Hajatan tahunan Intel Corporation bertajuk Intel Solutions Summit (ISS) kembali digelar. Tahun ini, ajang diskusi dan peragaan yang mempertemukan jajaran eksekutif Intel dengan segenap channel distributor, partner dan vendor diselenggarakan di Sanya, Pulau Hainan, Cina, medio April 2006. Seperti dalam kegiatan ISS sebelumnya, sejumlah topik menarik, inovasi produk dan agenda rencana mengemuka dalam ajang tersebut.
Salah satu topik dan agenda menarik Asia Pacific ISS 2006 adalah tentang emerging markets. Intel tampaknya serius menggarap pasar yang sedang berkembang ini. Seperti dikemukakan Bill M. Siu, VP Channel Platforms Group Intel Corp., hampir 60% channel sales Intel di seluruh dunia berasal dari emerging markets. Di kawasan Asia Pasifik, negeri Cina dan India merupakan pasar terbesar, dengan kontribusi sekitar 16% terhadap total penjualan Intel. Terlebih, ke depan diperkirakan dari sini ada 1 miliar pengguna personal computer (PC).
Keagresifan Intel mendorong emerging markets ini terlihat dari upayanya meluncurkan proyek US$ 100-laptop, One Laptop per Child (OLPC) research initiative. Proyek OLPC ini terwujud atas bantuan Massachusetts Institute of Technology Media Lab. Proyek ini bertujuan memproduksi notebook berukuran 7,5 inci — mengadopsi seri Geode CPU dari AMD — untuk 7 negara berkembang pada kuartal keempat tahun ini.
Lebih dari itu, sejumlah program pemasaran dan pendekatan dilakukan Intel secara agresif untuk mendorong perkembangan di negara-negara yang dikategorikan emerging markets. Program terbaru yang diperkenalkan adalah platform Community PC di India dan Discover the PC initiative di negara-negara Amerika Latin. Tak hanya itu, produsen chipset ini juga mempromosikan produk-produk harga murah untuk komunitas menengah dan kecil di Cina melalui Net-cafe and Education PC. “Intel’s approach to emerging markets goes beyond simply providing low-cost components. Kami yakin bahwa masyarakat di negara-negara sedang berkembang memerlukan pendidikan, konektivitas dan akses ke teknologi yang bagus sehingga bertemu dengan kebutuhan unik mereka,” ujar Siu.
Dijelaskan Siu, Community PC dirancang untuk bisa bekerja di lingkungan yang bersuhu tinggi, lembab dan penuh debu sehingga bisa menghemat energi (power-saving). Dan, Community PC ini di-customized untuk akses publik melalui PC Kiosks, dan harga PC murah yang disesuaikan dengan kebutuhan para pengajar (guru) dan sekolah-sekolah. Adapun Discover the PC initiative dirancang sebagai komputer personal untuk penduduk di negara berkembang yang tidak memiliki akses atau tak mampu membeli PC. Discover the PC initiative merupakan salah satu bagian dari pendekatan menyeluruh Intel untuk memberikan solusi teknologi yang memungkinkan tipe baru dari suatu PC bisa bertemu dengan kebutuhan spesifik negara-negara berkembang. Termasuk, harga yang murah, fitur yang lengkap dan penggunaan yang mudah, baik untuk di rumah maupun tempat kerja.
Intel mengawali penerapan Discover the PC initiative di Meksiko akhir Maret lalu, bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi lokal Telmex. Perusahaan ini akan memperkenalkan tipe baru desktop PC untuk pengguna pemula. Program itu juga akan dilakukan di Afrika dan Amerika Latin. Menurut penilaian Siu, masyarakat di emerging markets tidal memiliki akses komputer dan kemampuan daya belinya pun kurang. Maka, untuk emerging markets ini Intel akan menawarkan harga untuk suatu model yang disesuaikan dengan situasi ekonomi di wilayah tertentu.
Siu mengakui, sebenarnya Intel telah lama mengembangkan emerging markets. Tujuannya, untuk membantu mentransformasi kehidupan melalui beragam program untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kemajuan ekonomi dan sosial. Misalnya, Intel akan melatih 10 juta guru di negara-negara berkembang selama lima tahun ke depan, mengenai cara menggunakan teknologi secara lebih efektif di kelas. Diperkirakan rencana itu menjangkau sekitar 1 miliar siswa. Sebenarnya, program Intel Teach to the Future ini telah dilakukan sejak tahun 2000 dan sudah melatih lebih dari 3 juta guru di 35 negara lebih. Selain itu, Intel juga berencana dalam dua tahun ke depan menyumbang 100 ribu PC ke sekolah-sekolah di sejumlah negara berkembang.
Saat ini Intel juga melakukan kerja sama dengan pemerintah serta perusahaan-perusahaan TI dan telekomunikasi di seluruh dunia untuk meningkatkan ketersediaan koneksi Internet berkecepatan tinggi. Termasuk, pemasangan WiMAX untuk kawasan yang tidak memiliki cukup ketersediaan infrastruktur. Sebab, dengan WiMAX yang wireless akses Internet bisa dikirim untuk jarak jauh, sehingga bisa berhubungan dengan area terpencil tanpa mesti bergantung pada teknologi telekomunikasi. “The right balance of hardware, software, initiatives, channels and ability to drive the ecosystem are critical elements,” ujar Siu menegaskan.
Bagaimana dengan Indonesia? “Indonesia adalah pasar potensial. Kami juga punya kepentingan untuk mengembangkannya,” kata Garry Willihnganz, Direktur Pemasaran Intel Corp. Khusus untuk Indonesia, dijelaskan Siu, Intel tetap melanjutkan komitmen dan upayanya untuk menjembatani kesenjangan digital antara end user dan siswa. Termasuk dunia usaha, melalui program SMB, dengan tujuan memperbaiki daya saing bisnis perusahaan Indonesia di pasar global. Selain itu, mengadakan program edukasi TI dan kerja sama PC untuk K-12 dan universitas-universitas. Juga, pemberdayaan pasar i-caf’ dan uji coba WiMAX.
Diakui keduanya, belakangan ini pesaing utamanya, AMD, makin agresif memenetrasi pasar. Termasuk, di Indonesia. Namun, mereka masih sangat percaya diri dengan keperkasaan Intel. “We are still very confident. We still have a large market,” kata Willihnganz. Menurutnya, saat ini Intel menguasai sekitar 85% pangsa pasar di seluruh dunia.
Rasa percaya diri tinggi yang ditunjukkan kedua pejabat Intel tersebut didasarkan pada asumsi bahwa saat ini Intel memiliki kapabilitas manufakturing yang tak tertandingi kompetitor. Kehebatan manufakturing ini yang memungkinkan Intel tetap secara bersinambung menjadi yang terdepan dalam hal riset dan pengembangan. Intel secara berkelanjutan bekerja pula dengan para channel partner untuk mempertemukan kebutuhan spesifik konsumen dan perusahaan di Indonesia.
Dari sisi pemasaran, upaya penambahan anggota channel terus dilakukan Intel secara intensif. Menurut Willihnganz, untuk memenetrasi emerging markets, semua kegiatan pemasaran telah dilakukan, seperti dealer promotion, branding, corporate event advertising, channel promotion hingga consumer promotion. Dari segi penambahan channel partner, Intel memiliki program tersendiri, Intel Channel Partner Program. Tujuan program ini, untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat pemasaran. “Our sales is contributed by channels. So, Intel offer good partner program to support our channel,” tutur Willihnganz.



