<?xml version="1.0" encoding="UTF-8divclassmblrr_vh2spanRecentReadersspanh2ahrefhttpwwwmybloglogcomptphps2007092507483032p0imgsrchttpipubmybloglogcomiv2007092507483032_reqjpgaltViewMyProfiletitleViewMyProfileaahrefhttpwwwmybloglogcomptphps2007092507483032p1imgsrchttpipubmybloglogcomiv2007092507483032_1jpgaltViewMyProfiletitleViewMyProfileaahrefhttpwwwmybloglogcomptphps2007092507483032p2imgsrchttpipubmybloglogcomiv2007092507483032_2jpgaltViewMyProfiletitleViewMyProfileaahrefhttpwwwmybloglogcomptphps2007092507483032p3imgsrchttpipubmybloglogcomiv2007092507483032_3jpgaltViewMyProfiletitleViewMyProfileaahrefhttpwwwmybloglogcomptphps2007092507483032p4imgsrchttpipubmybloglogcomiv2007092507483032_4jpgaltViewMyProfiletitleViewMyProfileadivahrefhttpwwwmybloglogcombuzzcommunityzepbeesspanViewEntireCommunityspanaahrefhttpwwwmybloglogcomspanProvidedbyMyBlogLogspanadivdiv"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>a. mohammad bs</title>
	<atom:link href="http://zepbees.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zepbees.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2009 08:41:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='zepbees.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/31576716a17cce62f8725c2bcc6f0834?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>a. mohammad bs</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Layanan Penyewaan Software
ala Telkom</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/09/14/layanan-penyewaan-softwareala-telkom/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/09/14/layanan-penyewaan-softwareala-telkom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 08:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Sukses menerapkan penggunaan solusi korporat bernama POINT dengan pola SaaS secara internal, Telkom pun tergiur menawarkan jasa sewa software ini kepada pelanggan korporatnya. Mengapa BUMN ini percaya diri menawarkan jenis layanan baru?
by a. mohammad bs
You pay as far as you go. Tampaknya, moto dagang  itu belakangan semakin kencang disuarakan oleh para penyedia layanan teknologi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=293&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sukses menerapkan penggunaan solusi korporat bernama POINT dengan pola SaaS secara internal, Telkom pun tergiur menawarkan jasa sewa software ini kepada pelanggan korporatnya. Mengapa BUMN ini percaya diri menawarkan jenis layanan baru?</p>
<p><em>by a. mohammad bs</em></p>
<p><em>You pay as far as you go</em>. Tampaknya, moto dagang  itu belakangan semakin kencang disuarakan oleh para penyedia layanan teknologi informasi (TI) korporat. Terlebih setelah Google dengan getol memperkenalkan layanan Google Docs, atau Sun Microsystem yang gencar menebarkan  konsep Thin Client Computing.<span id="more-293"></span></p>
<p>Seperti diketahui, istilah tersebut mengacu pada munculnya paradigma baru dalam layanan TI, yakni adanya hosted software di mana user cukup membayar sesuai dengan pemakaian. Konsep ini dikenal dengan nama software-as-a-service (SaaS), yang dipopulerkan oleh Salesforce.com pada 1998.</p>
<p>Dalam SaaS, seluruh business process dan data pelanggan ditempatkan di sebuah server data centre milik service provider. Server ini melayani sejumlah klien dengan sistem one-to-many. Semua proses dikelola  oleh penyedia layanan, pelanggan tinggal pakai dan membayar jasa sewanya setiap bulan sesuai dengan pemakaian. Jadi, dengan menghilangkan kebutuhan menginstal dan menjalankan aplikasi pada komputer pengguna, SaaS menghapuskan kerumitan dalam pemeliharaan software, aktivitas operasional dan support. Singkatnya, dengan SaaS, pengeluaran belanja TI konsumen bisa lebih hemat.</p>
<p>Bahkan, Gartner memprediksi pada 2012 paling tidak sepertiga software aplikasi untuk perusahaan akan dibeli dalam bentuk layanan berlangganan  (service subscription) ketimbang sebagai produk berbasis lisensi. Dibanding model pembelian putus berlisensi, perusahaan memilih model SaaS dengan pertimbangan biaya yang dikeluarkan setara dengan jumlah pemakaian. Walaupun belum masif, di beberapa negara seperti Amerika Serikat, SaaS telah menjadi pilihan sejumlah perusahaan.</p>
<p>Bagaimana di Indonesia? Tampaknya, di Tanah Air penerapan konsep SaaS belum begitu populer. Sejauh penelusuran SWA, tampaknya baru PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) yang telah mengadopsi dan menawarkan jasa SaaS ke perusahaan lain.</p>
<p>Menurut Susanti, Manajer Senior Unit Product &amp; Service Supply Management, Divisi Layanan Enterprise Telkom, perusahaannya telah mengadopsi konsep SaaS  sejak 1998. Pertimbangannya,  kegiatan operasional bisnis Telkom semakin berkembang dan jumlah pelanggan meningkat pesat. Kondisi ini menuntut Telkom untuk bisa mengoptimalkan efisiensi perusahaan dan meningkatkan produktivitas karyawannya. &#8220;Untuk tujuan itu, tentu saja, dibutuhkan dukungan infrastruktur teknologi yang andal, sistem yang terintegrasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan bisnis yang cepat,&#8221; ujar perempuan yang akrab disapa Santi ini.</p>
<p>Menurut Santi, salah satu kebutuhan utama yang mendesak adalah sistem messaging yang dapat menjangkau seluruh karyawan, pemasok, dan mitra bisnis yang tersebar di seluruh Tanah Air. Oleh karena itu, dengan menggunakan platform aplikasi IBM Lotus Domino, Telkom menerapkan solusi Paperless Office Internal Telkom (POINT) untuk memenuhi kebutuhan beberapa aplikasi penting, mencakup: portal perusahaan, messaging, kalender, memo internal, nota dinas, kebutuhan administrasi pengembangan SDM (semisal pengajuan aplikasi cuti), search engine, dan sebagainya.</p>
<p>Ketika itu, investasi yang dibenamkan Telkom guna memperoleh solusi tersebut mencapai Rp 15 miliar. Anggaran sebesar itu hanya digunakan buat membeli lisensi dan melayani 10 ribu user. Proses implementasi memakan waktu 6 bulan, yang dibantu oleh Codephile Rekadaya Mandiri sebagai implementor. &#8220;POINT ini membantu Telkom untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, yang sekarang jumlah karyawannya lebih dari 30 ribu orang,&#8221; papar Santi.</p>
<p>Menurut pengakuan Santi, peningkatan efisiensi kemudian bisa dirasakan di setiap lini bisnis. Pasalnya, para eksekutif dapat membuat keputusan bisnis yang lebih cepat, dan mendapatkan akses informasi secara real time. Selain itu, komunikasi antarkaryawan, dengan mitra bisnis, pelanggan dan pemasok yang terpisah secara geografis juga menjadi lebih cepat. Singkatnya, aplikasi POINT memberi beberapa manfaat nyata bagi Telkom: mulai dari ketersediaan akses dan informasi real time bagi karyawan; berkembangnya saluran komunikasi antarkaryawan, mitra, pemasok yang tersebar di seluruh Nusantara; dan membangun proses bisnis yang efisien, sehingga mendorong karyawan fokus pada pekerjaan yang menghasilkan pemasukan bagi Telkom.</p>
<p>Nah, mengacu pada sukses internal, sejak tahun lalu Telkom&#8211;bekerja sama dengan IBM&#8211;mengembangkan dan menyediakan layanan electronic office (e-Office) yang disediakan bagi pelanggan korporasi Telkom melalui konsep SaaS. &#8220;Kami tertarik menjual layanan POINT ini sebagai SaaS, karena melihat ada kebutuhan di pelanggan-pelanggan Telkom. Potensinya besar,&#8221; ujar Santi bersemangat. &#8220;Di Indonesia yang menawarkan layanan secara SaaS baru Telkom, perusahaan lain hanya menawarkan aplikasinya. Bahkan, di Asia Pasifik, POINT merupakan aplikasi e-Office pertama yang dijual dengan skema SaaS,&#8221; kata Santi mengklaim.</p>
<p>Apalagi, lanjut Santi, dari sisi infrastruktur dan jaringan, pihak Telkom merasa pede mampu menawarkan layanan tersebut. Diklaim Santi, kapasitas server yang disiapkan Telkom untuk mendukung POINT sebagai SaaS sangat besar&#8211;sebanding dengan server untuk billing system dan aplikasi enterprise resource planning (ERP). Kapasitas server untuk layanan SaaS mencapai 5 Tb.</p>
<p>Dijelaskan Santi, melalui layanan on-demand e-Office yang ditawarkan Telkom ini pelanggan tidak perlu berinvestasi atau keluar biaya pemeliharaan, baik untuk perangkat lunak maupun keras. Pelanggan dapat menikmati aplikasi yang diinginkan dalam rentang waktu yang jauh lebih singkat. Bahkan, sampai tingkat tertentu, pelanggan dapat mengustomasi aplikasi yang diinginkan. Selain itu, infrastruktur yang dimiliki Telkom mampu menangani jutaan transaksi per detik dengan tetap terjaga aman. &#8220;SaaS ini sangat hemat dan efisien. Pelanggan tidak harus membeli software atau hardware-nya. Seperti halnya kita menggunakan listrik dari PLN, di mana kita membayar sesuai dengan kebutuhan,&#8221; ujar Santi setengah berpromosi. Bagusnya lagi, aplikasi POINT juga bisa berkomunikasi dengan aplikasi lain yang dimiliki user.</p>
<p>Sebagai layanan yang dibangun dengan platform XML web services, maka pengguna SaaS cukup mengakses aplikasi tersebut secara remote via Internet browser. Oleh karena itu, model pengiriman data oleh SaaS bersifat multiklien (one-to-many) di mana sebuah aplikasi dibagi antarklien.</p>
<p>Saat ini, aplikasi e-Office POINT standar yang ditawarkan Telkom dengan konsep SaaS sudah dapat langsung dimanfaatkan pelanggan. Antara lain mencakup fitur-fitur: e-mail, Personal Information Management (Calendaring/Scheduling), dan Sistem Korespondensi Elektronik (Nota Dinas/Memo Dinas). Rencananya, dalam waktu dekat segera dikembangkan beberapa fitur baru, antara lain:  Self Service (semisal untuk perjalanan dinas, cuti, klaim kesehatan, dan sebagainya), Resource Reservation, Document Management, Knowledge Management, Task Management, dan Corporate Portal.</p>
<p>Untuk menikmati layanan tersebut, Telkom menawarkan beberapa alternatif berlangganan, yaitu: user-based (pembayaran per user per bulan), contract-based (berdasarkan kontrak yang disepakati), dan sebagainya. Syaratnya, pihak calon pelanggan mesti berlangganan dengan durasi minimum satu tahun, dengan jumlah pengguna minimum 100 user. Untuk 100 user, pihak Telkom menyediakan kapasitas bandwidth sebesar 512 kbps. Sebagai gambaran, per user dikenai biaya Rp 125 ribu per bulan.</p>
<p>Menurut Santi, saat ini instansi yang sudah menggunakan layanan POINT dari Telkom dengan pola SaaS adalah TNI AD untuk 500 user. Layanan e-Office di TNI AD&#8211;yang diberi nama aplikasi e-Militer&#8211;telah diresmikan oleh Presiden SBY beberapa waktu yang lalu. Dalam waktu dekat, implementasi POINT juga  akan dilakukan di TNI AU (untuk 500 user) dan  PT Jasa Raharja. Dalam tiga tahun, ditargetkan jumlah pelanggan bisa mencapai 10 ribu user (perorangan). &#8220;Secara bisnis, tentunya Telkom melihat potensi yang cukup menjanjikan. Kami mengejar volume ketimbang menjual aplikasi secara putus,&#8221; ujar Santi. &#8220;Ke depan kami akan lebih mengembangkan fitur-fitur lain sesuai dengan permintaan user.&#8221;</p>
<p>Kendati begitu, layanan penyewaan aplikasi berkonsep SaaS bukan tanpa cela. Masalah kepemilikan data, privasi, dan tingkat keamanan masih menjadi pertanyaan. Pasalnya, data disimpan di sisi provider, sehingga ada kekhawatiran data ini akan disalahgunakan, atau bahkan hilang.</p>
<p>Menurut pengamat TI Thomas Hardjono, ada beberapa masalah krusial dalam SaaS ini. Pertama, soal data availability. Masalahnya, data pelanggan ada di sisi provider (application service provider/ASP). Nah, kalau sistem di ASP mengalami crash atau koneksi Internet terputus, pengguna tak akan bisa mengakses data. Kedua, soal service availability. Kalau server-server milik ASP sedang kacau (crash), maka pelanggan tidak bisa menggunakan software tersebut. Ketiga, menyangkut masalah sekuriti dan privasi. &#8220;Kebanyakan ASP tidak memberi jaminan kalau data Anda hilang. Nah, bagaimana kalau data ini merupakan data korporat yang sensitif?&#8221; kata Thomas mengingatkan.</p>
<p><strong><br />
Keuntungan potensial penerapan SaaS:</strong><br />
*Kemudahan administrasi.<br />
*Pengelolaan update dan patch perangkat lunak secara otomatis.<br />
*Kompatibilitas, karena semua pengguna memiliki versi software yang sama.<br />
*Kemudahan kolaborasi.<br />
*Dapat diakses dari seluruh dunia (global), karena menggunakan browser Internet.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=293&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/09/14/layanan-penyewaan-softwareala-telkom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis Online Game
Ala Nusantara Online</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/bisnis-online-gameala-nusantara-online/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/bisnis-online-gameala-nusantara-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 14:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda membayangkan rasanya menjadi Mahapatih Gajah Mada yang mampu menaklukkan kerajaan di seluruh Nusantara di masa silam, sehingga mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaan?

