 20 ribu item produk dengan sekitar 300 merek. &#8220;Setiap hari kami akan mengembangkan terus, karena pelanggan lebih suka jika di satu tempat bisa menemukan lebih banyak,&#8221; ujar penggemar fotografi ini.</p>
<p>Kendati begitu, diakui Hendrik, orang yang berkunjung ke Bhinneka.com bukan murni mau belanja online. Mereka sekadar ingin cari data, informasi, dan membandingkannya. Maka, kontribusi dari penjualan online Bhinneka.com hanya sekitar 5%. Sementara pendapatan terbesar masih disumbang dari ke-7 toko Bhinneka, yang pelanggan datang secara langsung. Secara keseluruhan omset Bhinneka mencapai Rp 60 miliar setahun. &#8220;Orang belum siap, masih takut, mereka lebih suka langsung melihat produknya, datang ke tokonya,&#8221; ujar Hendrik. &#8220;Persentase pengguna e-commerce di Indonesia akan terus berkembang, tetapi tidak secepat pengguna Internet,&#8221; tambahnya optimistis.</p>
<p>Salah seorang pembeli di toko Bhinneka, Wahyu Purnomo, mengatakan alasannya membeli notebook di toko itu setelah lebih dulu browsing di website-nya. Meski sudah tahu bisa belanja online, Wahyu memilih langsung datang ke toko. &#8220;Belanja secara online takutnya barang yang dipesan tidak sesuai. Kalau di sini bisa lihat langsung kondisinya,&#8221; ujarnya saat ditemui di gerai Bhinneka Mangga Dua. &#8220;Bhinneka.com sudah cukup baik. Untuk harga, tidak jauh berbeda. Bahkan, masih bisa ditawar,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Popularitas Bhinneka.com sebagai portal e-commerce terkemuka di Indonesia diakui pula oleh Sumardy. Menurut pengamat pemasaran dari Octovate Consulting ini, Bhinneka sudah punya citra kuat sebagai e-commerce yang menyediakan produk elektronik, komputer dan gadget. &#8220;Hampir semua orang yang mencari sumber referensi komputer atau gadget top of mind-nya adalah Bhinneka.com,&#8221; ujarnya.<br />
Nah, meskipun Bhinneka.com punya keunggulan merek sebagai produk referensi, tidak otomatis mampu mendorong orang bertransaksi secara online. Pasalnya, orang Indonesia belum siap belanja online. Mereka masih memilih di toko tradisional karena bisa melihat fisik barangnya, atau harganya bisa lebih murah. &#8220;Salah satu alasan orang tidak beli di online yaitu dari harga. Jadi, apakah Bhinneka harganya cukup kompetitif. Citra itu yang harus diciptakan. Saat ini citranya masih sebagai sumber referensi produk saja. Jangan sampai citra merek Bhinneka dengan harga kurang kompetitif malah ikut terbawa ke toko offline-nya,&#8221; papar Sumardy mewanti-wanti.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=481&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/bhinneka-com-tak-hanya-sumber-referensi-produk-ti-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Boy Hidayat Lubis:
Jagoan Aplikasi Telekomunikasi</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/boy-hidayat-lubisjagoan-aplikasi-telekomunikasi/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/boy-hidayat-lubisjagoan-aplikasi-telekomunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 06:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi dari praktik kerja di sebuah perusahaan telekomunikasi nasional ketika masih mahasiswa, kini Boy Hidayat Lubis menjadi pengusaha sistem telekomunikasi sukses lewat Tel-Access. Apa kuncinya? by a.mohammad bs &#38; moh. husni mubarak Ketika keran izin untuk mengembangkan operator telekomunikasi di &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/boy-hidayat-lubisjagoan-aplikasi-telekomunikasi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=474&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terinspirasi dari praktik kerja di sebuah perusahaan telekomunikasi nasional ketika masih mahasiswa, kini Boy Hidayat Lubis menjadi pengusaha sistem telekomunikasi sukses lewat Tel-Access. Apa kuncinya?</p>
<p><em>by a.mohammad bs &amp; moh. husni mubarak</em></p>
<p>Ketika keran izin untuk mengembangkan operator telekomunikasi di Tanah Air mulai dibuka Pemerintah Orde Baru pada awal 1990-an, Boy Hidayat Lubis melihatnya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. &#8220;Saya melihat peluang untuk menyediakan solusi softwarebagi operator-operator telekomunikasi yang baru berdiri itu sangat besar,&#8221; kata Boy. <span id="more-474"></span></p>
<p>Ide untuk mengembangkan bisnis muncul ketika ia sedang melaksanakan tugas kerja praktik di PT Gratika, salah satu anak perusahaan PT Telkom, pada 1993. Ketika itu, Telkom membeli teknologi voice responsedari Australia untuk sistem billing information, yakni sistem untuk mengetahui tagihan telepon rumah—sekarang dikenal dengan kode telepon 147. Kala itu, Boy yang masih mahasiswa semester VI Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung  menemukan banyak sekali sistem softwareyang seharusnya bisa dikembangkan sendiri di Indonesia. Ia juga melihat aplikasi-aplikasi seperti itu sangat dibutuhkan oleh operator telekomunikasi di Tanah Air. &#8220;Saya sendiri bisa mengerjakan software-nya. Gampang kok. Dan, saya pikir itu bisa dijual,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia pun memancangkan tekad, selesai program kerja praktik akan membuat perusahaan yang membidangi solusi untuk telekomunikasi. Untuk merealisasi niatnya tersebut, pria kelahiran Jakarta, 11 Juni 1970, ini mengajak tiga rekan kuliahnya. Maka, dibentuklah PT Teleakses Solusindo (kini dikenal dengan brandTel-Access) pada 1993. &#8220;Investasinya hampir tidak ada, karena modal yang dibutuhkan hanyalah skilluntuk mengerjakan software,&#8221; kata Boy, yang sekarang menjabat sebagai Preskom Tel-Access.</p>
<p>Proyek perdana Tel-Access datang dari Telkom, yaitu pembuatan calling card menggunakan teknologi yang sama, voice response.Di Amerika Serikat, layanan calling cardini sangat populer. Sayangnya, di Indonesia hanya bertahan sebentar. Sebab, muncul teknologi baru, yaitu berupa kartu telepon yang bisa dimasukkan ke dalam telepon umum. Yang membedakan, calling cardtidak perlu dimasukkan ke dalam pesawat telepon. Cukup memasukkan nomor kartunya, setelah itu sistem akan memberi tahu sisa pulsanya berapa atau bisa langsung melakukan dialke nomor tujuan. Calling cardinvestasinya lebih murah karena tidak perlu mesin telepon khusus. Ketika itu, proyek pengembangan calling cardini bernilai US$ 250 ribu atau sekitar Rp 500 juta (kurs saat itu Rp 2.000/US$).</p>
<p>Tahun 1994, boleh dibilang booming-nya industri telekomunikasi di Indonesia. Setelah Telkom dan Indosat, berikutnya muncul pemain-pemain baru, seperti Satelindo, Komselindo, Telesera, Ratelindo dan Excelcomindo Pratama (XL). Nah, ketika perusahaan operator seluler mulai bermunculan, salah satu kebutuhan utamanya adalah informasi billing. Peluang ini langsung disambar dengan cepat oleh Boy dan timnya dengan memperkenalkan solusi informasi billing.&#8221;Yang pasti, ketika perusahaan telekomunikasi berdiri, yang mereka perlukan adalah sistem yang bisa membantu customermenanyakan tagihan,&#8221; kata pengagum Steve Jobs ini.</p>
