Naluri bisnisnya yang tajam mampu mengendus peluang usaha besar di balik berkembangnya bisnis telekomunikasi nasional, yakni bisnis penyewaan menara BTS. Bagaimana liku-liku Sakti Wahyu Trenggono “dengan Indonesian Tower ” merintis dan menguasai bisnis yang relatif baru ini?
by a. mohammad bs
Coba bayangkan jika semua operator telekomunikasi di Indonesia saling geber membangun menara (tower) baru untuk memasang base transciever station (BTS) mereka! Boleh jadi, negeri ini–setidaknya di beberapa kota besar–akan menyerupai hutan menara! Dan, mungkin saja kehadiran menara-menara BTS itu akan merusak keindahan kota.
Memang, sesungguhnya para operator itu tak harus membangun sendiri menara BTS mereka. Pasalnya, mereka bisa menyewanya, baik dari operator lain yang memiliki menara maupun dari perusahaan penyewaan menara BTS. Keuntungan menyewa tentu tak perlu investasi besar-besaran, tapi cukup mengeluarkan ongkos operasional penyewaan, yang biasanya dibayar bulanan. Di kawasan Asia, pola menyewa BTS sebenarnya sudah dipelopori oleh kalangan operator telekomunikasi di Indonesia. Namun, dalam perkembangannya justru kalah oleh para operator di negara lain semisal India yang kini seluruhnya menggunakan pola penyewaan menara secara bersama-sama.
Berkembangnya tren inilah yang berhasil diendus oleh Sakti Wahyu Trenggono, yang kini terhitung sukses berbisnis penyewaan menara BTS. Walau tentunya, jalan mencapai sukses itu tak berlangsung mulus.
Bagi Sakti, dunia teknologi informasi dan telekomunikasi (information & communication technology/ICT) sejatinya bukan hal baru. Maklum, selain mengantongi gelar sarjana bidang Manajemen Informatika dari Universitas Bina Nusantara, ia juga pernah berkiprah selama 6 tahun membenahi sistem TI di Federal Motor (kini Astra Honda Motor). Mantan Manajer MIS & Strategi Korporat Federal Motor ini termasuk tim yang terlibat dalam proyek business process reengineering, khususnya pada implementasi sistem supply chain management anak usaha Grup Astra itu. Ia juga membantu implementasi sistem manufaktur dan distribusi perusahaan ini. Hengkang dari Federal Motor, Sakti kemudian berkarier di Inkud (1995-1998) hingga menjadi Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis. Ia kemudian memutuskan untuk berwirausaha menjadi pemasok kayu, tapi gagal.
Sakti lalu merasa ia harus memanfaatkan kompetensinya di bidang yang terkait dengan dunia ICT. Maka, berbekal modal Rp 250 juta, Sakti bersama dua koleganya–Abdul Satar dan Abdul Erwin–pada 1999 mendirikan PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP). Sebagai pemegang saham mayoritas (80%), kelahiran Semarang, 3 November 1962 ini memegang jabatan Presdir; sedangkan Satar (15%) sebagai Direktur Pembangunan; dan Erwin (5%) sebagai Direktur Keuangan & Administrasi. Bisnis yang mereka garap pada mulanya adalah menjual perangkat telekomunikasi dan TI. Jelasnya, SKP berperan sebagai agen pemasaran produk Lucent Technologies di Indonesia. Di samping itu, SKP juga mengageni sejumlah produk peralatan telekomunikasi dari vendor asal Jepang dan Korea.
Sakti kemudian melihat ada hal menarik di balik berkembangnya bisnis telekomunikasi yang digarap kalangan operator telekomunikasi. Yakni, ekspansi mereka selalu membutuhkan keberadaan menara BTS. “Ini sebuah peluang emas,” begitu pikirnya. Karena itu, pada 2001 SKP pun mengalihkan usahanya ke bidang penyewaan menara. “Kami melihat di negara-negara maju, para operator tak lagi membangun menara, tapi mereka melakukan alih daya (outsource). Nah, kami ingin mengembangkan industri baru itu di Indonesia,” ucap Sakti. Kebetulan pula waktu itu Lucent memutuskan menghentikan keagenan produknya di Indonesia.