by a. mohammad bs &#38; moh. husni mubarak
Nah, keperkasaan  seorang Gajah Mada bisa Anda rasakan lewat online game berlatar belakang kerajaan-kerajaan Nusantara buatan anak negeri lewat Nusantara Online (Nusol).
Menurut Heru Nugroho, Direktur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=286&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernahkah Anda membayangkan rasanya menjadi Mahapatih Gajah Mada yang mampu menaklukkan kerajaan di seluruh Nusantara di masa silam, sehingga mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaan?<br />
<em><br />
by a. mohammad bs &amp; moh. husni mubarak</em></p>
<p>Nah, keperkasaan  seorang Gajah Mada bisa Anda rasakan lewat online game berlatar belakang kerajaan-kerajaan Nusantara buatan anak negeri lewat Nusantara Online (Nusol).<span id="more-286"></span></p>
<p>Menurut Heru Nugroho, Direktur Pengelola Nusol, game ini lahir dari keinginan beberapa orang, termasuk dirinya, untuk ikut melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia. &#8220;Kami ingin menampilkan sejarah budaya tetapi dalam bentuk yang lebih fun, serta mudah dipahami dan dicerna,&#8221; kata Heru. Ide itu muncul sejak lima tahun lalu. Kebetulan, para mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang tergabung dalam Sangkuriang Studio berkeinginan membuat online game berbasis budaya asli Indonesia.</p>
<p>Kelebihan Nusol adalah  game lokal pertama di Indonesia yang memiliki konsep Massively Multiplayer Online Role-Playing Games (MMORPG) dengan tampilan visual tiga dimensi (3D). Sebelumnya ada game  lokal yang berbasis teks seperti Kurusetra (yang di masanya cukup populer), dan selanjutnya berkembang game berformat flash. Perlu diketahui, MMORPG adalah jenis permainan berbasis konsep Role-Playing Game (RPG) yang bisa dimainkan dari berbagai tempat dan waktu oleh banyak pemain. Dalam sebuah RPG, pemain memainkan karakter buatan dan menjalankannya mengikuti alur cerita.</p>
<p>Game Nusol ini dikembangkan dengan engine yang disebut ANother Game Engine Library (ANGEL), yang tak lain buatan anak-anak Indonesia dengan memanfaatkan program open source. ANGEL memiliki kemampuan setara dengan game engine tingkat tinggi dan mampu menciptakan objek 3D dengan tampilan yang mirip kenyataan. Mulai dari tanah, bangunan, pepohonan, tiupan angin, sungai dan laut berikut riak gelombangnya, hingga susunan bintang dan pergantian hari dari siang ke malam. ANGEL juga memungkinkan Nusol memanfaatkan semua widget antarmuka yang tersedia, seperti text box untuk chatting (mengobrol), ikon yang dapat di-drag-drop, hingga koneksi dengan fasilitas messenger dan situs jejaring sosial populer, seperti Yahoo! Messenger dan Facebook.</p>
<p>Selain menggunakan standar MMORPG, fitur Nusol dikembangkan mengikuti teori kemasyarakatan, arkeologi, sejarah dan sosial yang berlaku dalam budaya Nusantara masa silam. Karakter, susunan kemasyarakatan, bentuk bangunan, hingga peta yang digunakan dalam Nusol mengikuti kondisi otentik pada masanya. &#8220;Membuat online game tidak semudah membuat film animasi. Untuk online game, setelah dibuat animasinya, lalu ‘dijahitkan’ ke engine. Tapi, tidak semua orang bisa membuat engine, terutama yang berformat 3D dan bergenre MMORPG. Oleh karena itu, prosesnya lama,&#8221; ungkap Heru. &#8220;Nusol sendiri sebenarnya ditargetkan Mei sudah bisa dikomersialkan, tapi diundur hingga  Oktober nanti,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Menurut Heru, sebenarnya sejak beberapa bulan lalu Nusol ini sudah layak rilis. Akan tetapi, mengingat sekuriti yang merupakan aspek vital dinilai belum oke, maka masih dilakukan tes. Nah, soal sekuriti ini Nusol menggandeng pakar keamanan Internet I Made Wiryana. Selain itu, Nusol juga mempekerjakan 20 game master yang tugasnya memantau jika ada masalah pada game. Total investasi yang dibenamkan untuk pengembangan Nusol diperkirakan Heru mencapai Rp 10 miliar, terutama buat membangun infrastruktur dan riset tentang budaya Nusantara. Belum termasuk pengembangan engine ANGEL yang diperkirakan menghabiskan Rp 1 miliar.</p>
<p>Untuk pemasaran produknya, Nusol menggandeng PT Nusantara Wahana Komunika (Nusakom). Perusahaan ini akan menjadi publisher sekaligus pemegang hak eksklusif atas penjualan produk Nusol dan produk-produk turunannya. Sigit Widodo, Direktur Pengelola Nusakom, meyakini dari segi bisnis, online game memiliki prospek bagus.</p>
<p>Saat ini, di Indonesia ada sekitar 7 juta orang penggemar online game. Menurut Yahoo Online jumlahnya malah mencapai sekitar 10 juta orang. Data Yahoo Indonesia yang dirilis Februari lalu menyebutkan 35% pengguna Internet Indonesia&#8211;yang totalnya mencapai 33 juta orang&#8211;memainkan online game. Sebagai perbandingan, di Korea, Jepang, Malaysia, Cina dan Amerika Serikat, online game memiliki angka average revenue per user lebih tinggi dibanding jasa telepon.</p>
<p>Lalu, bagaimana urusan bisnisnya? &#8220;Konsepnya setiap user bebas mendaftar. Namun ketika bermain untuk membeli aksesori seperti senjata, baju perang atau lainnya, mereka harus bayar,&#8221; Sigit menjelaskan. &#8220;Untuk mekanisme pembayarannya, Nusol bekerja sama dengan Indosat melalui sistem pembayaran iPay,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Nah, model bisnis yang dipakai Nusol hampir mirip online game fenomenal Ragnarok, yang menjual dengan sistem vocer. Untuk vocer ini, Nusol akan menerbitkan nominal Rp 10 ribu, Rp 25 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Dalam game itu ada ratusan aksesori yang harganya bervariasi. Misalnya dengan harga Rp 500 per item, jika pemain punya vocer Rp 50 ribu, ia bisa membeli 100 aksesori. &#8220;Dengan dibebaskan user dari biaya pendaftaran, artinya Nusol mencoba untuk membuat komunitas.  Dari banyaknya anggota komunitas ini nanti akan muncul peluang bisnis baru semisal  banner iklan,&#8221; ujar Sigit. Di sisi lain, semakin banyak user atau anggota, semakin banyak fulus yang bisa dihimpun dari penjualan vocer.</p>
<p>Saat ini, game Nusol baru dapat dinikmati oleh pelanggan Melsa, penyedia jasa Internet di Bandung. Kapasitas bandwidth-nya pun masih terbatas, yakni satu user 30-40 kbps. Dalam 6 bulan ke depan, Heru menargetkan Nusol sudah bisa dimainkan secara berbarengan oleh 100 ribu user. Adapun jumlah pelanggan ditargetkan bisa mencapai 1 juta dalam lima tahun ke depan. Selain online game, Nusol juga akan dibuat dalam bentuk game untuk Playstation, Xbox dan game PC ataupun handphone.  &#8220;Nusantara Online akan menjadi satu brand untuk menyuguhkan pengetahuan sejarah dan budaya tetapi dengan cara yang fun,&#8221; Heru menegaskan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=286&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/bisnis-online-gameala-nusantara-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertaruhan Harry Tanoe di Bisnis TV Berbayar</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/pertaruhan-harry-tanoe-di-bisnis-tv-berbayar/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/pertaruhan-harry-tanoe-di-bisnis-tv-berbayar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 13:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Pertengahan Mei lalu muncul kabar gembira bagi industri penyiaran Indonesia. Satelit baru milik PT Media Citra Indostar (MCI), Indostar II, diluncurkan di Baikonur, Kazakhstan. Indostar II bertugas menggantikan satelit Cakrawarta (Indostar I) yang segera habis masa orbitnya. MCI merupakan anak perusahaan PT MNC Skyvision, yang menjadi pemegang merek televisi berbayar Indovision dan Top TV.