<p>Logikanya, setelah bertanya soal tagihan, pelanggan pasti butuh media untuk komplain. Jadi, mereka membutuhkan layanan contact center. Para operator tersebut menghubungi Tel-Access kembali untuk memasok sistem contact center. Pasalnya, mereka masih kesulitan mencari tenaga ahli lokal yang bisa mengembangkannya. Bahkan, vendor jaringan telekomunikasi raksasa seperti Lucent dan Nortel belum punya ahli softwareseperti itu di Indonesia. Mereka pun menggunakan Tel-Access untuk implementasi teknologinya. Menurut Boy, untuk layanan contact centerini, nilai kontraknya US$ 100-150 per proyek. &#8220;Para operator ini ada yang beli kontan, ada juga yang memasukkannya ke dalam operational expenditure,&#8221; kata Boy.</p>
<p>Selain operator telekomunikasi, yang membutuhkan call centerdi antaranya kalangan perbankan, asuransi, dan industri yang punya banyak pelanggan. Saat ini, semua operator telekomunikasi pernah menggunakan layanannya. Begitu juga beberapa bank besar seperti Bank Niaga (sebelum bergabung dengan Lippobank), Bank Muamalat dan Bank Bukopin. &#8220;Pada prinsipnya semua jenis usaha membutuhkan contact system. Sebab, sistem ini dirancang untuk mengelola proses bisnis antara pelanggan dan perusahaan, dimulai dengan proses suspecting, prospecting, deal, hingga after sales,&#8221; Boy menjelaskan.</p>
<p>Dari pengalaman tersebut, Tel-Access mulai menguasai teknologinya. Beberapa jenis sistem diimplementasikan untuk mereka, antara lain call center, billing info, voice mail system, conference system calling card system. &#8220;Yang menjadi kebanggaan, pada saat itu kamilah satu-satunya perusahaan yang mengembangkan sistem itu sendiri di dalam negeri dengan tenaga engineer . Selain bisa menekan biaya produksi, kami juga bisa menyesuaikan sistemnya dengan kebutuhan para klien,&#8221; ujar Boy bangga.</p>
<p>Bahkan, diklaim Boy, Tel-Access merupakan perusahaan pertama yang membuat sistem VoIP (Voice Internet Protocol) di Indonesia, yakni tahun 1998. Tel-Access mendapatkan proyek implementasi telepon berbasis Internet yang berbiaya murah itu dari Telkom. Sayangnya, belakangan sistem VoIP ini terhambat aspek aturan hukum.</p>
<p>Memasuki tahun 2000-an, ketika layanan telekomunikasi seluler semakin dikenal oleh masyarakat di Indonesia, Tel-Access mulai mengembangkan solusi mobile intelligent network, merupakan jantung teknologi seluler. Bahkan, Tel-Access mampu mengembangkan teknologi ini&#8211;dimanfaatkan oleh Kepolisian RI&#8211;untuk mendeteksi lokasi para penjahat atau teroris, dengan cara melacak lokasi telepon seluler mereka. Untuk mengembangkan teknologi mobile intelligent networkini, dana yang dibenamkan mencapai Rp 1 miliar. Diyakini Boy, solusi ini akan terus berkembang dengan semakin luasnya pemanfaatan ponsel.</p>
<p>Kejelian Boy dalam menangkap peluang tak berhenti di situ. Tingginya pemakaian SMS oleh pelanggan di Tanah Air dijadikan peluang untuk mengembangkan sistem Short Message Service Center (SMSC). Melalui layanan SMSC ini, para operator seluler bisa mengirimkan sampai dengan puluhan juta SMS setiap hari tanpa mengganggu kapasitas SMS di antara pelanggan. &#8220;Sistem ini sangat efektif bagi operator untuk memperkenalkan layanan mereka,&#8221; ujar Boy menegaskan.</p>
<p>Begitu pula, Boy memprediksi, ke depan pemanfaatan teknologi ponsel akan terus berkembang, mulai dari voice, data, hingga multimedia. Ia memperkirakan, semua operator sedang mengarah ke multimedia. Jadi, tidak hanya jasa telepon lagi, tetapi juga jasa akses Internet, televisi, sampai periklanan. Nah, untuk menangkap peluang itu, Tel-Access pun menawarkan solusi mobile advertising yang diramalkan akan menjadi bidang pertumbuhan baru dalam bisnis seluler. &#8220;Tel-Access telah berpengalaman dalam implementasi sistem mobile network yang menjadi jantung dari platform mobile advertising,&#8221; kata ayah Debra Mazaya (8 tahun) dan Zhillan Bariq Gann (4 tahun) ini.</p>
<p>Menurut Boy, m-advertising menjadi menarik karena penyebaran ponsel semakin luas di masyarakat. Mengingat besarnya jumlah penggunanya dewasa ini, ponsel pun sangat mungkin menjadi media yang paling banyak penggunanya di masa mendatang. Informasi iklan yang ingin disampaikan bisa kapan saja dan di mana saja karena bersifat mobile. Diklaim Boy, Tel-Access mempunyai teknologi m-advertising yang dapat mengirimkan pesan iklan bervariasi, mulai dari voice, SMS, MMS, WAP, Web, hingga videoklip. Karenanya, teknologi m-advertising yang dikembangkan akan dapat melayani seluruh pelanggan mulai dari yang menggunakan ponsel sederhana hingga yang paling canggih. &#8220;Kami juga dapat mengirimkan pesan iklan tersebut berdasarkan lokasi terkini pelanggan, sehingga untuk pertama kalinya iklan akan dapat dikirimkan sesuai dengan pergerakan masyarakat,&#8221; kata pehobi sepeda gunung ini.</p>
<p>Platform teknologi untuk m-advertising yang dikembangkan Tel-Access ini, menurut Boy, nantinya bisa dipakai untuk bekerja sama dengan pemilik database atau perusahaan agensi iklan yang punya profil pelanggan. Kini, Indosat dan XL telah menggunakan solusi m-advertising dari Tel-Access ini. Secara keseluruhan, hampir semua operator seluler di Indonesia menjadi kliennya, di antarnaya XL, Telkom, Indosat, Bakrie Telecom, Ratelindo, Komselindo, Telesera dan Infomedia. Juga, beberapa operator telekomunikasi negara tetangga, termasuk Celcom (Malaysia) dan Intex (Filipina). Adapun pelanggannya di industri perbankan lokal, yakni Bank Niaga (sebelum gabung dengan Lippobank), Citibank dan Bank Muamalat. Rata-rata, diklaim Boy, bisnis Tel-Access tumbuh 30% setiap tahun. Bahkan, pada 2009 ia menyebut pertumbuhannya lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini disebabkan lonjakan jumlah pelanggan seluler di Indonesia.</p>
<p>Diakui Boy, sejauh ini bisnisnya berjalan mulus. Menurutnya, masa sulit terjadi pada saat pecah kongsi. Karena perbedaan pandangan, dua rekannya memutuskan pisah tahun 2004. Kini, Tel-Access dikendalikan Boy dan kolega lamanya, Hermansyah, yang bertindak sebagai dirut, dibantu 32 karyawan.</p>
<p>Boy menyebutkan, persaingan tidak menjadi kendala. Terlebih, ia tak punya pesaing lokal. Masalahnya justru belum cukup kuatnya kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan pemain lokal seperti Tel-Access.</p>
