Upaya Nissan Livina Mendompleng Sukses Grand Livina

Awal tahun 2008, Nissan kembali menggebrak pasar otomotif nasional dengan meluncurkan Nissan Livina. Prestasi manis tampaknya juga bakal diperoleh PT Nissan Motor Indonesia (NMI) sebagai agen tunggal pemegang mereknya di Indonesia. Pasalnya, ribuan konsumen sudah inden mobil itu. Sejak peluncurannya pada 11 Januari 2008 sampai 4 Februari lalu, jumlah surat pemesanan kendaraan untuk Livina sudah mencapai 1.326 unit. “Yang sudah diantarkan ke konsumen 500 unit dan ke dealer 800 unit,” kata Teddy Irawan, Deputi Direktur Penjualan Nasional & Promosi NMI.

by a. mohammad bs & eddy dwinanto iskandar

Tampaknya, sukses yang diraih Livina tersebut ikut terkerek oleh popularitas “saudaranya”, Nissan Grand Livina, yang sudah lebih dulu masuk pasar Indonesia dan terbilang sukses. Di sini, NMI mempraktikkan strategi cerdik. Livina ternyata sudah dibuat jauh sebelum Grand Livina diluncurkan. Toh, NMI malah menjadikan Grand Livina sebagai flagship untuk masuk pasar Indonesia. Mengapa?

Pertimbangannya, seperti dikemukakan Teddy, berdasarkan hasil riset, pasar MPV family van 7 penumpang – seperti Grand Livina – memang yang terbesar di Indonesia. Padahal, Livina yang bertipe MPV hatchback itu diposisikan sebagai mobil lima penumpang. “Jadi, ya jelas saja kami pilih memasuki pasar yang gemuk itu. Dan hasilnya sangat bagus. Kami bisa menjual 1.500-2.000 unit Grand Livina per bulan,” ungkap Teddy. Sejak April 2007 sampai 31 Januari 2008 penjualan Nissan Grand Livina sudah mencapai 17.326 unit.

Sebenarnya, keunggulan yang ditawarkan Livina tidak jauh berbeda dibanding Grand Livina, yakni: roominous (punya ruang lega), comfort (kenyamanan) dan fuel efficiency karena rasio bahan bakar premiumnya 1:17. Nissan Livina hanya dijual dalam dua varian: Nissan Livina 1.5 XR Manual Transmission yang dibanderol Rp 140,5 juta; dan Nissan Livina 1.5 XR Automatic Transmission seharga Rp 148,5 juta – keduanya harga on the road. Kedua jenis itu tersedia dalam lima warna: merah, biru, hitam, perak dan abu-abu.

Sementara itu, Grand Livina ditawarkan dalam 7 varian (mulai dari 1.5L SV MT; 1.5L XV MT; 1.5L XV AT; 1.8L XV MT; 1.8L XV AT; 1.8L Ultimate MT; hingga 1.8L Ultimate AT). Juga menyediakan lima pilihan warna dan harganya mulai dari Rp 142,5 juta hingga Rp 206,5 juta (on the road).

Menurut Teddy, untuk memasarkan Livina pihaknya tidak menyiapkan strategi khusus. Promosi yang ditempuh tetap melalui eksibisi di mal, dan displai di showroom. Hanya saja, mal yang dipilih adalah mal yang bersegmentasi anak muda, seperti Senayan City, EX Plaza, dan Cilandak Town Square. Spirit kedinamisan dan kemudaan juga ditonjolkan NMI baik pada iklan TV maupun brosur Nissan Livina. Maklum, target pasarnya memang kalangan yang matang tapi berjiwa muda.

Untuk mendorong penjualannya, NMI menyiasati melalui skema kredit kepemilikan kendaraan bermotor. Bedanya, jika lazimnya kredit mobil tenggang waktu antara satu paket dengan paket yang lainnya setahun, NMI membuatnya dalam tenggang 6 bulan. Jadi paket cicilannya: 11 kali, 17 kali, 23 kali, 29 kali sampai 59 kali cicilan, dengan uang muka yang semakin besar seiring panjangnya masa kredit dan kecilnya uang cicilan.

Yang cukup khas, sebelum peluncuran semua showroom harus memiliki unit test drive Nissan Livina lebih dulu, agar semua konsumen bisa mencoba. Saat ini, ada 44 dealer Nissan di Indonesia.

Untuk Nissan Livina, NMI mematok target penjualan sekitar 700 unit per bulan – dari target produksi 700-1.000 unit/bulan. Perlu diketahui, sekarang ini penjualan di segmen mobil hatchback mencapai 3-4 ribu unit/bulan. “Target penjualan kami 700 unit per bulan, atau 25% dari pasar. Itu sudah cukup memadai dan realistis,” ujar pria yang sudah berkarier di bidang otomotif sejak tahun 1988 itu.

Sebenarnya, Grand Livina dan Livina bukan hanya ditujukan untuk pasar Indonesia, tapi juga pasar dunia seperti Cina, Taiwan, Malaysia dan Afrika Selatan. Adapun untuk negara Eropa lainnya, Nissan sudah mempunyai varian sejenis Grand Livina dan Livina dengan nama Note dan March. “Untuk Grand Livina, base model-nya memang dibuat untuk Indonesia, karena pasar MPV family van yang terbesar adalah Indonesia, meskipun pemasarannya tidak hanya di negara ini,” ujar Achmad Adithya, PR Officer NMI. Ditambahkannya, Grand Livina dan Livina merupakan produk yang disiapkan menjadi andalan baru NMI untuk menggantikan Terrano dan X-Trail.

Menurut pengamat otomotif Riska Sasongko Adji, sukses awal yang diraih Nissan Livina tersebut karena ada kejenuhan model di pasar mobil hatchback. Pasalnya, sejauh ini pasar hatchback hanya dikuasai oleh Honda Jazz, Suzuki Swift, Toyota Yaris, dan Getz. Oleh karena itu, kehadiran Nissan Livina seperti memberikan alternatif baru bagi konsumen. ”Nissan Livina muncul pada timing dan pricing yang tepat,” Riska menandaskan.

Namun Riska mengingatkan, ke depan persaingan bakal semakin ramai. Menurutnya, 6-7 bulan lagi Honda Jazz dan Toyota Yaris hendak menghadirkan model barunya, sehingga membuat segmen hatchback makin sengit. Maka, Riska menyarankan Nissan Livina untuk menggencarkan promonya, termasuk dengan skema pembiayaan yang semenarik mungkin.

One Response to “Upaya Nissan Livina Mendompleng Sukses Grand Livina”

  1. M.Tsulatsa Says:

    bagus ^_^

Leave a Reply