by a. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=283&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pertengahan Mei lalu muncul kabar gembira bagi industri penyiaran Indonesia. Satelit baru milik PT Media Citra Indostar (MCI), Indostar II, diluncurkan di Baikonur, Kazakhstan. Indostar II bertugas menggantikan satelit Cakrawarta (Indostar I) yang segera habis masa orbitnya. MCI merupakan anak perusahaan PT MNC Skyvision, yang menjadi pemegang merek televisi berbayar Indovision dan Top TV.<br />
<em><br />
by a. mohammad bs &amp; moh. husni mubarak</em></p>
<p>Indostar II dibuat oleh Boeing Satellite System di Los Angeles, California, AS, dalam waktu 20 bulan, dengan total biaya sebesar US$ 300 juta&#8211;dari kas internal dan pinjaman asing. Satelit yang memiliki umur orbit 16,8 tahun lebih ini menggunakan platform BS 601 HP. Satelit Indostar II ini menempati slot orbit 107,7 derajat BT dan bekerja di pita frekuensi 2,5 GHz selebar 150 MHz.<span id="more-283"></span></p>
<p>Dijelaskan Harry Tanoesoedibjo, CEO PT Global Mediacom Tbk.&#8211;holding company yang membawahkan bisnis media dan teknologi informasi Grup Bimantara, termasuk Indovision dan Top TV&#8211;satelit yang baru diluncurkan ini memiliki kapasitas 10 transponder aktif S-Band plus tiga transponder cadangan, atau dua kali lipat dari kapasitas satelit sebelumnya. Tranponder tersebut akan difungsikan sebagai penguat gelombang frekuensi S-Band untuk menyediakan jasa layanan penyiaran langsung ke rumah-rumah (direct-to-home/DTH). Singkatnya, S-Band sangat cocok dengan iklim negara tropis seperti Indonesia yang sering hujan. &#8220;Ini lebih baik dibanding KU-band atau C-Band, baik dari kualitas gambar maupun suara,&#8221; ujar Harry.</p>
<p>Selain itu, Indostar-II juga menggunakan frekeunsi KU-Band yang didesain untuk layanan DTH dan telekomunikasi di India. Adapun transponder KU-Band lainnya digunakan untuk akses Internet berkecepatan tinggi dan layanan telekomunikasi di Filipina, Taiwan dan Indonesia.</p>
<p>Nah, satelit high power tersebut memungkinkan Indovision menampung kapasitas siaran hingga lebih dari 120 channel. Saat ini, jumlah kanal yang dimiliki televisi berbayar itu 62. Dengan satelit baru tersebut, Indovision juga optimistis tahun ini dapat meningkatkan jumlah pelanggannya hingga 65%. Tahun 2008 total pelanggan Indovision mencapai 480 ribu orang. Adapun pada kuartal I/2009 ini, meningkat menjadi 550 ribu pelanggan. &#8220;Dengan kapasitas besar, juga bisa memberikan layanan lebih kepada pelanggan karena jumlahnya lebih banyak dan variasinya (channel) lebih banyak, dan menghasilkan kualias gambar dan suara lebih baik,&#8221; kata Harry lagi.</p>
<p>Ditambahkan Andhianto, Wakil Dirut PT MNC Sky Vision, dengan kapasitas besar yang dimiliki Indostar II, ditambah dukungan teknologi MPEG-2 dan MPEG-4 yang diyakini tahan terhadap cuaca seperti hujan besar, kualitas layanan bakal meningkat. Selain itu, Indovision akan mampu menawarkan nilai tambah lain, seperti kualitas gambar high definition, serta ada juga video on demand dan video by request. Dengan gambar yang lebih baik dan channel yang lebih banyak, menurut Andhianto, pasti akan memicu banyak orang untuk menonton televisi. &#8220;Pertumbuhan MNC Skyvision melalui produknya akan menjadi pesat. Sebab, kualitasnya lebih bagus,&#8221; imbuh Harry.</p>
<p>Keberanian Harry menggelontorkan dana besar untuk menopang bisnis TV berbayarnya tersebut tentu saja ada kalkulasi bisnisnya. Menurutnya, pada 2008, total pelanggan TV berbayar di Indonesia sekitar 830 ribu pelanggan. Adapun tahun ini diperkirakan meningkat mencapai 1,1 juta pelanggan. &#8220;Bisnis media berbasis pelanggan di Indonesia memiliki potensi yang signifikan dengan tingkat penetrasi baru sebesar 2,5% tahun 2008,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain itu, nilai bisnis dari jasa satelit sendiri cukup besar. Diperkirakan nilainya mencapai Rp 6 triliun/tahun. Potensinya berasal dari penyewaan transponder, jasa jaringan, teleport, TV kabel, jasa instalasi, dan lainnya.</p>
<p>Apakah Indostar II kemungkinan juga akan disewakan? Baik Harry maupun Andhianto tidak menampik kemungkinan itu. &#8220;Bisa saja disewakan jika masih ada kelebihan kapasitas yang ada. Tetapi untuk saat ini, prioritas utama untuk MNC Skyvision melalui Indovision dan Top TV. Jika ada peminatnya, bisa dibicarakan,&#8221; ujar Harry. Sementara itu, Andhianto mengklaim saat ini sudah ada yang berminat menyewa Indostar II. &#8220;Indostar II ini memang ada potensi untuk disewakan. Namun, mekanismenya seperti apa dan berapa tarifnya, masih dibicarakan,&#8221; imbuh Andhianto.</p>
<p>Sejauh ini, pendapatan Global Mediacom masih didominasi kontribusi lini usaha berbasis konten dan iklan, yang tahun lalu menyumbang Rp 3.780 miliar. Adapun media berbasis pelanggan menyumbang Rp 776 miliar dan segmen teknologi informasi Rp 978 miliar. Boleh jadi, itulah salah satu alasan Harry melakukan gebrakan, sekaligus pertaruhan, untuk bisnis TV berbayarnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=283&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/pertaruhan-harry-tanoe-di-bisnis-tv-berbayar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Margahayuland,
Bersinar Lagi
di Tangan Generasi Kedua</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/margahayulandbersinar-lagidi-tangan-generasi-kedua/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/margahayulandbersinar-lagidi-tangan-generasi-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 13:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah krisis ekonomi global dan suku bunga KPR yang masih relatif tinggi, industri properti di Jakarta tetap saja tak kehilangan pamor. Salah satu bukti, masuknya pemain baru bernama  PT Metro Margahayuland.

by a. mohammad bs &#38; moh. husni mubarak
Rumah susun sederhana hak milik (rusunami) Menara Latumeten di kawasan Pluit, Grogol merupakan proyek perdana Margahayuland di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=280&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di tengah krisis ekonomi global dan suku bunga KPR yang masih relatif tinggi, industri properti di Jakarta tetap saja tak kehilangan pamor. Salah satu bukti, masuknya pemain baru bernama  PT Metro Margahayuland.<br />
<em><br />
by a. mohammad bs &amp; moh. husni mubarak</em></p>
<p>Rumah susun sederhana hak milik (rusunami) Menara Latumeten di kawasan Pluit, Grogol merupakan proyek perdana Margahayuland di Jakarta. Rusunami tiga menara yang menelan investasi Rp 170 miliar itu terdiri dari 1.200 unit yang dibangun di atas lahan 1,1 hektare. Rencananya, rusunami Latumeten ini ditawarkan dalam dua model: apartemen bersubsidi dengan harga mulai dari Rp 144 juta per unit (di luar biaya pengembangan dan lain-lain), dan nonsubsidi seharga Rp 197 juta per unit.<span id="more-280"></span></p>
<p>Sejatinya, Margahayuland bukanlah pemain baru di industri properti. Di Bumi Parahyangan, Margahayuland merupakan salah satu dedengkot. Perusahaan yang dibangun keluarga Djoeliah Poerwita, Ma&#8217;sum Sudrajat dan Jajat Priatna itu telah eksis sejak 1970, dengan nama PT Margahayu. Sejak awal, segmen pasar yang dibidik Margahayu kalangan menengah-bawah, dalam bentuk rumah sehat sederhana (RSH). &#8220;Kamilah yang memprakarsai KPR pertama di Jawa Barat,&#8221; ujar Hari Raharta Sudrajat, Dirut Margahayuland, yang merupakan generasi kedua penerus bisnis keluarga ini. Proyek pertamanya, Perumahan Margahayu Raya di kawasan Bandung Timur sebanyak 350 unit.</p>
<p>Tahun 1980-an boleh dibilang masa keemasan perusahaan ini. Margahayu berhasil menjelma menjadi kelompok usaha properti yang cukup disegani, dengan membawahkan beberapa anak perusahaan, seperti: PT Raya Devindo, PT Kharisma Pramudya Raya, PT Grabindo Indah Raya, dan PT Kreasi Graha Raya. Namun, ketika badai krisis moneter 1998 menerjang, seperti pengembang lainnya, Margahayu pun ikut limbung. Bahkan selama tiga tahun perusahaan ini tidak melakukan aktivitas pembangunan perumahan.</p>
<p>Naiknya Hari Raharta sebagai nakhoda baru Margahayuland pada 2002, memunculkan harapan baru. Terbukti, Hari mampu mengeluarkan perusahaan ini dari masalah keuangan. Melalui jejaring yang kuat ia mampu menggandeng beberapa rekan bisnis untuk melakukan join operasional dengan perusahaannya. Hasilnya, tahun 2005 perusahaannya kembali bangkit. Kebangkitan ini ditandai dengan perubahan nama perusahaan menjadi Margahayuland, dan mendirikan beberapa anak usaha baru seperti PT Metro Perdana Trade Center, PT Metro Permata Raya, PT Permata Margahayuland, PT Metro Margahayuland dan PT Gracia Griya Perdana.</p>
<p>Selain merekrut sejumlah profesional andal di bidang properti, berbagai perubahan dan strategi baru pun diterapkan. Antara lain, konsep properti yang dulunya hanya terbatas pada proyek perumahan, kini meluas ke proyek mal, apartemen hingga gedung perkantoran. Salah satu proyek yang menonjol adalah Kompleks Metro Trade Center di Jl. Soekarno-Hatta, Bandung, dengan area seluas  7 ha, terdiri dari 230 unit ruko (dua dan tiga lantai), serta bangunan mal 6 lantai yang luasnya  9 ribu m2.</p>
<p>Tak hanya itu. Hari juga berhasil mengembangkan proyek prestisius. Antara lain, perumahan Bumi Orange di kawasan Cibiru Kabupaten Bandung yang terdiri dari 2.600 unit; dan The Mansion di daerah Antapani sekitar 60 unit dengan harga Rp 466 juta-1,4 miliar per unit.</p>
<p>Hari juga berekspansi ke luar kota Bandung. Mulai dari Bekasi, Bogor, Karawang hingga Cirebon. Sampai saat ini, Margahayuland telah membangun sekitar 30 perumahan di Ja-Bar, dengan total hunian mencapai 47 ribu unit. Dari jumlah itu, sekitar 50% berada di Bandung. Ekspansinya ke Jakarta merupakan langkah terbaru.</p>
<p>Walaupun persaingan di Jakarta lebih kompetitif, Hari tetap optimistis bisa mengambangkan proyeknya di Kota Metropolitan ini. Pasalnya, ia melihat kebutuhan hunian akan terus ada.  Syaratnya, menurut Hari, pemain harus lebih agresif, inovatif dalam menghadirkan produk, dan tahu keinginan pasar. &#8220;Untuk itu harus pintar mencari lokasi dan konsumen,&#8221; Hari menandaskan.</p>
<p>Hari mengaku pihaknya selalu meneliti buyer potensial dari proyek yang akan dibangun. Oleh karena itu, strategi pemasaran pun banyak dilakukan lewat direct sales ke buyer potensial&#8211;di samping tetap ada upaya promosi media ataupun ajang pameran. &#8220;Kami sudah punya jaringan di berbagai instansi, baik di kalangan pemerintah maupun swasta,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ditambahkan Achmad Yusuf, Direktur Pengelola Margahayuland, salah satu faktor yang membuat Margahayuland tetap eksis dan menjadi yang terbesar di Ja-Bar karena berorientasi pasar.</p>
<p>Masuknya Margahayuland ke Jakarta dengan menggarap proyek rusunami, dinilai Panangian Simanungkalit, cukup tepat. Menurut pakar properti ini, pasar di Ja-Bar belum sebesar Jakarta. Sementara itu, proyek rusunami bisa dibilang relatif baru, sehingga belum ada pemain besar yang menguasai segmen ini. &#8220;Pemain besar belum tentu mau, karena marginnya terlalu kecil. Justru pengembang seperti Margahayuland yang cocok,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut pendiri Pusat Studi Properti Indonesia ini, dunia properti akan sangat tergantung pada lokasi. Namun, pengalaman manajemen dari pengembang pun penting untuk memastikan kualitas proyeknya. &#8220;Margahayuland punya hubungan dengan konsumen yang cukup lama. Goodwill-nya itu yang membuat konsumen mau membeli. Lokasi dan pengembang bagus, itu sudah cukup,&#8221; katanya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=280&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/margahayulandbersinar-lagidi-tangan-generasi-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demam Layanan Pesan Antar
di Resto Cepat Saji</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/demam-layanan-pesan-antardi-resto-cepat-saji/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/demam-layanan-pesan-antardi-resto-cepat-saji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 10:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Anda pesan, kami antar. Slogan citra layanan pesan antar (delivery order) milik resto cepat saji McDonald&#8217;s (McD) itu belakangan dipromosikan cukup intensif di televisi. Memang, cukup dengan menelepon nomor 14045, pesanan siap dikirim ke tempat tujuan dalam waktu relatif cepat.