<p>Menurut Boy, kunci suksesnya selama ini karena pihaknya tidak overpromise kepada pelanggan. Prinsipnya, selama melakukan apa yang dijanjikan, pelanggan akan terus percaya. Ia juga selalu menanamkan semangat pada karyawan bahwa kemajuan perusahaan tergantung pada manusia di dalamnya. &#8220;Kami juga mengapresiasi karyawan yang berprestasi,&#8221; ucap Boy. &#8220;Misalnya, memberikan bonus jalan-jalan ke luar negeri.&#8221;</p>
<p>Kepiawaian Boy dalam menggelindingkan roda bisnis diakui koleganya, Hermansyah. Menurutnya, Boy memang punya bakat kuat dalam dunia bisnis. Sementara Hermansyah lebih berperan di sisi teknologinya. &#8220;Kalkulasi bisnisnya (Boy) betul-betul akurat. Teknologi tidak hanya diserap begitu saja, tetapi (dipertimbangkan) laku atau tidak,&#8221; ungkap Hermansyah.</p>
<p>Selain itu, lanjut Hermansyah, koleganya itu merupakan sosok pribadi yang tegas. Ia juga merasakan karakter itu dibutuhkan untuk mengambil keputusan bisnis. Tampaknya, antara Boy dan Hermansyah saling mem-back up, dengan prinsip saling percaya.</p>
<p>Ungkapan senada dikemukakan mitra bisnis Boy. Aang Koesmanggala, General Manager-Head of Network Roll Out Jabodetabek I Banten dan Jawa Barat PT Natrindo Telepon Selular, menilai Boy sebagai orang yang konsisten melakukan usaha di bidang yang termasuk high profile, high competition. Padahal, persaingannya dengan produk dan aplikasi yang sama dari luar negeri. &#8220;Di masa sulit sekalipun, Boy tetap menunjukkan keseriusannya untuk membina dan mengembangkan tenaga-tenaga muda programmer, untuk tetap berkarya dan berinovasi menghasilkan produk dan aplikasi baru,&#8221; ujar Aang.</p>
<p>&#8220;Saya kenal Boy sejak masuk kuliah di ITB,&#8221; kata Aristo Lystiono. Menurut Aristo, Boy itu orang yang sangat ulet, dan bakat bisnisnya sudah terlihat sejak masih mahasiswa. &#8220;Salah satu kekuatan Boy adalah bisa membangun basis networking yang kuat, sehingga sangat mendukung dan membesarkan kegiatan bisnisnya,&#8221; ujar GM IT Network Operations Center PT Bakrie Telecom itu. &#8220;Yang perlu ditingkatkan, jika memang sudah confident terhadap produknya, sebaiknya mulai bergerak ke arah high-profile campaign. Jadi, sudah saatnya mengumumkan semua portofolio produk secara high profile,&#8221; Aristo menyarankan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/474/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=474&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2011/01/17/boy-hidayat-lubisjagoan-aplikasi-telekomunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bhinneka.com, 
Tak Hanya Sumber Referensi Produk TI</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2010/12/06/bhinneka-com-tak-hanya-sumber-referensi-produk-ti/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2010/12/06/bhinneka-com-tak-hanya-sumber-referensi-produk-ti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 08:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mau nyari laptop? Cek aja dulu di Bhinneka.com,&#8221; ucap seorang pria mengingatkan temannya yang mau membeli laptop. Betul, top of mind Bhinneka.com sudah cukup kuat di Tanah Air sebagai portal e-commerce yang menyediakan beragam produk teknologi informasi (TI). by a.mohammad &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2010/12/06/bhinneka-com-tak-hanya-sumber-referensi-produk-ti/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=401&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Mau nyari laptop? Cek aja dulu di Bhinneka.com,&#8221; ucap seorang pria mengingatkan temannya yang mau membeli laptop. Betul, top of mind Bhinneka.com sudah cukup kuat di Tanah Air sebagai portal e-commerce yang menyediakan beragam produk teknologi informasi (TI).</p>
<p><em>by a.mohammad bs &amp; moh. husni mubarak</em></p>
<p>Popularitas Bhinneka.com sudah terlihat dari jumlah pengunjungnya setiap hari yang mencapai 50 ribu unique hit – dihitung per orang yang berbeda, baik PC maupun IP address.<span id="more-401"></span></p>
<p>Selain itu, Bhinneka.com dibuka 4 ribu halaman per hari dari pelanggan yang berkunjung. Rata-rata per orang membuka 8 halaman per kunjungan. Tak mengherankan, berdasarkan survei Alexa.com, untuk e-commerce Bhinneka.com masuk lima besar, dan berada di posisi 60-an sebagai situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Toh, jumlah pengunjung itu tidak berbanding lurus dengan transaksi yang dilakukan. Performa ini luar biasa. Sering Bhinneka.com digunakan untuk mengecek harga komputer atau produk-produk TI.</p>
<p>Keberhasilan Bhinneka.com menjadi portal e-commerce terkemuka di Indonesia, tentu saja, tidak lepas dari kegigihan dan keyakinan pendirinya Hendrik Tio. Pada 1999, Hendrik melakukan gebrakan dengan menawarkan layanan e-commerce melalui Bhinneka.com, di bawah PT Bhinneka Mentari Dimensi. Padahal, ketika itu akses Internet masih cukup sulit. Apalagi transaksi secara online. Toh, Hendrik tetap yakin bisnis e-commerce-nya bakal bertumbuh seiring perkembangan Internet. &#8220;Saat ini ada 15 juta orang di Indonesia yang menggunakan PC, 3 juta menggunakan laptop dan 100 juta orang menggunakan ponsel untuk terkoneksi ke Internet,&#8221; ujar Hendrik.</p>
<p>Seiring perkembangan, Bhinneka pun terus dibenahi. Menurut Hendrik, awalnya Bhinneka.com dikerjakan dengan sangat sederhana, begitu pula dengan varian produknya, lebih pada katalog displai semata. Namun, seiring tuntutan pasar, Hendrik pun mengembangkan portal itu lebih interaktif. Dan, tetap cepat dan nyaman diakses pelanggan. Bahkan, Bhinneka.com membuat inovasi layanan unik, yakni Tawar On Line. &#8220;Bhinneka memberikan layanan yang dekat dengan karakter orang Indonesia yang suka tawar-menawar harga,&#8221; ungkap Hendrik.</p>
<p>Tak hanya itu, karakter Indonesia juga coba ditampilkan Bhinneka.com melalui tema nuansa Nusantara. Selama 10 tahun terakhir, Bhinneka.com sudah 19 kali berubah tema. Kali ini, mengambil tema topeng.</p>
<p>Selain itu, Bhinneka.com terus melakukan pengembangan produk. Saat ini, tidak hanya komputer dan produk turunannya yang dijual di Bhinneka.com, tetapi ada kelengkapan fotografi, aneka gadget, hingga peralatan kantor. Pasalnya, menurut Hendrik, pasar di segmen office equipment ini menarik, bahkan sekarang pelanggan korporat mencapai 30%. Begitu pula fotografi yang sedang ngetren. Saat ini, total ada 20 ribu item produk dengan sekitar 300 merek. &#8220;Setiap hari kami akan mengembangkan terus, karena pelanggan lebih suka jika di satu tempat bisa menemukan lebih banyak,&#8221; ujar penggemar fotografi ini.</p>