Bersama dua mitranya tadi–belakangan masuk nama M.G. Gatot Tetuko yang kini sebagai salah seorang direktur–Sakti dibantu 9 karyawannya dengan penuh semangat mulai dari menawarkan dagangannya ke semua operator. Bercermin dari negara-negara maju, Sakti sangat optimistis jasa yang ditawarkannya bakal diminati pasar. Namun, rupanya ia terlalu yakin. Jasa yang ditawarkannya tidak memperoleh respons bagus dari para operator. Maklum, kala itu masih banyak operator yang beranggapan bahwa dengan semakin banyak menara yang bisa mereka bangun akan semakin luas jangkauan (coverage) mereka, sehingga bisa makin unggul dalam persaingan.
Walau begitu, kondisi bertepuk sebelah tangan itu tak membuat bapak tiga anak ini patah arang. Upaya pendekatan dan penjelasan ke operator terus dilakukan. Dalam presentasinya, Sakti selalu menekankan bahwa ke depan persaingan di bisnis operator telekomunikasi bukan terletak pada jangkauan, melainkan pada biaya murah dengan fasilitas konten yang komplet. “Di negara-negara maju, persaingan itu bukan soal coverage, karena coverage ini sudah diserahkan ke perusahaan yang menyewakan menara,” katanya. Oleh karena itu, ditekankan pula kepada para operator tentang manfaat dan keuntungan melalui cara menyewa menara. “Kami terus meyakinkan para operator bahwa melalui cara outsourcing menara, akan lebih menguntungkan mereka,” papar Sakti.
Begini ia menggambarkannya. Jika operator membangun menara sendiri, investasi yang mesti ditanamkan untuk satu lokasi BTS mencapai Rp 750 juta-1 miliar. Itu belum termasuk: biaya akuisisi tanah yang luasnya rata-rata 200 m2; perizinan; listrik; retribusi; dan sebagainya. Total biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 1,5 miliar. Sementara kalau menyewa, operator cukup membayar uang sewa Rp 15-20 juta per bulan, tergantung pada ketinggian menara yang disewa: 32 m, 52 m dan 72 m.
Nah, tarif sewa menara tersebut bersifat menyeluruh. Artinya, biaya tersebut tidak semata untuk penempatan BTS, melainkan sudah mencakup biaya pengeluaran lainnya, seperti: biaya listrik; retribusi kepada pemda setempat; back up diesel; dan biaya perawatan (maintenance). “Jadi, operator tinggal memanfaatkan menara ini untuk memasang receiver atau BTS-nya di ketinggian tertentu. Semuanya kami yang urus,” ujarnya bersemangat. Toh, SKP juga membolehkan sang klien hanya memakai jasa sewa menara–biaya lain (termasuk perawatan) ditanggung sendiri–dengan tarif sewa sekitar Rp 10 juta per bulan.
Membangun menara sendiri memang bukan pilihan menarik. Selain masalah akuisisi tanah, kesulitan lain yang sering muncul jika mengembangkan menara sendiri adalah pemeliharaannya, termasuk dari gangguan warga setempat. Karena itulah, Sakti sengaja merekrut karyawan dari daerah setempat. Mereka dididik selama dua bulan di Jakarta dan dikembalikan ke daerah asalnya untuk menjadi maintenance field officer, di mana setiap orang bertugas mengawasi 15 menara. Untuk mereka disediakan sepeda motor guna memudahkan pengontrolan menara. Lantas, untuk memudahkan pemeliharaan menara, SKP menginstal sistem aplikasi yang disebut Site Management Control. Aplikasi ini bisa diakses oleh handset para teknisi dan bisa langsung berkomunikasi ke kantor pusat. “Jika terjadi trouble di suatu titik, kami bisa langsung melacak dan menyelesaikannya secara cepat,” ujar Sakti.
Bukan itu saja. Untuk penduduk di sekitar menara–yang diukur dari radius menara bila dalam posisi ditidurkan–Sakti menyediakan asuransi (kerugian dan jiwa) bilamana terjadi musibah rubuhnya menara yang bersangkutan.
Sakti pun menawarkan beragam keuntungan bagi para operator penyewa. Dalam sistem sewa yang dibuatnya, penyewa pertama akan memperoleh pengurangan biaya sewa jika ada penyewa berikutnya yang masuk. Perlu diketahui, model penyewaan seperti ini belum tentu berlaku juga di provider menara lainnya. Selain itu, beban biaya penyewa awal juga akan terus berkurang jika semakin banyak operator yang turut menempatkan BTS-nya di menara yang bersangkutan.