by a. mohammad bs &#38; sigit a. nugroho
Sejatinya, layanan kontak 14045 ini merupakan layanan call centre. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=276&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda pesan, kami antar. Slogan citra layanan pesan antar (delivery order) milik resto cepat saji McDonald&#8217;s (McD) itu belakangan dipromosikan cukup intensif di televisi. Memang, cukup dengan menelepon nomor 14045, pesanan siap dikirim ke tempat tujuan dalam waktu relatif cepat.</p>
<p><em>by a. mohammad bs &amp; sigit a. nugroho</em></p>
<p>Sejatinya, layanan kontak 14045 ini merupakan layanan call centre. Namun, fungsinya kini telah berubah sebagai media layanan pesan antar. Dengan begitu, call centre tidak lagi hanya menjadi cost centre, tetapi bisa juga menjadi profit centre.<span id="more-276"></span></p>
<p>Bahkan, menurut Hadiono S., General Manager McDonald&#8217;s Indonesia Family Restaurants, dengan mengembangkan layanan call centre, McD sama saja dengan membuka beberapa cabang sekaligus. Ia mengungkapkan, saat ini kontribusi call centre terhadap total pendapatan McD mencapai lebih dari 30%.</p>
<p>Selain McD, resto cepat saji lain yang cukup serius mengembangkan layanan pesan antar seperti ini adalah KFC. Menurut Fabian Gelael, COO KFC Indonesia, pihaknya sudah memiliki layanan pesan antar sejak lama. Namun, layanan pesan antar dengan menggunakan one call number service ke nomor 14022 baru diperkenalkan pada Oktober 2008 di Bandung. Oleh karena itu, layanan ini belum berskala nasional. &#8220;Secara bertahap kami akan masuk dari kota ke kota,&#8221; ucap Fabian. Sejak Desember tahun lalu, seluruh wilayah Jawa sudah bisa menggunakan layanan tersebut, dan sebagian wilayah Sumatera sudah dapat menggunakannya.</p>
<p>Menurut Fabian, pihaknya tidak langsung mengembangkan layanan delivery order secara nasional, tetapi lebih memilih secara bertahap. Alasannya, infrastruktur jaringan dan armadanya belum siap. &#8220;Kami takut operator call centre dan armada pengirimannya belum siap. Kami benar-benar menghindari komplain dari pelanggan,&#8221; ujarnya memberi alasan.</p>
<p>Diakui Fabian, keinginannya memanfaatkan layanan call centre untuk pesan antar tersebut dipicu oleh keberhasilan pesaingnya. Ia sendiri merasakan, selama ini dari jasa pengiriman ini pendapatan tiap gerai KFC meningkat 15% setiap tahun.</p>
<p>Untuk menyediakan layanan pesan antar, pihak KFC bekerja sama dengan pihak lain. Untuk fasilitas call centrer KFC bekerja sama dengan Infomedia. Bentuk kerja samanya, Infomedia akan mendapat fee dari setiap panggilan yang masuk. Konsumen akan dikenai biaya  Rp 8.000/call. Toh, dengan tarif cukup mahal itu, konsumen tidak bisa langsung melakukan pemesanan, karena ia diarahkan untuk memesan ke gerai terdekat dari tempat tinggalnya. Menurut Fabian, cara itu ditempuh untuk menghindari terjadinya tumpukan pesanan di call centre. Sebab, pengiriman order dari call centre ke gerai dilakukan melalui Internet. Padahal, sering terjadi traffic jam di jaringan Internet, terutama pada siang hari. &#8220;Akibatnya, meski kami sudah menggunakan Internet, lebih dari 50% order dari call centre diteruskan ke gerai menggunakan mesin faksimile,&#8221; katanya dengan nada mengeluh.</p>
<p>Untuk pengadaan armada, KFC menggunakan sistem sewa, bekerja sama dengan PT Astra Honda Motor. Alasan Fabian, cara ini lebih praktis dan tidak perlu memikirkan soal perawatan kendaraan. Rata-rata di tiap gerai terparkir tiga-lima sepeda motor.</p>
<p>Hasilnya? Fabian mengklaim masing-masing gerai (store) mampu meningkatkan penjualan sebesar 30%. Namun, pencapaian ini dinilainya belum maksimum. Sebab, kontribusi delivery order dari  135 gerai KFC yang memiliki home delivery service baru mencapai 6% dari total revenue. Oleh karena itu, lanjut Fabian, pihaknya akan semakin menggiatkan layanan pesan antar ini. Sebab, potensi konsumennya sangat besar. Tahun ini ditargetkan pendapatan dari delivery order bisa mencapai  8%-9% total revenue.</p>
<p>Layanan pesan antar menggunakan one dial number juga mulai dipraktikkan Hoka Hoka Bento (Hokben). Sejak Mei lalu resto cepat saji masakan Jepang ini memperkenalkan layanan pesan antar dengan kode akses 500-505, yang disebut Hokben Delivery. Setiap kali panggilan ke 500-505 pelanggan akan dikenai biaya Rp 5.000. Menurut Hendra Arifin, pemilik PT Eka Bogainti – perusahaan pengelola Hokben di Indonesia&#8211;saat ini dari 99 gerai Hokben, layanan itu baru menjangkau wilayah Jabodetabek dan Cilegon. &#8220;Kami secara bertahap akan masuk ke Surabaya dan Bandung,&#8221; kata Hendra.</p>
<p>Paulus Arifin, Direktur Operasional PT Eka Bogainti, menjelaskan, untuk membangun layanan pesan antar ini memang memerlukan kesiapan. Pasalnya, untuk mengembangkan layanan tersebut pihaknya membangun sendiri infrastrukturnya. Mulai dari penyiapan operator hingga armada pengantar pesanan. &#8220;Di setiap store setidaknya ada lima sampai 10 armada untuk pesan antar. Kami tidak kerja sama dengan pihak mana pun untuk pengadaan kendaraan delivery,&#8221; ungkap Paulus.</p>
<p>Diklaim Paulus, keunggulan pesan antar dari Hokben adalah tidak adanya batasan minimum order.  &#8220;Berapa pun jumlah pesanan, tetap kami antarkan,&#8221; ia menjanjikan. Dengan adanya layanan baru ini, Hendra berharap  nantinya porsi penjualan delivery dengan on store bisa berimbang, 50%-50%.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=276&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/08/27/demam-layanan-pesan-antardi-resto-cepat-saji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berebut Pelanggan
di Jalur CDMA</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/28/berebut-pelanggandi-jalur-cdma/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/28/berebut-pelanggandi-jalur-cdma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 07:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Industri telekomunikasi di Tanah Air memang sangat riuh. Tak cuma di  jaringan Global System for Mobile communication (GSM), melainkan juga  di jaringan Code Division Multiple Access (CDMA).  Di jalur yang juga disebut Fixed Wireless Access (FWA)  ini ada Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), Fren dan Hepi (Mobile 8), serta Esia (Bakrie Telecom).
by [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=270&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Industri telekomunikasi di Tanah Air memang sangat riuh. Tak cuma di  jaringan Global System for Mobile communication (GSM), melainkan juga  di jaringan Code Division Multiple Access (CDMA).  Di jalur yang juga disebut Fixed Wireless Access (FWA)  ini ada Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), Fren dan Hepi (Mobile 8), serta Esia (Bakrie Telecom).</p>
<p><em>by a. mohammad bs &amp; sigit a. nugroho<br />
</em><br />
Masing-masing operator berupaya unjuk kelebihan dan agresif menawarkan beragam layanan, kemudahan, dan tarif murah. <span id="more-270"></span></p>
<p>Sejauh ini, Flexi merupakan pemain CDMA yang paling berkibar. Hingga awal tahun 2009 jumlah pelanggannya mencapai 13,5 juta. Prestasi yang fantastis. Pasalnya, hingga akhir 2007, Flexi baru merengkuh 6,5 juta pelanggan. Pertumbuhan 100% lebih hanya ditempuh dalam waktu setahun lebih sedikit.</p>
<p>Menurut Eddy Kurnia, VP Komunikasi Publik dan Pemasaran Telkom, pencapaian  jumlah pelanggan itu disebabkan oleh empat hal. Pertama, perpindahan frekuensi dari 1.800 MHz ke 800 MHz. Adanya perpindahan frekuensi ini membuat Flexi mampu memaksimalkan layanannya. Pasalnya, semua kota mampu menangkap frekuensi 800 MHz, maka daya jelajah Flexi bisa lebih luas. &#8220;Sekarang, semua kota sudah bisa menggunakan layanan Combo,&#8221; katanya.</p>
<p>Faktor kedua, penambahan infrastruktur yang mencapai 100%. Tahun 2007 Flexi baru punya 2.000 base tranceiver station (BTS). Pada 2008 jumlahnya mencapai 4.100 BTS yang menyebar di lebih dari 350 kota di seluruh Indonesia. Ketiga, program promosi tarif Rp 0 ke tiga provinsi di Jawa dan telepon ke sesama pengguna Flexi hanya Rp 49/menit. Keempat, program bundling. &#8220;Keempat faktor itu yang  melambungkan pelanggan Flexi,&#8221; kata Eddy dengan yakin.</p>
<p>Selain Flexi, pemain lain yang pertumbuhan pelanggannya cukup pesat adalah Esia. Hingga akhir 2008, jumlah pelanggan Esia 7,3 juta. Jumlah itu merupakan peningkatan pesat dibanding angka 3,5 juta pelanggan pada kuartal ketiga tahun 2007.</p>
<p>Menurut Irfan Firmansyah, VP Penjualan PT Bakrie Telecom, beberapa program promosi yang ditawarkan Esia mampu mendongkrak pelanggan. &#8220;Kami juga lebih fokus menggarap pasar segmentatif,&#8221; ucap Irfan. Beberapa paket seperti Esia Hidayah, Merdeka, Fu, dan belakangan Esia Slank, diyakini memacu pertumbuhan pelanggan Esia. Selain itu, Esia juga terus melancarkan kampanye ponsel murah, plus telepon dan SMS murah. Dan, seperti kebanyakan operator, Esia pun melakukan bundling.</p>
<p>Diklaim Irfan, saat ini Esia sudah menjangkau  64 kota. BTS-nya yang terakhir berdiri di Jambi. Dalam waktu dekat Esia siap memancang menara BTS di Pematangsiantar. Menurutnya, kapasitas kanal Esia masih longgar. Jadi, pelanggan tidak perlu khawatir. &#8220;Kami meminimalisasi adanya drop call, dan jangkauan area kami sudah memenuhi ekspektasi pelanggan,&#8221; katanya mengklaim. Tahun ini, Irfan menargetkan dapat menggaet 10 juta pelanggan. &#8220;Pelanggan lama tak perlu khawatir overkapasitas. Karena kami sudah mengalokasikan kapasitas dua kali lipat dari target yang akan dicapai,&#8221; Irfan meyakinkan.</p>
<p>Sementara itu, Mobile-8 yang mengusung merek Fren dan Hepi mencatat pertumbuhan pelanggan cukup lumayan. Fren selama 2005-2007 mencatat jumlah pelanggan berturut-turut: 1,3 juta; 1,8 juta; dan 3 juta. Ditargetkan tahun ini bisa menggaet total 5 juta pelanggan. Prestasi cukup memuaskan dicatat Hepi. Diluncurkan Mei 2008, jumlah pelanggan Hepi sudah mencapai 500 ribu. Hebatnya, belum satu tahun layanan Hepi sudah bisa diterima di 57 kota.</p>
<p>Yang agak terseok-seok  StarOne. Sejak diperkenalkan Mei 2004, jumlah pelanggannya baru mencapai 761 ribu. Padahal, Guntur S. Siboro, Direktur Pemasaran PT Indosat Tbk., mengklaim pihaknya sudah mencapai pertumbuhan sebesar 40%, atau bertambah 200 ribu pelanggan dibanding tahun 2007. Jangkauan pun baru 55 kota&#8211;kalah dibanding Hepi yang jauh lebih muda. Padahal, kapasitas terpasang yang dimiliki StarOne mencapai 2 juta sambungan. Apakah Indosat tidak serius menggarap StarOne, sehingga tidak mengoptimalkan kapasitas terpasangnya? &#8220;Siapa bilang Indosat tidak mengoptimalkan kapasitasnya?&#8221; sanggah Guntur.</p>
<p>Guntur beralasan, angka rata-rata yang digunakan untuk mengukur tingkat utilisasi kapasitas kurang tepat. Misalnya, di Jakarta kapasitasnya hampir penuh. Sementara di Kendari banyak yang kosong. Jadi, kalau mengenai utilisasi StarOne sebesar 30% itu artinya banyak kota kecil yang ikut dihitung rata-rata, seperti Kendari, Gorontalo, Majalengka dan lainnya. Nah, di Jakarta mungkin utilisasi bisa 70%, tetapi di kota kecil utilisasi lebih rendah.</p>
<p>Guntur sangat yakin tidak semua kapasitas operator CDMA penuh. &#8220;Silakan tanyakan apakah kapasitas jaringan mereka penuh semua,&#8221; katanya rada gusar. &#8220;Jadi, kalau pun jaringan StarOne ini dilelang, kami tidak yakin akan ada yang beli. Karena semua operator juga masih bolong-bolong,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Guntur juga menampik anggapan Indosat tidak mengelola StarOne secara baik. Ia beralasan, Indosat merupakan perusahaan publik yang berorientasi profit. Di sini, lanjut Guntur, berlaku hukum bisnis: bila revenue kecil, tentu perhatian yang diberikan juga minim. Perhatian lebih besar diberikan untuk segmen GSM, karena kontribusi pendapatannya lebih dari 75%. Sementara StarOne ia menolak menyebutkan angkanya. Yang jelas, bujet iklan untuk StarOne kurang dari 5% total bujet promosi Indosat. &#8220;Ini bukan menganaktirikan StarOne, tapi memang sesuai dengan porsinya,&#8221; ujar Guntur. &#8220;Ngapain banyak placement di televisi, kalau pelanggannya tidak ada,&#8221; imbuhnya. Guntur mengaku, saat ini StarOne lebih berkonsentrasi menggarap komunitas.</p>
<p>Menanggapi Indosat yang terkesan kurang gigih mengelola lisensi CDMA yang dimilikinya, Gatot S. Dewabroto mengaku pernah memperingatkan dan melakukan pemanggilan. Menurut Kepala Pusat Informasi Depkominfo itu, pemanggilan dilakukan sekitar Oktober 2007. Alasannya, kanal FWA milik Indosat dianggap tidak digunakan secara optimal. Ketika itu, jumlah pelanggan Indosat dengan kapasitas yang dimiliki dinilai tidak seimbang. Padahal, seperti diketahui, frekuensi telekomunikasi merupakan salah satu sumber daya alam yang terbatas ketersediaannya.</p>
<p>Menurut Gatot, peringatan itu mestinya bisa menjadi pemicu bagi operator untuk memperbaiki pelayanan dan meningkatkan pelanggannya. &#8220;Pemerintah sangat serius. Kalau tidak optimal, kami pasti akan mengingatkan. Kami tinggal mengevaluasi izin penyelenggaraan yang mereka terima,&#8221; ujarnya, setengah mengancam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=270&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/28/berebut-pelanggandi-jalur-cdma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jean-Philippe Courtois:
&#8220;Kami Membantu Perusahaan di Sini Menghemat Uangnya&#8221;</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/28/jean-philippe-courtoiskami-membantu-perusahaan-di-sini-menghemat-uangnya/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/28/jean-philippe-courtoiskami-membantu-perusahaan-di-sini-menghemat-uangnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 06:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Krisis keuangan global memang tak pandang bulu. Hampir semua perusahaan di seluruh dunia terkena imbasnya. Tak terkecuali korporasi besar seperti Microsoft. Uniknya, di Indonesia Microsoft mampu tumbuh secara signifikan. Bahkan, pencapaiannya tertinggi dibandingkan dengan sejawatnya di kawasan Asia Tenggara.