<p>Kendati begitu, diakui Hendrik, orang yang berkunjung ke Bhinneka.com bukan murni mau belanja online. Mereka sekadar ingin cari data, informasi, dan membandingkannya. Maka, kontribusi dari penjualan online Bhinneka.com hanya sekitar 5%. Sementara pendapatan terbesar masih disumbang dari ke-7 toko Bhinneka, yang pelanggan datang secara langsung. Secara keseluruhan omset Bhinneka mencapai Rp 60 miliar setahun. &#8220;Orang belum siap, masih takut, mereka lebih suka langsung melihat produknya, datang ke tokonya,&#8221; ujar Hendrik. &#8220;Persentase pengguna e-commerce di Indonesia akan terus berkembang, tetapi tidak secepat pengguna Internet,&#8221; tambahnya optimistis.</p>
<p>Salah seorang pembeli di toko Bhinneka, Wahyu Purnomo, mengatakan alasannya membeli notebook di toko itu setelah lebih dulu browsing di website-nya. Meski sudah tahu bisa belanja online, Wahyu memilih langsung datang ke toko. &#8220;Belanja secara online takutnya barang yang dipesan tidak sesuai. Kalau di sini bisa lihat langsung kondisinya,&#8221; ujarnya saat ditemui di gerai Bhinneka Mangga Dua. &#8220;Bhinneka.com sudah cukup baik. Untuk harga, tidak jauh berbeda. Bahkan, masih bisa ditawar,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Popularitas Bhinneka.com sebagai portal e-commerce terkemuka di Indonesia diakui pula oleh Sumardy. Menurut pengamat pemasaran dari Octovate Consulting ini, Bhinneka sudah punya citra kuat sebagai e-commerce yang menyediakan produk elektronik, komputer dan gadget. &#8220;Hampir semua orang yang mencari sumber referensi komputer atau gadget top of mind-nya adalah Bhinneka.com,&#8221; ujarnya.<br />
Nah, meskipun Bhinneka.com punya keunggulan merek sebagai produk referensi, tidak otomatis mampu mendorong orang bertransaksi secara online. Pasalnya, orang Indonesia belum siap belanja online. Mereka masih memilih di toko tradisional karena bisa melihat fisik barangnya, atau harganya bisa lebih murah. &#8220;Salah satu alasan orang tidak beli di online yaitu dari harga. Jadi, apakah Bhinneka harganya cukup kompetitif. Citra itu yang harus diciptakan. Saat ini citranya masih sebagai sumber referensi produk saja. Jangan sampai citra merek Bhinneka dengan harga kurang kompetitif malah ikut terbawa ke toko offline-nya,&#8221; papar Sumardy mewanti-wanti. (Riset: Dian Solihati)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=401&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2010/12/06/bhinneka-com-tak-hanya-sumber-referensi-produk-ti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Inovatif Veelabs
Arungi Bisnis Web</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2010/12/06/kiat-inovatif-veelabsarungi-bisnis-web/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2010/12/06/kiat-inovatif-veelabsarungi-bisnis-web/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 08:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi tren penggunaan Internet di Amerika Serikat, Ratna Haris pada 1999 memutuskan menggarap bisnis penyediaan jasa dan produk berbasis Web, lewat bendera PT Veelabs Indonesia. by a. mohammad bs &#38; wini angraeni Bagi Ratna yang menjabat CEO di perusahaan tersebut, &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2010/12/06/kiat-inovatif-veelabsarungi-bisnis-web/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=399&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terinspirasi tren penggunaan Internet di Amerika Serikat, Ratna Haris  pada 1999  memutuskan menggarap bisnis penyediaan jasa dan produk berbasis Web, lewat bendera PT Veelabs Indonesia.</p>
<p><em>by a. mohammad bs &amp; wini angraeni </em></p>
<p>Bagi Ratna yang menjabat CEO di perusahaan tersebut, kala itu bisnis TI merupakan barang baru. Sebab, sebelumnya profesinya tak bersentuhan dengan dunia TI, yakni berkarier selama 10 tahun di perusahaan properti PT Duta Pertiwi.<span id="more-399"></span></p>
<p>Namun, tentu saja Ratna tak mau asal terjun. Karena itu, ia menggandeng seorang koleganya yang memang paham TI, Victor Wiguna. Bermodal Rp 100 juta, Veelabs didirikan. &#8220;Ketika itu, kami yakin Internet di Indonesia bakal berkembang pesat seperti di Amerika. Apalagi jumlah penduduk Indonesia sangat besar sehingga akan menjadi pasar Internet yang luar biasa,&#8221; tutur Victor.</p>
<p>Dijelaskan Victor yang menjabat sebagai Chief Operation Officer, dengan fokus sebagai web developer, Veelabs membidik segmen korporat sebagai target pasarnya. Positioning-nya pun diperluas sebagai total online marketing provider. Maksudnya, Veelabs memberikan layanan secara menyeluruh kepada perusahaan yang ingin masuk ke dunia online marketing. Jenis layanannya mencakup: jasa konsultasi, desain web, aplikasi mobile, maintenance, jejaring sosial dan sebagainya. Saat ini, diklaim Victor, Veelabs memiliki klien lebih dari 300 perusahaan, baik nasional maupun multinasional, antara lain: Honda, XL, Mazda, Unilever, Toshiba, Yamaha, Panasonic,  Bentoel, Kalbe Farma,  Soho, Indofood,  Suzuki, Danone, Danareksa, Jamsostek, Kimia Farma, dan Matahari. &#8220;Secara umum perkembangan bisnis web developer sangat bagus. Sekarang ini tampilan website sudah seperti fashion,&#8221; kata Victor.</p>
<p>Menurut Victor, layanan bisnis Veelabs terus mengalami perkembangan. Setelah web developer, pada 2004 Veelabs mengembangkan produk siap pakai seperti VOAS (intranet), VCRM, VSMS, VOSS (online shopping system), dan lain-lain. Lalu, tiga tahun berikutnya Veelabs meluncurkan portal e-commerce bernama Dinobar.com, yang disusul dengan portal komunitas Dinogroups.com (2008) dan portal jual-beli Dinomarket.com (2009).</p>
<p>Dinomarket, diklaim Victor, merupakan mal online terbesar di Indonesia. Menurutnya, puluhan ribu pengakses mengunjungi Dinomarket setiap hari. Dalam kurun waktu hampir dua tahun jumlah anggotanya mencapai 100 ribu. Sebagai market host terbesar di Indonesia, pengunjung bisa menemukan jutaan item barang yang dipajang di Dinomarket. Selain versi website, saat ini Dinomarket sudah memiliki versi iPhone, dan dalam waktu dekat juga BlackBerry.</p>
<p>Menurut Victor, selain dilengkapi fitur canggih, Dinomarket sendiri dirancang secara khusus sesuai dengan kultur orang Indonesia. Misalnya, orang Indonesia menyukai pendekatan personal, maka di Dinomarket penjual dan pembeli bisa berinteraksi langsung secara fleksibel. Mereka yang menentukan sendiri bagaimana cara transaksi yang cocok bagi kedua pihak. Juga, untuk mengakomodasi budaya tawar-menawar harga, disediakan tool untuk chatting antara penjual dan pembeli. &#8220;Anda pun tidak perlu nongkrong di toko online 24 jam. Kami melengkapi Dinomarket dengan layanan alert SMS secara gratis jika ada pembeli yang tertarik dengan barang dagangan Anda,&#8221; ujar Victor.</p>
<p>Selain Dinomarket, tahun lalu Veelabs mengembangkan layanan baru mobile yaitu iPhone Application Developer dan BlackBerry Application Developer. &#8220;Sejak awal tahun 2010, kami didukung penuh oleh RIM Asia Pasifik sebagai satu-satunya developer Super Apps untuk BlackBerry di Indonesia,&#8221; Victor mengklaim dengan bangga.</p>