Gambarannya begini. Katakanlah Telkomsel ingin memperluas jangkauannya di suatu daerah. Lalu, ia memakai menara milik Indonesian Tower–nama merek perusahaan penyewaan menara ini–untuk menempatkan BTS-nya. Nah, kepada Telkomsel akan dipungut tarif sewa Rp 15-20 juta per bulan. Jika kemudian masuk operator lain–misalnya Indosat–yang ingin menempatkan BTS-nya di menara yang sama, maka biaya sewa untuk Telkomsel dikurangi 15%. Katakanlah, selanjutnya Excelcomindo Pratama (XL) ikut memakai menara yang sama, maka Telkomsel cukup membayar sewa 65%-70%, sedangkan Indosat 85%. “Bagi operator yang menyewa tentunya sangat menguntungkan, karena kami terus memberikan diskon,” Sakti menegaskan. Secara keseluruhan, ia memperhitungkan dengan pola sewa seperti ini, operator bisa menekan efisiensi hingga 30%.
Dengan memaparkan model penyewaan menara yang menarik tersebut, disertai kegigihan, Sakti akhirnya berhasil menggaet pelanggan. Pada 2002, permintaan pertama pun datang dari Telkom (Flexi) yang membutuhkan sejumlah menara. Namun, ada masalah yang masih mengganjal, yakni Sakti kesulitan mendapatkan pinjaman dana untuk membiayai pembangunan menara–yang pembuatannya sebenarnya dialihdayakan SKP kepada PT Krakatau Steel. “Saat akan mendirikan menara banyak bank yang kami ajukan proposal, tapi tidak ada yang mau,” katanya mengenang.
Tak mau kehilangan peluang yang ada di depan mata, Sakti bertekad agar proyek pertamanya tersebut bisa kelar. Bermodal dana dari kocek sendiri ditambah pinjaman dari sejumlah relasi, Sakti pun menemui pihak pembangun menara (Krakatau Steel) untuk memperoleh keringanan pembayaran. Rupanya, keseriusan Sakti meyakinkan pihak pembuat menara ditanggapi positif. Alhasil, beberapa menara pesanan Telkom mampu dibangun. “Ketika memulai bisnis baru segala sesuatunya tidak mudah, selalu saja ada hambatannya. Kami mesti sabar dan ulet menghadapinya,” ucap pria berkulit legam ini memaparkan hikmah dari kesulitan yang dia hadapi.
Setelah tanpa kenal bosan meyakinkan kalangan bank untuk bisa memberi pinjaman, akhirnya tawaran pinjaman dana pun datang dari salah satu bank lokal. Kendati begitu, pinjaman yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Pasalnya, pihak bank hanya bersedia membiayai 45% dari total pinjaman yang diajukan. Toh, Sakti menganggapnya sebagai sebuah kemajuan. “Wah, dulu sulitnya minta ampun untuk mendapat pinjaman dari bank,” katanya mengenang. Bagaimana sekarang? “Sekarang sih mereka yang ngantre datang ke kami nawarin pinjaman,” ujarnya sambil tertawa.
Menurut Sakti, selain mesti sabar dan ulet, ada sejumlah syarat agar seseorang bisa survive dan memenangi persaingan bisnis. Antara lain: harus kreatif, mau bekerja keras, menguasai banyak informasi, dan fokus pada bisnis yang digeluti. “Memang klise, tapi itulah modal yang mesti dimiliki dalam menekuni suatu usaha sehingga bisa survive dan maju,” kata Sakti menyimpulkan.
Sekarang, pehobi main golf dan catur ini tampaknya sudah bisa menarik napas lega melihat hasil jerih payahnya selama ini. Usaha yang dirintisnya telah menunjukkan hasil positif. Indonesian Tower kini diklaimnya sebagai pemimpin pasar di antara perusahaan penyewaan menara. Dari sekitar 2 ribu menara terpasang milik kalangan perusahaan penyedia jasa sewa menara, sebanyak 700 menara yang tersebar di 21 provinsi, diklaim Sakti, merupakan milik perusahaannya. Adapun kalangan operator yang telah menjadi kliennya adalah Telkom Flexi, Telkomsel, XL, Natrindo TS, Bakrie Telecom, Mobile 8 dan Prima Cell (Win). Rencananya, dalam waktu dekat bakal menyusul Indosat dan LippoTelecom.