by a. mohammad bs
Namun, pihak Microsoft Corporation tak mau kecolongan. Apalagi, laju ekonomi Indonesia pun diperkirakan ikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=263&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Krisis keuangan global memang tak pandang bulu. Hampir semua perusahaan di seluruh dunia terkena imbasnya. Tak terkecuali korporasi besar seperti Microsoft. Uniknya, di Indonesia Microsoft mampu tumbuh secara signifikan. Bahkan, pencapaiannya tertinggi dibandingkan dengan sejawatnya di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p><em>by a. mohammad bs</em></p>
<p>Namun, pihak Microsoft Corporation tak mau kecolongan. Apalagi, laju ekonomi Indonesia pun diperkirakan ikut melambat. Untuk memperkuat dan memberi dukungan bisnisnya di Indonesia, pihak kantor pusat Microsoft sengaja mengutus salah satu petingginya: Jean-Philippe Courtois. <span id="more-263"></span></p>
<p>Courtois merupakan Presiden Microsoft Internasional, yang membawahkan 100 anak usaha yang tersebar di 240 negara. Ia memberikan laporan langsung kepada Steve Ballmer, CEO Microsoft Corporation. Dalam kapasitasnya itu, Courtois menangani perencanaan strategi dan kegiatan operasional Microsoft secara global. Ia juga bertanggung jawab atas sektor publik dan bisnis komunikasi di seluruh dunia.</p>
<p>Dalam kunjungan singkatnya ke Indonesia, pria berkebangsaan Prancis yang memperoleh Diplôme des Etudes Commerciales Supérieures dari Ecole Superieure de Commerce, Nice (CERAM), Prancis, ini masih meluangkan waktu untuk wawancara eksklusif dengan SWA. Berikut petikan wawancara dengan Courtois, yang ditemani Presdir Microsoft Indonesia Tony Chen.</p>
<p><strong>Bagaimana Microsoft meningkatkan penetrasi teknologi informasi di Indonesia?</strong></p>
<p>Ini merupakan kunjungan kedua saya ke Indonesia. Saya sangat terkesan melihat pertumbuhan ekonomi negeri ini. Pemerintah Indonesia sangat aktif berpartisipasi dalam masyarakat TI dunia. Oleh karena itu, kami memutuskan melakukan investasi secara signifikan di Indonesia. Terutama investasi dalam kapasitas untuk bekerja dengan perusahaan besar, usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM), para developer, dan bekerja sama dengan pemerintah melalui bendera Detiknas (Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional).</p>
<p><strong>Namun, mengapa operating system dan software Microsoft masih dijual dengan harga mahal? Apa upaya Microsoft untuk menurunkannya?</strong></p>
<p>Sebenarnya, Microsoft sangat mungkin menyesuaikan harga. Itu tergantung kebutuhan pasar. Termasuk di Indonesia. Contohnya, kami punya volume-based pricing untuk perusahaan besar. Contoh lain, di dunia pendidikan Microsoft menawarkan harga yang sangat terjangkau untuk sekolah dan para pelajar. Dalam event sebulan lalu kami mendonasikan beberapa software untuk siswa ICT (teknologi komunikasi dan informasi). Kami memberi secara gratis semua software pengembangan, seperti Visual Studio.Net dan produk server. Kami juga membantu siswa dengan menawarkan harga yang bagus, sekitar Rp 800 ribu, yang dapat mereka gunakan untuk tiga personal computer.</p>
<p>Dalam beberapa bulan ke depan, kami akan melakukan promosi. Termasuk memberikan harga promosi untuk beberapa produk penting buat UMKM di Indonesia. Intinya, kami akan memberikan harga khusus untuk kalangan UMKM.</p>
<p><strong>Sejauh ini, apakah cara yang dilakukan cukup efektif?</strong></p>
<p>Ya, saya pikir begitu. Terbukti, pertumbuhan bisnis Microsoft di Indonesia sangat luar biasa dalam tiga tahun terakhir.</p>
<p><strong>Dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, bagaimana pertumbuhan bisnis Microsoft Indonesia dan kontribusinya ke kantor pusat dalam tiga tahun terakhir?<br />
</strong><br />
Selama tiga tahun lebih, pertumbuhan rata-rata Microsoft Indonesia lebih dari 30% per tahun. Dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan bisnis paling tinggi. Sebab, di negara lain pertumbuhannya rata-rata 25% per tahun.</p>
<p><strong><br />
Kalau begitu, apakah ada perlakuan khusus untuk pasar Indonesia?</strong></p>
<p>Microsoft harus memastikan bahwa kami mampu menjalankan bisnis secara global, karena kami memang pemain global. Termasuk ke negara-negara prioritas, seperti Indonesia.</p>
<p>Sebagai contoh, kami memberi bantuan untuk pendidikan, citizenship, dan juga banyak bantuan yang diberikan untuk komunitas pusat pembelajaran teknologi. Kami punya 149 computer resources center di sini. Tentunya, itu menguras dana Microsoft. Tujuannya agar ratusan ribu orang bisa menikmati pelatihan teknologi secara gratis.</p>
<p>Contoh lain, tentunya di area yang berbeda, yakni di dunia usaha. Beberapa waktu lalu kami memperkenalkan program Bizspark. Lewat program ini, kami memberikan secara gratis semua jenis peranti lunak kepada perusahaan ISV (pengembang software independen). Microsoft Bizspark menyediakan platform teknologi Microsoft yang sudah meliputi lisensi developer tools seperti Microsoft Visual Studio Team Suite dan Expression Studio. Itu merupakan komitmen Microsoft untuk tumbuh bersama industri software lokal di Indonesia.</p>
<p><strong>Bagaimana Microsoft melihat prospek bisnis di Indonesia?</strong></p>
<p>Kedatangan saya ke Indonesia adalah untuk membicarakan bisnis besar di negeri ini. Kenyataannya, ekonomi di Indonesia sedang slow down, sejak Desember 2008 hingga Februari 2009. Akan tetapi, itu tidak hanya terjadi di sini, di kawasan lain pun demikian. Di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang, GDP-nya menurun.</p>
<p>Kami masih melihat ekonomi, khususnya investasi ICT, going up di Indonesia. Kami tetap optimistis melihat prospek Indonesia.</p>
<p>Lalu, apa yang akan kami lakukan dalam situasi seperti ini? Sebagai perusahaan teknologi, kami memutuskan men-set up dan membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia menghemat uangnya. Dalam sebuah forum CIO bisnis, saya berbicara tentang cara memangkas biaya. Dan sebagai vendor solusi, kami menawarkan lima solusi unik untuk menangani masalah tersebut.</p>
<p><strong>Apa saja itu?</strong></p>
<p>Yakni, Microsoft Unified Communication yang bisa menghemat biaya komunikasi hingga 40%; teknologi Virtualisasi yang bisa mengurangi biaya operasional TI hingga 85%; solusi Business Intelligence untuk memperbaiki kapabilitas pembuatan keputusan; peningkatan efisiensi waktu ke pasar (time to market) sebesar 25% melalui solusi Microsoft Dynamic CRM dan ERP; dan solusi Desktop Optimization untuk meningkatkan efisiensi kerja perorangan.</p>
<p>Sudah banyak perusahaan di Indonesia dari berbagai industri yang mengadopsi solusi yang kami tawarkan tersebut, antara lain Axa Life Insurance, Astra-Honda Motor, Allianz dan PT Excelcomindo Pratama.</p>
<p><strong>Adakah target khusus dengan kedatangan Anda kali ini?</strong></p>
<p>Tujuan perjalanan saya ke sini adalah untuk memampukan dan mengakselerasi bisnis Microsoft di Indonesia. Dan, dalam kondisi ekonomi yang sedang slow down seperti sekarang, tugas saya adalah mendorong Microsoft Indonesia agar bisa lebih kuat, dan Indonesia bisa menjadi kompetitif di pasar global.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=263&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/28/jean-philippe-courtoiskami-membantu-perusahaan-di-sini-menghemat-uangnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telkom
Ketiban Durian Runtuh</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/22/telkomketiban-durian-runtuh/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/22/telkomketiban-durian-runtuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 14:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Wajah para petinggi Divisi Enterprise &#38; Wholesale PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) belakangan tampak cerah ceria. Maklumlah, pada pertengahan April 2009, nota kerja sama dengan salah satu operator telekomunikasi terbesar di Eropa, Orange, telah disepakati.