<p>Kini, setelah sekitar satu dasawarsa berkiprah, Veelabs boleh dibilang telah menjelma menjadi perusahaan penyedia layanan online terkemuka di Tanah Air. Victor mengklaim, rata-rata pertumbuhan bisnisnya mencapai 70% per tahun, dengan perkiraan omset saat ini Rp 10 miliar. &#8220;Awalnya, tidak mudah mengembangkan Veelabs ini. Apalagi kami terjun di bisnis yang pada waktu itu mungkin banyak orang menganggap sebagai bidang bisnis yang tidak lazim, jauh dari prospektif,&#8221; ungkap pria kelahiran Jakarta 15 April 1970 ini. &#8220;Bahkan, pada awalnya susah sekali kami meyakinkan calon klien bahwa apa yang kami kembangkan adalah sesuatu yang bagus. Tapi sekarang berbeda,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Ke depan, diakui pria lulusan Universitas Trisakti ini, persaingan di bisnis layanan online akan semakin ketat dengan semakin banyaknya pemain. Toh, Victor tetap pede Veelabs akan tetap leading. Syaratnya, tetap inovatif, ditopang dengan budaya kerja yang profesional dan kekeluargaan yang kuat. &#8220;Prinsipnya, Veelabs selalu berupaya melakukan inovasi baru,&#8221; ia menegaskan. Keuntungan Veelabs lainnya dibanding kebanyakan pesaing: lebih dulu terjun di bisnis web ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=399&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2010/12/06/kiat-inovatif-veelabsarungi-bisnis-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelombang Baru Digitalpreneur Indonesia</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2010/04/21/gelombang-barudigitalpreneur-indonesia/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2010/04/21/gelombang-barudigitalpreneur-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 06:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Akses Internet yang makin murah, teknologi gadget yang makin fungsional, dan maraknya penggunaan media sosial rupanya berdampak signifikan terhadap bermunculannya para digitalpreneur generasi baru yang lebih kreatif dibandingkan sebelumnya. Semeriah apakah fenomenanya? Apa saja peluang bisnis TI yang masih terbuka &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2010/04/21/gelombang-barudigitalpreneur-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=352&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akses Internet yang makin murah, teknologi gadget yang makin fungsional, dan maraknya penggunaan media sosial rupanya berdampak signifikan terhadap bermunculannya para digitalpreneur generasi baru yang lebih kreatif dibandingkan sebelumnya. Semeriah apakah fenomenanya? Apa saja peluang bisnis TI yang masih terbuka lebar?</p>
<p><em>by a. mohammad bs</em></p>
<p>Setelah era <em>dotcom bubble</em>, tampaknya dunia teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT) Indonesia sedang memasuki babak baru yang lebih pragmatis. Terutama, dalam melihat peluang bisnis di dunia maya. Era konvergensi dan Web 2.0 semakin membuka peluang bagi lahir dan berkembangnya para digitalpreneur yang lebih kreatif dan inovatif. <span id="more-352"></span></p>
<p>Infrastruktur telekomunikasi yang kian memadai, serta semakin mudah dan murahnya akses Internet, turut memicu tumbuhnya wirausaha di bidang ICT. Bahkan, sukses situs pertemanan Facebook telah ikut mengilhami dan mendorong lahirnya generasi baru digitalpreneur. Maklum, seperti diketahui, pengguna Facebook di Indonesia sangat fenomenal. Saat ini, pengguna Facebook di negeri ini menempati urutan pertumbuhan tercepat kedua di dunia setelah Amerika Serikat.</p>
<p>Berdasarkan survei Inside Facebook yang dilakukan e-Marketer, jumlah pengguna Facebook di Indonesia naik sekitar 1.400.000 pengguna dalam sebulan terakhir. Pada 1 Desember 2009, e-Marketer mencatat Facebook memiliki 13.870.120 pengguna di Indonesia. Adapun pada 1 Januari 2010 sebesar 15.301.280 pengguna. Indonesia hanya satu peringkat di bawah AS yang mencatat kenaikan jumlah pengguna sebesar 4.576.220 pengguna dalam periode yang sama dari 98.105.020 menjadi 102.681.240 pengguna. Namun, persentase kenaikan jumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai dua kali lipat AS. Indonesia naik 10%, sedangkan AS hanya 5%. Kenaikan 10% termasuk pertumbuhan tertinggi di dunia.</p>
<p>Fenomena Facebook tersebut melahirkan entrepreneur TI generasi baru seperti Fajar Persada. Ia membuat animasi flash game. Menurutnya, dalam satu hari ada sekitar 10 ribu pengguna Facebook yang memakai satu flash game. Di bawah bendera Abigdev, kini Fajar telah meluncurkan 8 jenis game yang berbau edukasi, seperti Nusachallenge dan Angklung Heroes Game.</p>
<p>Tak hanya itu. Sukses Facebook pun turut mengilhami digitalpreneur lainnya untuk mengembangkan model bisnis sejenis. Misalnya, Satya Witoelar, Fajar Budi Prasetyo dan Aryo Kresnadi, yang mengembangkan situs pertemanan Koprol.com, yang menggabungkan fungsi Facebook, Plurk dan Twitter. Ada juga Sanny Ghaddafi dan Marlinda Yumin, yang mengembangkan website ala Friendster dan Facebook bernama Fupei (singkatan dari Friends Unity Program Especially Indonesia). Hingga Desember 2009, Fupei telah memiliki 120 ribu anggota aktif. Selain itu, ada Agus Saragih dan Kristian, dengan situs AkuCintaSekolah.com. Situs pertemanan itu mampu memikat ribuan pelajar dan mahasiswa dalam waktu kurang dari setahun, sejak diluncurkan Mei 2007. Tak kalah heboh, Batara Eto yang sukses mengembangkan situs pertemanan paling populer di Jepang, Mixi. Juga ada cewek bernama Gardenia Putri, yang mengembangkan situs pertemanan Adandu.</p>
<p>Selain situs pertemanan, banyak digitalpreneur yang mengembangkan situs komunitas. Contoh suksesnya adalah Andrew Darwis dan temannya yang mendirikan Kaskus Networks (Kaskus.com). Hingga awal Februari 2010, jumlah anggotanya mencapai 1.398.502. Saat ini, sedikitnya ada 50 perusahaan pengiklan di Kaskus, mulai dari perbankan, otomotif, rokok, hingga farmasi.</p>
<p>Awalnya, Kaskus hanya sebagai sarana untuk menyalurkan hobi, dan pada 2008 mulai digarap lebih serius. Pasalnya, menurut Andrew, perkembangan pengguna Internet di Indonesia tumbuh sangat pesat dan signifikan dibanding negara lain di Asia. Bahkan, Indonesia berada di urutan ke-5 pengguna Internet terbanyak. Berdasarkan data Woldstat, sampai dengan 2009 pengguna Internet di Indonesia mencapai 30 juta. Penetrasi terhadap populasi 12,5%. Sementara pertumbuhan user selama 2000-09 hingga 1.150%. Dari jumlah itu, Indonesia menyumbang 4,1% total user untuk Asia. &#8220;Ini kan peluang besar,&#8221; Andrew menegaskan. Saat ini, Andrew dan timnya mempersiapkan akses Kaskus mobile melalui peranti smartphone BlackBerry, Symbian-based, iPhone, dan lainnya. Dia juga akan meningkatkan layanan forum jual-beli menjadi the largest market. &#8220;Kami juga sedang siapkan online payment system,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Seiring dengan makin murahnya layanan Internet, banyak pula entrepreneur yang fokus di dunia online dan Internet. Salah satunya, Brian Arfi, pendiri PernikMuslim.com dan PT DheZign Online Solution, perusahaan yang melayani jasa web development dan layanan online marketing.</p>