Belakangan, selain penyewaan menara, Sakti juga mulai merambah ke bisnis turunan pendukung telekomunikasi ini, yakni dengan menawarkan jasa penyediaan repeater sebagai indoor building station. Repeater, dijelaskan Sakti, merupakan suatu perangkat elektronik yang berfungsi untuk menguatkan dan mengirimkan kembali sinyal yang lemah, sehingga sinyal itu dapat menjangkau jarak yang lebih jauh tanpa penurunan kualitas dan menghilangkan blank spot. Repeater umumnya digunakan untuk layanan komunikasi radio. Biayanya dihitung per instalasi. Misalnya, sebuah gedung memiliki 10 tingkat, maka di situ ada 10 titik repeater. Setiap lantai bisa lebih dari satu titik, atau bisa pula satu titik untuk dua lantai. “Untuk satu titik harganya Rp 10 juta,” kata Sakti seraya mengklaim, beberapa gedung perkantoran dan mal sudah menggunakan jasa terbarunya ini, termasuk Grand Indonesia.
Sakti lewat Indonesian Tower memang tergolong perintis di bisnis penyewaan menara BTS. Namun, berikutnya makin banyak perusahaan yang terjun ingin mencicipi kelezatan bisnis ini. Kini ada sekitar 30 perusahaan yang berkiprah di bidang ini. Bahkan, pada awal April 2005, terdapat 8 perusahaan menggagas berdirinya Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel). Selain Indonesian Tower, perusahaan penggagas Aspimtel lainnya adalah Bali Telecom, Protelindo, Pandu Sarana Global, Wahana Lintassentral Telekomunikasi, Komet Consortium, Telcentec Indonesia dan Deltacomsel Indonesia. Sebagai tokoh perintis bisnis ini, tak aneh Sakti didaulat sebagai ketuanya.
Semakin banyaknya para penyedia jasa penyewaan menara BTS, menurut Sakti, menunjukkan potensi pasar yang menarik di industri ini. “Tentunya ada kepuasan tersendiri melihat apa yang kami rintis bisa berkembang. Bahkan, menjadi industri baru yang menciptakan banyak peluang menjanjikan,” ucap Sakti dengan sumringah. Memang, diperkirakan sampai 2007, kebutuhan coverage (menara) dari perusahaan operator mencapai 43 ribu titik di seluruh Indonesia. Saat ini, jumlah menara terpasang yang dimiliki seluruh operator sekitar 20 ribu menara yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada kemungkinan menara terpasang ini akan dilego oleh para operator pemiliknya, misalnya dengan alasan ingin fokus. Sakti beranggapan, perkembangan seperti ini juga merupakan peluang bisnis, karena mereka tentu akan menyewa balik.
Soal makin ketatnya persaingan, Sakti mengaku tak mengkhawatirkannya. Yang dicemaskannya adalah kemungkinan kehadiran pemain global seperti American Tower dan Vision Tower, yang keduanya belakangan sudah masuk ke India. Mengenai kompetisi dengan pemain lokal lainnya, ia mengaku tak masalah, karena optimistis bisa memberikan pelayanan terbaik.
Klaim Sakti setidaknya diiyakan Dian Rachmawan, Kepala Divisi Telkom Flexi. Menurut Dian, sejak awal hingga sekarang pihaknya menyewa menara dari Indonesian Tower karena layanannya dinilai bagus. “Kami outsource ke Indonesian Tower karena performanya bagus. Pak Sakti memiliki tim yang cekatan dan tanggap menangani masalah. Tak salah ia memakai brand ‘Indonesian’, mengingat pelayanan dan kredibilitasnya yang tinggi, cukup mewakili dan sesuai,” ujar Dian memuji.
Dian menjelaskan, saat ini Telkom Flexi memiliki sekitar 1.500 menara BTS. Dari jumlah itu, sebanyak 1.000 BTS menyewa, di mana 300 di antaranya dari Indonesian Tower. “Sejauh ini, kerja sama dengan Pak Sakti terbina sangat bagus, sehingga kami akan tetap berupaya untuk meneruskannya ke depan. Kami sudah mempunyai kontrak jangka panjang,” tambahnya.