by a. mohammad bs &#38; moh. husni mubarak
Berarti, pundi-pundi Telkom bakal tambah gemuk. &#8220;Kerja sama dengan Orange ini merupakan keberhasilan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=257&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wajah para petinggi Divisi Enterprise &amp; Wholesale PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) belakangan tampak cerah ceria. Maklumlah, pada pertengahan April 2009, nota kerja sama dengan salah satu operator telekomunikasi terbesar di Eropa, Orange, telah disepakati.</p>
<p><em>by a. mohammad bs &amp; moh. husni mubarak</em></p>
<p>Berarti, pundi-pundi Telkom bakal tambah gemuk. &#8220;Kerja sama dengan Orange ini merupakan keberhasilan yang patut disyukuri, karena akan berdampak positif terhadap bisnis Telkom,&#8221; ujar Slamet Riyadi, VP Enterprise Telkom, mengakui.<span id="more-257"></span></p>
<p>Menurutnya, dengan kerja sama ini, pendapatan Telkom diperkirakan bertambah Rp 100 miliar. Yang pasti, dari kerja sama ini pelanggan Telkom akan bertambah sekitar 100 perusahaan, termasuk perusahaan raksasa global seperti Carrefour dan L’Oreal.</p>
<p>Bagi Telkom, memperoleh proyek kerja sama dengan Orange ini seperti ketiban durian runtuh.  Pasalnya, boleh dibilang, perusahaan pelat merah ini mendapatkannya tanpa upaya luar biasa. Perlu diketahui, sebelum dilimpahkan ke Telkom, Orange memercayakan layanan <em>global link</em> untuk korporasi di Indonesia kepada PT Aplikanusa Lintasarta.</p>
<p>Dengan koordinasi Orange, pihak Telkom siap menyediakan layanan <em>global link</em> bagi para pelanggan barunya. Orange membangun <em>node</em>-nya di Indonesia lewat Telkom Collocation. Ada dua <em>node</em> yang digunakan, yaitu di Karet Tengsin dan Gambir (keduanya di Jakarta). Lalu, Telkom menyediakan kebutuhan international private-leased circuit (IPLC) bagi Orange. Pada tahap awal, Telkom menginstalasi jaringan pelanggan untuk melayani kebutuhan data komunikasi global. Rencananya, hingga akhir 2009, Telkom dan Orange siap melayani lebih dari 200 sirkuit di Indonesia dengan total bandwidth mencapai 500 Mbps. &#8220;Kerja sama ini akan membantu pelanggan enterprise melakukan konsolidasi trafik global untuk <em>voice</em>, data dan video pada satu jaringan aplikasi komunikasi mutakhir Orange, dalam rangka meningkatkan efisiensi,&#8221; Slamet menuturkan.</p>
<p>Diklaim Slamet, selain dengan Orange, Telkom juga telah bekerja sama dengan Telkom Malaysia, SingTel, Infonet dan AT&amp;T. Untuk pelanggan AT&amp;T jumlahnya sekitar 100 perusahaan, dan Infonet 70 perusahaan. Ia menyebutkan, secara keseluruhan, kini sudah lebih dari 6 ribu perusahaan yang dikelola oleh Divisi Enterprise &amp; Wholesale Telkom. Sementara itu, total pelanggan kategori <em>other licenced operator</em> yang telah dilayani Telkom sebanyak 158 perusahaan. Menurutnya, Telkom pun tengah menjajaki kemungkinan kerja sama <em>network-to-network</em> <em>integration</em> dengan Orange, sehingga <em>cloud</em> Virtual Private Network (VPN) Telkom dapat langsung terkoneksi dengan cloud VPN global Orange. &#8220;Hal ini akan memberi nilai tambah bagi pelanggan, karena lebih efisien,&#8221; ia menjelaskan.</p>
<p>Menurut dugaan Slamet, alasan Orange mengalihkan pelanggannya ke Telkom, karena perusahaan pelat merah ini dinilai memiliki jaminan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. Terutama dalam hal jangkauan (<em>coverage</em>) dan ketersediaan perwakilan di daerah-daerah, sehingga memudahkan perbaikan jika ada gangguan. Dalam hal ini, Slamet mengklaim, Telkom memiliki jangkauan hingga ke pedesaan.  Ia menyebutkan, Telkom memiliki tenaga <em>account management</em> yang banyak, mencapai 700 orang, yang siap melayani pelanggan korporasi. &#8220;Pihak Orange menginginkan layanan terbaik bagi pelanggannya, termasuk di daerah-daerah. <em>Kan</em>, hanya Telkom yang siap,&#8221; Slamet mengklaim dengan percaya diri.</p>
<p>Dalam pandangan Gunawan Wibisono, pengamat telekomunikasi dari Universitas Indonesia, infrastruktur Telkom yang lengkap dan jangkauannya yang luas mungkin saja menjadi dasar pertimbangan Orange. &#8220;Setiap kerja sama tentunya dirancang untuk saling menguntungkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Noor SDK Devi, Dirut Lintasarta, berusaha menanggapi dengan bijak dipindahkannya pelanggan Orange dari Lintasarta ke kompetitornya. Menurut Devi, alasan kerja sama Orange dengan Telkom lebih merupakan suatu bentuk diversifikasi, agar tidak tergantung pada <em>single support player</em>. Maksudnya, agar bila terjadi masalah, Orange punya alternatif solusi. &#8220;Saya tetap optimistis, Orange masih akan bekerja sama dengan Lintasarta, karena selama ini tidak ada masalah,&#8221; ujar Devi.</p>
<p>Diakui Devi, penarikan pelanggannya oleh Orange tersebut berpengaruh terhadap pendapatan Lintasarta, walaupun menurutnya tidak terlalu signifikan. Alasannya, tidak semua pelanggan Orange pindah ke Telkom. Walaupun Orange sudah teken kerja sama dengan Telkom, lanjut Devi, bukan berarti semua pelanggan Lintasarta pindah ke Telkom. &#8220;Di Lintasarta masih banyak (pelanggan lainnya). Kami sudah lama bekerja sama. Orange tentu juga akan mempertahankan yang sudah ada,&#8221; kata Devi yakin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=257&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/07/22/telkomketiban-durian-runtuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upaya Go Digital BPN</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/05/19/upaya-go-digital-bpn/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/05/19/upaya-go-digital-bpn/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 11:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Guna mendukung proses reformasi agraria, Badan Pertanahan Nasional melakukan langkah komputerisasi semua kantor pertanahan dan digitalisasi sertifikasi tanah. Sejauh mana hasilnya?

by a. mohammad bs
Akhir Mei 2007, sejumlah media menjadikan kasus penembakan warga Desa Alastelogo di Pasuruan Jawa Timur oleh pasukan Marinir sebagai headline. Sebagaimana diberitakan, penembakan yang berujung pada tewasnya empat warga dan 8 orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=255&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Guna mendukung proses reformasi agraria, Badan Pertanahan Nasional melakukan langkah komputerisasi semua kantor pertanahan dan digitalisasi sertifikasi tanah. Sejauh mana hasilnya?<br />
<em><br />
by a. mohammad bs</em></p>
<p>Akhir Mei 2007, sejumlah media menjadikan kasus penembakan warga Desa Alastelogo di Pasuruan Jawa Timur oleh pasukan Marinir sebagai headline. Sebagaimana diberitakan, penembakan yang berujung pada tewasnya empat warga dan 8 orang luka-luka itu dipicu oleh persoalan sengketa tanah. <span id="more-255"></span></p>
<p>Sebelumnya, persoalan di seputar sengketa tanah yang nyaris menimbulkan bentrokan berdarah juga terjadi di Meruya Selatan, Jakarta Barat. Sengketa terjadi antara PT Porta Nigra dan warga Meruya Selatan. Dalam sengketa ini, Porta Nigra mengajukan bukti berupa 104 girik. Porta Nigra kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan memenangi perkara ini tahun 2001. Ketika Porta Nigra menang, ternyata telah terbit setidaknya 6.426 sertifikat milik warga dalam kurun waktu 1995-2000.</p>
<p>Kasus Pasuruan dan Meruya tersebut hanyalah beberapa contoh masalah sengketa tanah yang kerap terjadi di Indonesia. Menurut data Badan Pertanahan Nasional (BPN), sedikitnya terdapat 2.810 kasus sengketa tanah berskala nasional. Yang berskala lebih kecil, bisa ditebak angka kasusnya lebih besar lagi.</p>
<p>Nah, sengketa tanah ini hanyalah salah satu persoalan yang dihadapi BPN. Menurut Rukhyat Noor, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan BPN, permasalahan yang dihadapi BPN cukup banyak. Selain sengketa tanah, juga masih banyak masalah ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, banyaknya tanah yang telantar, dan masih sedikitnya tanah yang terdaftar (tersertifikasi). &#8220;Nah, kalau kondisi seperti itu masih dikelola dengan gaya lama, maka BPN akan kesulitan menangani,&#8221; kata Rukhyat mengakui.</p>
<p>Untuk itu, lanjut Rukhyat, beberapa langkah reformasi agraria dilakukan BPN. Mulai dari program pengelolaan tanah telantar, penanganan sengketa tanah (melalui Program Sidik Sengketa dan Tuntas Sengketa), program pendaftaran tanah (legalisasi aset), dan sebagainya. &#8220;Semua itu perlu ditopang teknologi informasi,&#8221; Rukhyat menegaskan. &#8220;Karena itu, BPN melakukan digitalisasi, dengan cara komputerisasi di semua kantor pertanahan. Mulai dari kantor pusat, kanwil hingga seluruh kabupaten/kota,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Menurut Suyus Windayana, Kepala Bidang Pengembangan Sistem, Data &amp; Informasi Pertanahan BPN, sebenarnya upaya digitalisasi di BPN sudah dimulai tahun 2006. Namun, roll out-nya baru dilakukan pada 2008. Dari 408 kantor pertanahan (kantah), kini sudah ada 140 kantah yang diinstal aplikasi Komputerisasi Kantor Pertanahan versi 2B (KKP2B). Selain kantah, pengembangan juga mencakup 124 Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita), yang secara fisik berupa mobil minibus. &#8220;Jadi, kini semua hal yang berkaitan dengan data dan pelayanan di BPN sudah didigitalisasi,&#8221; ucap Suyus bangga.</p>
<p>Bahkan, BPN membanggakan program Larasita (yang aplikasinya dikembangkan sendiri). Pasalnya, program sertifikasi ala Larasita ini sudah mendapat pengakuan Bank Dunia (World Bank). Suyus menyebutkan, karena terkesan oleh program Larasita, pihak Bank Dunia menganugerahi penghargaan dan menyebut Larasita sebagai pionir di bidang pelayanan pertanahan secara mobile. Bahkan, Bank Dunia telah menyatakan kesediaan bantuan pendanaan untuk pengembangan lebih lanjut. &#8220;Rencananya Bank Dunia akan mereplikasi program Larasita ini untuk dikembangkan di negara-negara lain yang kondisi geografisnya sama dengan Indonesia,&#8221; ungkap Rukhyat bangga.</p>
<p>Larasita mengambil konsep mobile office, dengan menginstal aplikasi pada komputer (laptop) di  minibus. Di dalam armada Larasita ini dipasang tiga-empat laptop, printer dan infrastruktur penunjang komunikasi, seperti modem wireless dan router. Sebagai aplikasi Java berbasis Web, aplikasi Larasita akan terkoneksi ke kantah terdekat. &#8220;Larasita ini merupakan paradigma baru dalam layanan yang kami berikan. Jika dulu masyarakat yang mendatangi kantah, sekarang paradigmanya berubah: yang tidak bisa datang pun bisa dilayani. Kami berusaha proaktif,&#8221; ujar Rukhyat.</p>
<p>Untuk mendukung program tersebut, pengadaan hardware dan software dilakukan secara besar-besaran. Maklum, investasi yang dibenamkan pun relatif amat besar. Pada 2008, investasi untuk mengembangkan 124 kantah dan Larasita mencapai Rp 100 miliar. Pada 2009, diproyeksikan investasinya mencapai dua kali lipat. Semua pendanaan berasal dari APBN. Pihak BPN telah membeli 14 blade server HP dan storage HP EVA 4000/5000 dengan kapasitas sekitar 5 terabyte (TB). Sementara untuk kebutuhan sekuriti, sebagian menggunakan aplikasi dari Juniper (termasuk untuk firewall), dan juga dari HP di beberapa switch.</p>
<p>Untuk database, BPN memilih menggunakan Oracle Spatial. Untuk kebutuhan pemetaan (mapping) digunakan AutoDesk MapGuide versi 2009. Sementara data centre yang berada di kantor pusat memiliki kapasitas hingga 8 TB. Di masing-masing kantah ada dua server, yakni server aplikasi dan server data, plus 12 workstation.</p>
<p>Sementara itu, untuk jaringan komunikasi, BPN menggunakan teknologi virtual private network (VPN) dari Telkom. Menurut Slamet Riyadi, VP Enterprise Telkom Busines Solutions, solusi yang disediakan Telkom untuk mendukung koneksi di BPN berupa close user group VPN-IP MPLS. Jaringan ini menghubungkan kantah tiap kabupaten/kota ke Kantor Pusdatin Pusat BPN. Adapun untuk koneksi dari mobil Larasita memanfaatkan jaringan GPRS Telkomsel yang terhubung ke SGSN Telkomsel. Semua aplikasi Larasita terpasang di server yang ada di kantah, sehingga proses transaksi dari mobil Larasita di tiap kota terkoneksi dengan aplikasi di kantah kota  masing-masing. &#8220;Untuk menyosialisasi program BPN ini, desain solusi yang diberikan Telkom menggunakan bandwidth 64 kbps di tiap kantah,&#8221; Slamet menjelaskan. &#8220;Bandwidth maksimum 64 kbps itu diterima oleh satu modem dan di-share ke tiga laptop di mobil Larasita.&#8221;</p>
<p>Slamet mengakui, mungkin saja solusi yang disediakan Telkom tersebut belum bisa memenuhi ekspektasi BPN, terutama untuk kebutuhan operasional Larasita yang mobile. Pasalnya, untuk beberapa remote area kadang kala tidak bisa diperoleh sinyal GPRS yang kuat, sehingga aplikasi tidak berjalan optimal. &#8220;Saat ini sedang dilaksanakan koordinasi untuk mengatasi hal tersebut,&#8221; ucap Slamet.</p>
<p>Kendati begitu, proyek besar yang digelar BPN sudah menampakkan hasil dan bisa dirasakan masyarakat. Masyarakat yang memerlukan informasi seputar tanah, tidak perlu repot-repot lagi datang ke kantor BPN, melainkan tinggal mengakses website-nya (http://map.bpn.go.id), maka informasi soal tanah yang dibutuhkan sudah terpampang. Pengakses tinggal memilih apa yang ingin diketahui. Misalnya, sebaran transaksi jual-beli tanah&#8211;mencakup data tanggal, nilai, luas tanah, hingga nilai pajak&#8211;di wilayah tertentu pada kurun waktu tertentu. Wilayah administrasinya meliputi provinsi, kabupaten/kodya, dan kecamatan. Misalnya, untuk mencari transaksi pertanahan, pertama-tama pilih provinsi (misalnya DKI Jakarta), kemudian kodya (misalnya Jakarta Pusat), selanjutnya tinggal ikuti petunjuk yang tersedia.</p>
<p>Singkatnya, di dalam website BPN ini sudah tersaji informasi mengenai bidang tanah, titik-titik global positioning system (GPS), peta BPN, transaksi tanah, dan foto udara. &#8220;Semua disimpan dalam Geodatabase dalam bentuk vector line,&#8221; kata Suyus. Bahkan, sebagai wujud transparansi dan menampung aspirasi serta informasi dari masyarakat, BPN juga menyediakan layanan pengaduan masyarakat secara interaktif.</p>
<p>Kendati begitu, belum semua pengakses website tersebut bisa menemukan properti miliknya. Pasalnya, belum semua lahan yang terdaftar sudah didigitalisasi. Saat ini ada sekitar 85 juta bidang tanah di seluruh Indonesia yang terdaftar. Sampai akhir 2008, baru 38 juta bidang tanah yang tersertifikasi. Dari 38 juta itu, baru 13 juta yang sudah  didigitalisasi. &#8220;Jika masih memakai sistem lama, yakni secara manual, maka pengerjaan 85 juta bidang tanah itu akan memakan waktu 117 tahun baru bisa selesai,&#8221; Rukhyat menggambarkan.</p>
<p>Kekurangan lain yang masih ditemui, data yang tersaji diakui pihak BPN belum 100% akurat. Pasalnya, data manual harus didigitalkan dulu. Selain itu, tanah yang sedang dalam sengketa juga tidak tersedia datanya di peta online. Begitu pula dengan tanah girik, yang tidak akan tercantum dalam peta. &#8220;Yang kami kelola baru tanah yang sudah bersertifikat, hak guna, hak milik, dan hak usaha,&#8221; kata Suyus. &#8220;Untuk apartemen sebenarnya juga sudah ada, tapi untuk memvisualkannya kami belum bisa.&#8221;</p>
<p>Hingga saat ini, secara keseluruhan baru sekitar 5% tanah masyarakat bersertifikat yang terpetakan. Layanan Larasita pun baru menjangkau 25% wilayah Indonesia. Meskipun diakui masih ada hambatan dari segi kesiapan SDM BPN dan faktor infrastruktur komunikasi, tahun ini BPN menargetkan 75% wilayah Indonesia sudah bisa mendapatkan layanan keliling Larasita. Ditargetkan pula setiap tahun ada 4 juta tanah tersertifikasi. Dan, pada 2010 ditargetkan semua wilayah sudah bisa terlayani oleh Larasita.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=255&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/05/19/upaya-go-digital-bpn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Masyarakat Tanpa Uang Tunai</title>
		<link>http://zepbees.wordpress.com/2009/05/19/menuju-masyarakat-tanpa-uang-tunai/</link>
		<comments>http://zepbees.wordpress.com/2009/05/19/menuju-masyarakat-tanpa-uang-tunai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 06:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zepbees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zepbees.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai upaya menciptakan masyarakat nirtunai, sejumlah perusahaan menawarkan layanan digital payment atau e-money. Seperti apa perkembangannya serta apa jenis layanan yang telah dan akan tersedia di Tanah Air?