<p>Selain Facebook, ponsel cerdas BlackBerry juga mencatat prestasi pengguna yang fenomenal di Indonesia. Efek dominonya, bermunculan para pengembang aplikasi konten untuk BlackBerry. Sebut saja, Ronald Ishak yang mendirikan Domikado dan Kemal Arsjad yang mendirikan Better-B, sebagai perusahaan pengembang aplikasi dan konten untuk ponsel cerdas keluaran Research In Motion (RIM) itu.</p>
<p>Tentunya, kurang afdol berbicara tentang pengembang konten untuk ponsel cerdas tanpa menyebutkan nama Kendro Hendro. Boleh dibilang, sejauh ini Kendro merupakan salah satu entrepreneur yang cukup sukses menjadi pengembang aplikasi konten untuk vendor ponsel Nokia, lewat PT InTouch Innovative Indonesia. Salah satu produknya yang menonjol adalah fitur setting wizard yang dipakai di seluruh ponsel cerdas Nokia. Ia juga menggeluti bisnis mobile commerce lewat PT MORE Indonesia.</p>
<p>Digitalpreneur lain yang cukup bersinar di bisnis aplikasi mobile dan multimedia ini adalah Joseph Lumban Gaol. Melalui bendera bisnisnya PT Antar Mitra Prakarsa (m-STARS), kini Joseph memiliki beragam bisnis di bidang itu. Antara lain, mobile commerce (payment gateway) untuk 30 online merchant dan 2.000 agen pulsa online, mobile content untuk hampir seluruh operator telekomunikasi (kecuali Mobile-8), mobile advertising, portal musik (Popmaya.com), digital label (dr.m), dan 3D social media (LILO). Konon, hingga 2009 m-STARS mampu membukukan omset lebih dari Rp 20 miliar. &#8220;Kue bisnis di ICT besar sekali. Sedangkan kue yang kami makan masih sangat kecil,&#8221; ucap Joseph.</p>
<p>Selain Joseph, entrepreneur lain yang membidangi teknologi mobile provider adalah Elwin Aldririanto yang mendirikan PT Mobee Indonesia. Lalu, ada Ari Sudrajat dkk. yang mendirikan perusahaan content provider BrainCode. Saat ini, BrainCode sudah bekerja sama dengan Telkomsel, Indosat, XL, TelkomFlexi, Esia, 3 dan Smart.</p>
<p>Di kategori e-commerce, contoh entrepreneur yang cukup sukses adalah Heryanto Siatono, pemilik situs Bookjetty.com. Situs ini terhubung dengan toko buku Internet terbesar dunia Amazon.com, juga dengan 300 perpustakaan di 11 negara (antara lain, AS, Kanada, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hong Kong dan Taiwan).</p>
<p>Semakin mudah dan murahnya akses Internet juga mendorong bermunculannya digitalpreneur kreatif di bidang pengembangan aplikasi game. Di antaranya, Oka Suganda, yang melalui Sangkuriang Studio mengembangkan bisnis game Nusantara Online. Oka dan timnya membuat game itu berbasis pada mesin game ANGEL (Another Game Engine Library) dan merupakan massively multiplayer online role playing game (bisa dimainkan ribuan orang secara simultan).</p>
<p>Tak kalah kreatif dari Oka dkk. di Bandung, Abdullah Alkaff dan Suhadi Lili pun mengembangkan aplikasi game yang tak umum, lebih tepatnya aplikasi simulasi online. Melalui bendera PT Infoglobal Auto Optima (IAO) yang berbasis di Surabaya, pengajar dan mantan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu membuat aplikasi game untuk kepentingan militer dan pertahanan, pemetaan udara, maskapai penerbangan dan industri migas. Saat ini, seperti dikemukakan Khoirul Huda, Koordinator Board of Directors Infoglobal Group, beberapa perusahaan dan lembaga telah menggunakan aplikasi buatan IAO. Antara lain, PLN, Garuda Indonesia, Vico Indonesia, Total Finaelf (Kalimantan Timur), Exxon Mobil, Medco, BP Migas, Kangean Energy Indonesia, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, TNI AL, Sesko AU, Kohanudnas, Departemen Pertahanan dan Bank Islam Brunei Darussalam. Awalnya, omset yang dibukukan IAO hanya Rp 10-20 juta, dan pada 2009 omsetnya sudah Rp 25 miliar.</p>
<p>Di kategori business software, fenomena kemunculan para entrepreneur TI tak kalah serunya. Di sini terdapat ratusan pengembang aplikasi. Menurut data Independent Software Vendor (ISV) binaan Microsoft, diperkirakan ada 500-an ISV lokal di Indonesia&#8211;251 di antaranya bercokol di Jakarta. Hal yang sama dikemukakan lembaga riset internasional IDC: jumlah software house di Indonesia naik menjadi 500 unit tahun 2008, dengan jumlah pengembang profesional 71.600 orang. Jika dilihat dari jumlah total pengembang profesional di dunia yang sebesar 13,5 juta, Indonesia baru menyumbang 0,5%. Sumbangan terbesar dari India (10,5%), disusul AS (8,9%). Secara regional, wilayah Asia Pasifik penyumbang developer terbesar di dunia (29,2%), disusul kawasan Amerika Utara (21,7%).</p>
<p>Wirausaha yang sukses di bidang aplikasi bisnis ini antara lain G. Hidayat Tjokrodjojo dan Ryadi Darmazi, pendiri PT Realta Chakradarma. Salah satu produk software yang mereka kembangkan dan menjadi produk unggulan mereka adalah solusi R-hotel-S untuk dunia perhotelan. Software ini digunakan sedikitnya di 40 hotel. Nama lainnya adalah Indra Sosrojoyo, pendiri PT Andal Software yang membuat software akuntansi dan perpajakan dengan merek andalan Andal Kharisma. Lalu, ada Fadil Basymeleh, yang melalui PT Zahir Internasional menciptakan peranti lunak akuntansi dengan merek Zahir Accounting. Juga, Wiwie Haris, pendiri software house PT Mitrais di Bali. Aplikasi buatan Mitrais ini sudah dipasarkan di Malaysia, Australia dan negara-negara Afrika. Ada pula Happy Chandraleka dan Taufan Chandra Kusuma, yang mendirikan Digital Works. Aplikasi yang pernah dibuat Digital Works antara lain  WinShalat, BuDarti (digital dictionary), Mata-mata (keylogger),<br />
Shandiyudha, Gamelan dan Layar Tancep.</p>
<p>&#8220;Lulusan&#8221; ISV binaan Microsoft yang cukup sukses mengembangkan kreasi sendiri adalah Andri Yadi. Melalui PT DyCode Cominfotech Development, Andri telah mengembangkan beberapa peranti lunak. Salah satunya, PortMan (Port Management System), yang telah digunakan beberapa pelabuhan swasta besar di Indonesia. Juga, Tonny Loekito dengan bendera bisnisnya PT Rent@soft, yang fokus di pengembangan peranti lunak untuk rumah sakit dan bank. Salah satu aplikasi andalannya adalah Rhinotones, sistem informasi berbasis web yang terintegrasi untuk rumah sakit.</p>
<p>Ada juga yang fokus di bisnis pengembangan aplikasi pendidikan. Salah satu contoh suksesnya adalah Hary Sudiyono Chandra melalui PT Pesona Edukasi. Aplikasi Pesona Edukasi ini telah dipasarkan ke 23 negara. Selain Hary, nama lainnya di bidang software pendidikan adalah Putu Sudiarta, pendiri PT Bamboomedia Cipta Persada.</p>