by a. mohammad bs
&#8220;Selamat datang di era cashless society.&#8221; Demikian sambutan yang muncul dalam gelaran kelima The Asia Pacific Conference and Exhibition (Apconex) di Jakarta pada 7&#8211;9 Mei [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=252&subd=zepbees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagai upaya menciptakan masyarakat nirtunai, sejumlah perusahaan menawarkan layanan digital payment atau e-money. Seperti apa perkembangannya serta apa jenis layanan yang telah dan akan tersedia di Tanah Air?</p>
<p><em>by a. mohammad bs</em></p>
<p>&#8220;Selamat datang di era cashless society.&#8221; Demikian sambutan yang muncul dalam gelaran kelima The Asia Pacific Conference and Exhibition (Apconex) di Jakarta pada 7&#8211;9 Mei 2008. Pada hajatan tahunan Perbanas yang dibuka Presiden Yudhoyono itu, tema transformasi keuangan menuju masyarakat tanpa uang tunai menjadi wacana utama. Untuk menuju masyarakat nirtunai, pemerintah (melalui otoritas Bank Indonesia) &#8220;menantang&#8221; para penyelenggara <em>mobile payment</em>, baik industri perbankan maupun non-perbankan, untuk menyediakan layanan pembayaran secara digital &#8211;yang diyakini lebih efisien.<span id="more-252"></span></p>
<p>Sejalan dengan perkembangan teknologi, upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai ini bisa dilakukan dengan cara mengganti sistem pembayaran tunai menjadi elektronik, terutama untuk transaksi ritel (micro-payment). Langkah lain melalui pengembangan inovasi kartu pembayaran elektronik, yang dikenal dengan istilah electronic money (e-money), yakni uang digital prabayar yang bisa digunakan untuk beraneka ragam transaksi pembayaran, yang berbeda dari kartu kredit atau kartu debit. Sebagai alternatif untuk pembayaran mikro (recehan), jumlah nominal satu kartu prabayar e-money ini dibatasi sampai Rp1 juta.</p>
<p>Nah, tren transaksi secara nirtunai itu sudah dilakukan di sejumlah negara. Antara lain: Jepang, Kanada, Singapura, Inggris, Korea Selatan, Hong Kong (Cina), Malaysia, Pilipina, dan Afrika Selatan. Di negara tersebut, penggunaan uang tunai mulai diminimalkan.</p>
<p>Octopus adalah contoh kartu pembayaran digital yang sukses menggeser dominasi uang. Kini lebih dari 95% warga Hong Kong menggunakan Octopus sebagai pengganti uang karena kartu tersebut bisa digunakan sebagai alat pembayaran di 435 gerai ritel. Efisiensi yang telah diciptakan melalui pembayaran elektronik ini dilaporkan telah mencapai lebih dari US$ 32 miliar. Contoh lain adalah layanan mobile wallet dari operator Globe Telecom, yakni G-Cash. Sekira 42% masyarakat di Pilipina menggunakan G-Cash saat melakukan pembayaran mikro. Rata-rata transaksinya mencapai US$ 100 juta, atau setara dengan jumlah 1,3 juta pelanggan.</p>
<p>Bagaimana di Indonesia? Untuk merealisasi masyarakat nirtunai ini, BI telah memfasilitasi dengan mengeluarkan regulasi untuk e-money dan UU mengenai transaksi elektronik ini. Di sisi lain, potensi pasar dari layanan e-money ini sangat besar. Berdasarkan data BI, pada 2007, potensi transaksi seluruh e-money di Indonesia mencapai Rp270 triliun dan diperkirakan meningkat 5-10% per tahun. Tentu saja, itu menjadi potensi pasar yang dapat dikembangkan secara bisnis&#8211;baik dalam pola <em>peer to peer, peer to machine, machine to peer</em>, maupun <em>machine to machine</em>.</p>
<p>Beberapa perusahaan penyelenggara <em>mobile payment</em> di Indonesia telah mengantungi izin dari BI untuk memberikan layanan e-money. PT Telkomsel, misalnya, mulai memperkenalkan layanan mobile wallet Telkomsel Cash (T-Cash) pada November tahun lalu. Pada tahap awal implementasi, dana yang dibenamkan untuk mengembangkan layanan tersebut mencapai US$ 50 juta.</p>
<p>Menurut Bambang Supriogo, VP Digital Business Telkomsel, diperkenalkannya T-Cash ini didasarkan pada asumsi potensi bisnis dari layanan ini. Data BI menunjukkan bahwa 63% dari transaksi di Indonesia pada 2006 merupakan pembayaran dalam nominal kecil. Apalagi, mengacu pada standar Weidong Kou tentang Payment Technologies for e-Commerce, ditegaskan bahwa pembayaran nominal kecil di bawah Rp120 ribu sudah saatnya difungsikan kepada pengguna ponsel guna menghemat devisa.</p>
<p>Potensi layanan mobile wallet juga didukung data Juniper Research yang menunjukkan bahwa penggunaan ponsel untuk transaksi layanan perbankan semakin meningkat. Juniper Research memperkirakan jumlah pengguna layanan bank via ponsel atau mobile banking bakal mencapai 816 juta orang pada 2011. Jumlah tersebut meningkat sepuluh kali lipat dari jumlah pengguna pada 2007. &#8220;T-Cash merupakan layanan mobile wallet di mana ponsel mereka berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang yang siap digunakan untuk bertransaksi secara mudah, cepat, dan aman. Layanan ini tentunya bisa menjadi katalisator terciptanya less cash society,&#8221; papar Bambang.</p>
<p>Dijelaskan Bambang, T-Cash ini memiliki dua bentuk teknologi pembayaran. Pertama, kartu khusus yang dipasangi chip RFID (Radio Frequency Indentification) yang nanti bisa dipindai di gerai merchant untuk melakukan transaksi secara offline. Jadi, setiap kali pelanggan membayar, ponselnya cukup didekatkan ke terminal (secara contactless). Kedua, memanfaatkan transaksi online melalui pesan singkat (SMS) dengan dukungan teknologi USSD (Unstructured Suplementary Service Data). Jadi, layanan T-Cash ini memungkinkan ponsel pelanggan Telkomsel berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi dengan nominal kecil, di bawah Rp1 juta.</p>
<p>Dengan adanya T-Cash ini, Telkomsel menjadi integrator sekaligus service provider yang didukung oleh Bank Indonesia (regulator), para merchant penjual barang dan jasa (antara lain : Indomaret, Fuji Image Plaza, dan Departemen Pendidikan Nasional sebagai penyedia konten akademis yang bisa dibeli dari berbagai perguruan tinggi [silabus dan jurnal ITB, ITS, UGM, UI, dan lain-lain]), kalangan bank sebagai tempat penyimpanan dana (BNI, BRI, Mandiri, dan sebagainya), dan Finnet sebagai switching provider untuk proses settlement dan rekonsiliasi.</p>
<p>Diklaim Bambang, jumlah pengguna T-Cash yang terdaftar sudah mencapai 87 ribu per Oktober 2008. Layanan ini sudah bisa dilakukan di sekira 3.000 lokasi outlet di Jawa, Bali, dan Sumatera (Lampung dan Medan). Sebanyak 50 perusahaan sudah tergabung dalam layanan T-Cash ini. Dari jumlah pengguna itu, sekira 14 ribu pelanggan tercatat telah melakukan pembelanjaan dan sekitar delapan ribu melakukan pengisian (transaksi). &#8220;Sebenarnya, trafiknya sangat fluktuatif, tergantung promosi. Karena itu, kami akan terus melakukan edukasi layanan mobile wallet ini,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p>Selain Telkomsel, operator seluler yang sudah mengantungi izin BI untuk menawarkan layanan e-money ini adalah Indosat (Dompetku) dan Telkom (FlexiCash). Menurut Guntur Siboro, direktur pemasaran Indosat, diperkenalkannya layanan Dompetku ini karena potensi bisnis dari layanan e-money bergerak ini sangat besar. Pelanggan selular di Indonesia yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 110 juta merupakan pangsa pasar potensial untuk menjadi pelanggan m-wallet. Bahkan, potensi mobile wallet ini sangat besar jika semua jenis transaksi (P-2-P; P-2-M; M-2-P; M-2-M) sudah dapat dilakukan oleh para penyelenggara mobile digital payment (operator).</p>
<p>Menurut Guntur, untuk mengembangkan layanan m-wallet ini aplikasi khusus hanya diperlukan di sisi operator telekomunikasi, yang umumnya disebut aplikasi Mobile Wallet/U-Market.  Layanan Dompetku sendiri secara komersial baru diluncurkan pada 21 November 2008 dan sifatnya masih terbatas. Jumlah merchant yang bergabung baru dua, yakni Alfamart dan Kopindosat. Namun, para pengguna sudah bisa melakukan transaksi menggunakan Dompetku di 100 toko 24 jam Alfamart di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya, serta di Koperasi Indosat.</p>
<p>Diakui Guntur, untuk memperkenalkan layanan Dompetku ini, perlu dilakukan sosialisasi dan pengembangan layanan yang membutuhkan waktu hingga dua tahun. &#8220;Setelah waktu sosialisasi dan pengembangan selesai, Dompetku akan menjadi salah satu penyumbang kontribusi pendapatan Indosat di kemudian hari,&#8221; ucapnya, yakin.</p>
<p>Di sisi lain, lanjut Guntur, suksesnya e-money/m-wallet ini akan sangat tergantung pada kerjasama yang baik antara bank dengan penyelenggara m-wallet. Juga, antara penyelenggara m-wallet itu sendiri (interoperability), dan standarisasi yang dilakukan antara penyelenggara m-wallet di Indonesia.</p>
<p>Ke depan, beberapa fitur layanan akan dikembangkan dalam layanan Dompetku. Antara lain: pembayaran Bill Payment, pengembangan jaringan H2H (host to host) antara server m-wallet Indosat dengan merchant, pengembangan Remittance in-World system, dan lain-lain.</p>
<p>Di luar industri telekomunikasi (non-perbankan), beberapa bank juga telah menggaet izin BI untuk menerbitkan kartu pra-bayar e-money. Antara lain BCA (kartu Flazz), Bank DKI (JackCard untuk pembayaran TransJakarta), Bank Lippo, Bank Mandiri (kartu Touch and Go), dan Bank BNI.</p>
<p>Sebagai bank yang cukup inovatif dalam hal fitur layanan, BCA pada awal tahun lalu memperkenalkan Kartu Flazz. Dijelaskan Stephen Liestyo, GM BCA, Kartu Flazz dikembangkan menggunakan teknologi chip dan RFID (Radio Frequency Identification), sehingga transaksi menjadi cepat dan nyaman. Otorisasi transaksi langsung dilakukan oleh chip di kartu. Pada akhir hari merchant akan melakukan settlement atas transaksi yang terjadi ke bank (proses settlement ini mirip dengan transaksi kartu debit dan kartu kredit). &#8220;Potensi pasar Kartu Flazz ini sangat besar. Sebab, transaksi pembayaran yang bersifat ritel dan membutuhkan kecepatan transaksi seperti fast food, food court, parkir, minimarket atau SPBU serta bisnis ritel lain, masih sangat dominan,&#8221; ujar Stephen.</p>
<p>Sejauh ini, Kartu Flazz baru berlaku di Jabodetabek. Meski begitu Kartu Flazz ini sudah dapat dipergunakan di ribuan tempat berbelanja, seperti restoran cepat saji (Mc Donald&#8217;s, KFC, Texas Chicken), kawasan parkir (SecureParking dan Sun Parking), dan merchant ritel (Carrefour, Hypermart, Indomaret, Alfa Retailindo, Alfa Mart, Alfa Midi, Circle K), serta merchant lain di Jabodetabek yang berlogo Flazz. Bahkan, SPBU Pertamina dan Petronas, sudah dapat menerima Kartu Flazz sebagai alat pembayaran. &#8220;Tren transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu prabayar, seperti Kartu Flazz ini, terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan nasabah. Perkembangan transaksi, jumlah merchant dan jumlah kartu Flazz saat ini meningkat cukup pesat dari bulan ke bulan,&#8221; Stephen mengklaim.</p>
<p>Ke depan, BCA menargetkan penggunaan Flazz sebagai pilihan utama transaksi pembayaran nasabah untuk transaksi pembayaran ritel yang membutuhkan kecepatan transaksi. &#8220;Flazz dikembangkan untuk meningkatkan layanan nasabah dengan memberikan kemudahan, kenyamanan, keamanan, dan kecepatan dalam bertransaksi,&#8221; tegas Stephen.</p>
<p>Selain para penyelenggara e-payment, beberapa perusahaan lain pun terlibat dalam penyediaan infrastruktur untuk mendukung layanan tersebut. Antara lain: PT Excelcomindo Pratama yang memperkenalkan tiga solusi untuk mendukung layanan nontunai ini, yakni  EDC Mobile (electronics data capture), Wimax ATM,  dan Mobile Banking. Lalu ada PT Finnet Indonesia yang menyediakan proses switching yang akan memfasilitasi terjadinya interoperabilitas antarpenyelenggara layanan. Kemudian PT Sigma Citra Caraka, yang menyediakan self service terminal, semacam perangkat yang dilengkapi fitur pembayaran seperti tagihan telefon, listrik, dan kartu kredit, termasuk berbagai pembelian seperti tiket konser, voucher isi ulang, dan barang yang tersedia di toko online. Juga, ada beberapa pendukung lain seperti PT Artajasa, PT Abhimata Citra Abadi, WIN, PVSTAR, dan PT eMobile Indonesia. Pendeknya, sukses menuju masyarakat tanpa uang tunai memang butuh dukungan banyak pihak.</p>
<p><strong>Garis Besar Workflow Layanan M-Wallet:</strong><br />
User mendaftar sebagai pelanggan m-wallet ke Galary/Grapari atau melalui SMS. Selanjutnya, user mengirimkan data pribadi ke operator untuk diaktifkan. Ketentuan ini sesuai dengan aturan KYC (Know Your Customer) dari BI.</p>
<p>Nomor MS-IDN pelanggan akan menjadi virtual number di sistem m-wallet. Setelah mendaftar pelanggan akan menerima notifikasi dari sistem m-wallet&#8211;yang isinya ucapan selamat bergabung. Lalu, pelanggan akan mendapatkan initial password dari sistem.</p>
<p>Initial password pertama dari sistem harus diganti oleh user sebelum ia melakukan intruksi transaksi apa pun. Initial password ini diganti langsung oleh pelanggan melalui ponsel miliknya dengan cara mengirim &#8220;PIN (pin-lama) (pin-baru)&#8221; ke short code operator.</p>
<p>Setelah itu, pelanggan dapat melakukan proses cash-in, transaksi, cek saldo, cek history, dan sebagainya, melalui ponselnya selama jaringan tersedia.</p>
<p>Tentang Electronic Money (e-money):<br />
E-money adalah alat pembayaran elektronik; Nilai uang itu tersimpan dalam media elektronik tersebut.</p>
<p>E-money merupakan salah satu alternatif pembayaran yang bentuknya bisa bermacam-macam. Selama ini, e-money yang berkembang di masyarakat masih dalam bentuk chip yang ditanam dalam kartu ataupun stiker. Bentuk lain bisa berupa fasilitas server based atau virtual based.</p>
<p>Transaksi menggunakan e-money bisa dilakukan secara offline, dan nilai saldonya berkurang setiap kali bertransaksi. Perkembangan selanjutnya dari model pembayaran e-money ini adalah bentuk chip based dan server based (biasanya dikembangkan oleh perusahaan telekomunikasi).</p>
<p>Model Bisnis Mobile Payment</p>
<p>Terdapat beragam model bisnis mobile payment yang dipraktikkan oleh penyelenggara bisnis mobile payment di berbagai negara, termasuk di Indonesia.</p>
<p>Pada dasarnya model bisnis ini terkait juga dengan layanan yang dikeluarkan oleh pihak penyelenggara, baik itu operator seluler, perbankan maupun content provider. Dalam beberapa kasus, pihak penyelenggara menerapkan lebih dari satu model bisnis. Berikut beberapa model bisnis mobile payment:</p>
<p>Open Collaborative: Multiple Operators-Multiple Banks<br />
Model bisnis ini melibatkan banyak operator dengan banyak bank untuk satu atau lebih layanan mobile payment untuk pelanggan. Biasanya mereka membentuk aliansi khusus. Tentu saja ini akan memberikan banyak kemudahan dan keleluasaan bagi pelanggan dalam bertransaksi.</p>
<p>Restricted Collaborative: One Operator-One Bank<br />
Model bisnis mobile payment yang melibatkan satu operator dengan satu bank dalam kerjasama satu atau lebih layanan mobile payment. Biasanya kerjasama ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang sama-sama menjadi pelanggan keduanya.</p>
<p>Independent Player Solutions provider open to banks and/or operators<br />
Penyelenggara layanan mobile payment dengan model bisnis ini adalah penyedia layanan konten. Mereka kemudian menjalin kerjasama dengan pihak lain, seperti bank dan operator seluler. Pihak penyedia tidak terbatas hanya menggandeng satu operator atau satu bank saja, bisa lebih. Di Indonesia model bisnis ini sudah diterapkan oleh MORE yang dikembangkan oleh inTouch.</p>
<p>Operator Centric: The operator takes the bank role<br />
Dalam model bisnis ini pihak operator memegang penuh kendali layanannya dan berperan layaknya bank, melayani semua transaksi layanan mobile payment mereka. Tapi bukan berarti operator sama sekali menyingkirkan pihak bank, dalam model bisnis ini pihak bank bersifat sebagai pendukung layanan. Model bisnis ini digunakan beberapa operator seluler kita, seperti Telkomsel T-Cash, Telkom FlexiCash, dan Indosat Dompetku.</p>
<p>Bank Centric: Bank goes direct to consumer<br />
Pihak bank bisa menjadi penyelenggara mobile payment yang menjual langsung layanannya ke pelanggan, tanpa kerjasama dengan operator atau content provider. Produk mobile payment jenis ini tidak selalu terintegrasi dalam ponsel. Produk mobile payment ini biasanya berupa kartu khusus. Bisa juga terintegrasi dalam ponsel dengan menyediakan aplikasi khusus yang harus di-download oleh pelanggan. Di Indonesia, contohnya Bank Mandiri yang mengeluarkan kartu Touch and Go.</p>
<p>Independent player End to end proposition independently from bank/operators<br />
Ada pula bisnis model mobile payment yang memungkinkan pihak penyelenggara independen menjual langsung ke pelanggannya tanpa ada hubungan kerjasama dengan pihak operator atau bank. Mereka hanya menjalin kerjasama dengan pihak merchant.</p>
<p>Sistem Pembayaran</p>
<p>Dalam bisnis mobile payment sendiri, ada berbagai sistem pembayaran yang digunakan sebagai akses transaksi layanan. Jenis sistem pembayaran juga terkait dengan penggunaan teknologi milik operator atau pihak lain yang mendukung layanan mobile payment.</p>
<p>E-Wallet<br />
Berupa dompet virtual yang terintegrasi dengan layanan mobile payment dan terhubung langsung (online) dengan server operator. Dana di e-wallet nanti akan dipotong setiap kali pengguna melakukan transaksi dan. Pembayaran dengan e-wallet ini biasanya diakses menggunakan SMS dan SMS berbasis USSD.</p>
<p>Potong pulsa<br />
Tidak jauh berbeda dari e-wallet, potong pulsa juga menggunakan akses via SMS atau SMS USSD. Hanya saja dana yang digunakan untuk bertransaksi adalah dana dari pulsa pengguna.</p>
<p>Point Reward<br />
Jika e-wallet dan potong pulsa pengguna harus melakukan cash in dengan uang fisik, mobile payment dengan sistem pembayaran point reward tidak. Di sistem ini, alat pembayaran transaksinya adalah point reward yang diterima pengguna. Untuk mendapatkan point ini pengguna harus menggunakan dulu satu atau lebih layanan milik rekanan pihak penyelenggara.</p>
<p>Near Field Communication (NFC)<br />
NFC merupakan teknologi nirkabel yang menggunakan gelombang radio di frekuensi 13,5 GHz. Untuk menggunakan NFC, pengguna mesti memiliki handset yang support NFC ataupun perangkat NFC tambahan di ponsel. Sistem pembayaran NFC bersifat offline (tidak terhubung dengan server operator) karena semua data rekening pengguna tersimpan di perangkat NFC, bukan di server operator. Aksesnya menggunakan koneksi nirkabel, ditempelkan ke card reader NFC di merchant yang mendukung.</p>
<p>(Sumber: dari berbagai sumber referensi)</p>
<p>*Tulisan ini sudah dimuat di SWA, 21 November 2008</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zepbees.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zepbees.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zepbees.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zepbees.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zepbees.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zepbees.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zepbees.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zepbees.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zepbees.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zepbees.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zepbees.wordpress.com&blog=877513&post=252&subd=zepbees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zepbees.wordpress.com/2009/05/19/menuju-masyarakat-tanpa-uang-tunai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f44027cf6c882929efa492aa00f63da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zepbees</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>