<p>Dan, sejalan dengan tumbuhnya semangat penerapan tata kelola pemerintahan yang baik (good corporate governance), peluang bagi pengembangan aplikasi e-Goverment (e-Gov) pun terbuka lebar. Salah satu wirausaha yang cermat menangkap peluang tersebut adalah Virgo Lazarus Pehulisa. Melalui PT Balerang Konsultindo Mandiri (BKM), Virgo mengembangkan berbagai aplikasi untuk kebutuhan e-Gov. &#8220;Saat ini, klien BKM mencakup sejumlah pemda, mulai dari Sumatera Utara hingga Papua,&#8221; kata Virgo.</p>
<p>Singkatnya, seiring dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang ada, semangat kewirausahaan di bidang ICT di Indonesia tumbuh cukup subur. Bahkan, kini hampir semua lini di industri ICT telah digeluti. SWA mencatat setidaknya ada 9 bidang bisnis TI yang masih dan akan hot, yakni jejaring dan media social, mobile content &amp; advertising, mobile application, business software, game dan animasi, e-commerce, e-education, e-Gov dan e-payment. Tumbuhnya para digitalpreneur ini tentunya diharapkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Badan Telekomunikasi Dunia (ITU) menyebutkan, setiap 1% pertumbuhan dalam hal penetrasi ICT akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara sebesar 3%.</p>
<p>Karena itu, dukungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun pihak perusahaan (vendor atau korporasi), sangat diharapkan bagi pertumbuhan bisnis para digitalpreneur tersebut. Salah satu vendor yang cukup punya perhatian terhadap pengembangan entrepreneurship adalah Microsoft. Menurut Irving Hutagalung, ISV Lead Developer and Platform Group Microsoft Indonesia, saat ini Microsoft punya dua program pengembangan entrepreneur TI, yakni BizSpark dan WebsiteSpark. BizSpark adalah program yang ditujukan bagi perusahaan pembuat software yang umur usahanya di bawah tiga tahun atau disebut start-up. Adapun WebsiteSpark merupakan program yang ditujukan untuk perusahaan pembuat website atau yang fokus pada bisnis pengembangan dan perancangan web yang jumlah karyawannya di bawah 10 orang. Selain syarat di atas, pendapatan tahunan calon peserta harus kurang dari US$ 500.000.</p>
<p>Bantuan yang diberikan Microsoft pada peserta program BizSpark dan WebsiteSpark berupa software, visibility dan pelatihan. Visibility di sini agar peserta program bisa terlihat oleh para pelanggan Microsoft. Misalnya, ketika Microsoft mengadakan pameran, akan disediakan booth bagi peserta program secara gratis dan mereka bisa ikut pameran, sehingga mereka bisa berkenalan dengan mitra jejaring Microsoft. Peserta program BizSpark dan WebsiteSpark akan dibina dan diberi bantuan selama tiga tahun. Sejauh ini sudah lebih dari 200 entrepreneur bergabung di kedua program itu.</p>
<p>Selain itu, Microsoft juga memiliki program BinaISV, yang ditujukan untuk mengembangkan ISV  lokal di Indonesia. Dalam program yang berjalan sejak 2003 ini Microsoft akan memberikan visibility, pelatihan dan support, serta technology update. Sudah ada 210 peserta yang bergabung dalam program Bina ISV. Menurut Irving, sebagai perusahaan, Microsoft datang dengan dua misi: memperkenalkan teknologi dan menjual software. &#8220;Agar dua hal ini bisa berjalan berbarengan, kami perlu satu local software economy yang tinggi pertumbuhannya. Makin tingginya pertumbuhan di local software economy ini secara tidak langsung ada impact-nya ke Microsoft.&#8221;</p>
<p>Selain Microsoft, korporasi lokal yang mulai serius memberi perhatian dan dukungan terhadap perkembangan para digitalpreneur ini adalah PT Telkom. Seperti dikemukakan Widi Nugroho, Head of Digital Business PT Telkom, guna mendukung orang bisa berkarya terutama di bidang teknologi digital, Telkom membuat Indonesia Digital Community (Indigo). Tujuannya, untuk memfasilitasi dan mewadahi insan kreatif Indonesia dalam berkarya. Indigo punya banyak program, salah satunya Indigo Fellowship. &#8220;Indigo Fellowship menjaring ide-ide atau karya kreatif yang ada di masyarakat. Kami seleksi, kemudian akan difasilitasi dan dibina agar bisa sukses,&#8221; papar Widi.</p>
<p>Program ini baru mulai setahun lalu, dan berhasil menjaring 11 orang dari sekitar 400 peminat yang mendaftar. Mereka diberi fasilitas modal usaha sekitar Rp 50 juta. Selain itu, mereka juga diberi pembinaan seperti membuat business plan, cara memasarkan produk, serta diikutkan dalam seminar, pameran, dan kegiatan lain yang dapat mengembangkan bisnis mereka. &#8220;Harapannya, mereka bisa menjadi digitalpreneur sukses dan menjadi partner bisnis Telkom. Mereka punya kesempatan untuk bisa makin sukses,&#8221; katanya.</p>
<p>Peserta yang sedang digodok dalam program ini di antaranya pemilik suararadio.com, yaitu pengembang aplikasi e-broadcast untuk pengelola radio swasta. Ada juga ayofoto.com, komunitas online di bidang fotografi di mana orang bisa mem-posting foto di situ. Web ini bisa menjadi photo stock premium sehingga orang bisa beli foto lewat web ini.</p>
<p>Selain infrastruktur telekomunikasi yang memadai dan akses Internet yang semakin mudah,<br />
tumbuhnya para digitalpreneur itu, menurut pengamat dan praktisi TI Richard Kartawijaya, disebabkan beberapa faktor. Pertama, pasar yang tumbuh sangat pesat, baik lokal maupun luar negeri. Kedua, teknologi ICT berkembang pesat dan semakin kelihatan kegunaannya di berbagai bidang, bahkan masuk dalam bidang entertainment dan usaha. Ketiga, jumlah masyarakat yang mempunyai kemampuan menggunakan ICT semakin banyak. &#8220;Saat ini, ICT bukan lagi sekadar alat, tetapi menjadi enabler di semua bidang,&#8221; ucap Direktur Utama PT Informatika Solusi Bisnis itu.</p>
<p>Sementara itu, Richardus Eko Indrajit menilai bermunculannya ICT-preneur ini lantaran umumnya hanya membutuhkan modal relatif kecil. Selain itu, risikonya relatif kecil. Terlebih lagi, bisnis ini bisa selaras dengan hobi pribadi atau sekelompok orang. &#8220;It’s a nothing to lose business untuk mereka yang punya hobi dan passion di suatu bidang,&#8221; ujar pakar TI dari Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer itu.</p>
<p>Baik Richard maupun Eko sepakat bahwa ke depan masih terbuka sejumlah peluang yang bisa digarap di bisnis ICT ini. Antara lain, pemakaian multimedia di banyak bidang, terutama di bidang entertainment dan usaha. Misalnya, dalam wujud animasi, film (movie), desain grafis, iklan, musik dan konten entertainment. Juga, yang cukup potensial berkaitan dengan jasa ritel, seperti ticketing system, e-banking dan electronic payment.</p>
<p><strong>Faktor-faktor Pendukung Perkembangan Digitalpreneur di Indonesia</strong></p>
<p>- Berkembang pesatnya penggunaan ponsel.<br />
- Berkembangnya situs Internet yang memberikan kemudahan bagi para pengembang untuk menjual aplikasinya (applet) ke konsumen di seluruh dunia. Contohnya, Apple Store dan BlackBerry Apps World.<br />
- Ketersediaan teknologi dan alat pembuatan peranti lunak sistem informasi.<br />
- Biaya pemanfaatan ICT yang makin terjangkau, termasuk biaya akses dari infrastruktur ICT dan biaya peranti keras/lunak.<br />
- Ketersediaan tenaga pengembang lokal yang mumpuni.<br />
- Struktur bisnis lokal yang mendukung pemakaian ICT secara intensif, misalnya industri perbankan dan telekomunikasi.<br />
- Dukungan pemerintah terhadap ICT.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
(Disarikan dari wawancara)<br />
<em><br />
reportase: ahmad yasir saputra, moh. husni mubarak, sigit a. nugroho, siti ruslina, wini angraeni/riset: rachmanto aris d.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=352&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2010/04/21/gelombang-barudigitalpreneur-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Microsoft Indonesia di Tangan Business Man</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2010/03/22/microsoft-indonesia-di-tangan-business-man/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2010/03/22/microsoft-indonesia-di-tangan-business-man/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 05:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Public Figure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Pertengahan Desember tahun lalu, Microsoft Indonesia punya bos baru. Adalah Sutanto Hartono yang ditunjuk Microsoft Corporation sebagai Presiden Direktur Microsoft Indonesia&#8211;menggantikan Tony Chen. by a. mohammad bs &#38; wini angraeni Pergantian ini cukup mengejutkan bagi kalangan teknologi informasi. Pasalnya, Sutanto dianggap &#8230; <a href="http://zepbees.wordpress.com/2010/03/22/microsoft-indonesia-di-tangan-business-man/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=341&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertengahan Desember tahun lalu, Microsoft Indonesia punya bos baru. Adalah Sutanto Hartono yang ditunjuk Microsoft Corporation sebagai Presiden Direktur Microsoft Indonesia&#8211;menggantikan Tony Chen.</p>
<p><em>by a. mohammad bs &amp; wini angraeni</em></p>
<p>Pergantian ini cukup mengejutkan bagi kalangan teknologi informasi. Pasalnya, Sutanto dianggap tidak memiliki latar belakang yang kuat di dunia TI, khususnya solusi peranti lunak (software). Sebaliknya, ia lebih dikenal dan bisnis media dan musik. Setelah sempat menjadi Senior Associate Allen Hamilton, Asia Tenggara, MBA di bidang pemasaran dan keuangan dari University of California, Berkeley, ini mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia dan menjadi senior vice president-nya Asia Tenggara.<span id="more-341"></span></p>
<p>Selanjutnya, Sutanto berkiprah di jaringan penyiaran dan pertelivisian Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sebagai Direktur Pengelola (2003) hingga menjadi CEO (2008). Selain itu, ia juga berperan sebagai Direktur Media Nusantara Citra&#8211;perusahaan multimedia yang merupakan induk perusahaan RCTI. Singkatnya, pemegang gelar bachelor of science bidang chemical engineering University of Notre Dame, Indiana, ini tidak memiliki pengalaman di bidang TI. Lantas, apa pertimbangan Microsoft Corporation meminangnya? “Sutanto Hartono memiliki reputasi yang gemilang dalam menumbuhkan bisnis dan mengembangkan kapasitas tim kerja,” ujar Emilio Umeoka, Presiden Microsoft Asia Pasifik, menegaskan dalam keterangan pers-nya.</p>
<p>Tampaknya berbagai pengalaman dan <em>skill</em> bisnis Sutanto yang beragam inilah yang menggiurkan Microsoft untuk mendapuknya sebagai presdir. Hal itu secara tersirat dikemukakan Stephen Forshaw, Direktur Komunikasi Korporat Microsoft Asia Pasifik. Menurut Forshaw, Sutanto akan membawa latar belakang kepemimpinannya yang solid di bidang bisnis dengan pengalaman internasional dan produk luas. Kemampuan Sutanto itu diharapkan akan menjadi aset yang sangat bernilai untuk Microsoft Indonesia. “Tentunya kami ingin mengembangkan bisnis dan terus menghasilkan produk yang menarik dan baru, serta membantu bangsa Indonesia mendapatkan keuntungan akibat akses teknologi. Sutanto memiliki pengalaman profesional yang sangat menakjubkan dalam membangun dan mengembangkan tim kerja,” papar Forshaw.</p>
<p>Forshaw optimistis Sutanto memiliki kapabilitas yang memadai untuk memimpin dan memotivasi tim kerjanya dan mendapatkan yang terbaik dari mereka. “Kami yakin Sutanto akan membangun reputasi yang kuat bagi Microsoft Indonesia untuk menarik dan mengambangkan talenta yang ada,” katanya tandas.</p>
<p>Menurut Forshaw, nantinya Sutanto akan mewakili Microsoft, terutama dalam berhubungan dengan pemerintah, mitra teknologi lokal, pelanggan, institusi dan lembaga swadaya masyarakat. “Paling penting adalah, kami sangat gembira ketika mengetahui bahwa Sutanto mempunyai visi yang sama dengan kami dalam menggunakan produk Microsoft untuk membangun ekosistem Indonesia,” ungkap Forshaw. “Microsoft adalah mitra bagi banyak bisnis teknologi di Indonesia dan kami sangat berkomitmen dalam memperkuat dan memperdalam kemitraan tersebut di bawah kepemimpinan Sutanto,” tambahnya.</p>
<p>Masuknya Sutanto menjadi nakhoda Microsoft Indonesia rupanya tidak terlalu mengejutkan Richard Kartawijaya&#8211;CEO Microsoft Indonesia 1998-2002. Menurut Richard, strategi Microsoft yang mengambil orang di luar industri TI bukan sesuatu yang baru. “Jangan lupa, Microsoft memang punya bisnis TI, tapi dia lebih banyak bicara dalam sistem. Dan, saya melihat Sutanto merupakan orang yang cukup berpengalaman, mengerti, dan bisa membaca bagaimana bisnis ini berjalan. Itu yang dilihat Microsoft,” ujar Richard menganalisis.</p>
<p>Akan tetapi, Richard melihat ada dua tantangan yang bakal dihadapi Sutanto. Pertama, masalah dealingdan relasi yang intens dengan pemerintah&#8211;yang telah dibangun secara baik oleh Tony Chen. Kedua, bagaimana memasukkan teknologi dari Microsoft kepada masyarakat Indonesia di daerah-daerah. “Itu tantangan yang akan dihadapi Sutanto di Microsoft. Apakah Sutanto bisa lakukan itu? Saya pikir dengan pengalaman yang ia punya, mestinya nggakada masalah,” kata Richard meyakinkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zepbees.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zepbees.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zepbees.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zepbees.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&amp;blog=877513&amp;post=341&amp;subd=zepbees&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2010/03/22/microsoft-indonesia-di-tangan-business-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