Selain dengan Telkom, Sakti menyebutkan, Indonesian Tower juga sudah memiliki kontrak sewa jangka panjang (10 tahun ke depan) dengan PT Excelcomindo Pratama, Bakrie Telecom, Mobile 8, dan Prima Cell.
Ke depan, selain memiliki visi menjadikan perusahaannya sebagai mitra strategis terbaik dari para operator, Sakti bertekad pula membawa SKP ke lantai bursa. “Kami memiliki target jangka panjang, yaitu omset bisa mencapai Rp 1 triliun atau paling sedikit Rp 500 miliar. Tujuannya supaya bisa go public. Kami berharap paling telat akhir tahun 2009 sudah listed di BEJ. Bahkan, kalau bisa dua tahun lagi,” ungkap Sakti berharap. Pada 2005, disebutkan Sakti, perusahaannya sudah mampu membukukan omset Rp 145 miliar. Diharapkan, tahun ini omsetnya bisa di atas Rp 150 miliar. “Kami punya keyakinan bahwa dengan adanya jasa ini bisa menjadi mitra strategis, baik bagi operator, pemda maupun pemerintah pusat selaku regulator,” ujarnya. Harapan lainnya? “Pemerintah bisa secepatnya mengeluarkan regulasi untuk mencegah timbulnya hutan menara,” Sakti menandaskan.




May 4, 2007 at 15:12 |
Dengan Hormat,
Boss, cara mendapatkan titik yang akan di bangun BTS nya gimana?..
Toto
May 4, 2007 at 15:12 |
Dengan Hormat,
Boss, cara medapatkan titik yang akan di bangun BTS nya gimana?..kami juga siap untuk membantu pekerjaannya.
Tks,
Andre
022-2007435
andreptn@powertechnusantara.com
May 27, 2007 at 15:12 |
Kepada pimpinan perusahaan agen pereangkat telekomunikasi (BTS), saya berharap Bapak bersedia kerjasama dengan saya dalam penyediaan tempat untuk mendirikan BTS, untuk itu saya menunggu respon baik dari Bapak pimpinan di alamat e-mail saya.
May 27, 2007 at 15:12 |
Kepada pimpinan perusahaan agen perangkat telekomunikasi (BTS), saya berharap Bapak bersedia kerjasama dengan saya dalam penyediaan tempat untuk mendirikan BTS, untuk itu saya menunggu respon baik dari Bapak pimpinan di alamat e-mail saya. Atas perhatian dan kerjasamanya saya haturkan terima kasih.
June 11, 2007 at 15:12 |
perusahaan kami ingin bekerjasama dengan perusahaan anda .bidang kami outsourcing bidang total flooding fire extiungusher hartindo kevetulan system kami juga di rental anda dapat hub saya 0811345075
August 22, 2007 at 15:12 |
Saudara Sakti saya ada tanah di Tanjung Pinang batu 9 tepatnya di atas Komplex Polisi Perumahan dekat kolam renang Hana Ria, jika Anda berkeinginan untuk menyewa silahkan karena tanah saya sudah ada Sertifikat dan juga paling teratas dalam posisi di Tanjung Pinang jika Anda ingin hubungi saya Nike HP atau sms karena terkadang saya berada di luar negri:
085272453200
August 22, 2007 at 15:12 |
Dan saya juga ada rumah dan tanah Posisi di tepi jalan tepatnya di Daerah Magelang*paling aman di Indonesia* akan saya jual jika Anda berkeinginan untuk Bisnis di situ pasti banyak kemungkinan karena tempat tersebut masih belum banyak saingan mengenai Telkom *masih belum banyak yang menjual*di daerah itu depan juga ada Pom Bensin yang sudah rame dan juga akan di bangun Mini Market di depan rumah saya itu .. saya harap berhubungan langsung jangan melalui calo.
September 1, 2007 at 15:12 |
Dear,
Saya Anwar, saat ini bekerja sebagai tehnisi perusahaan di jakarta untuk jasa instalasi Bts semua operator, dan saya familiar dengan perangkat vendor siemens.ZTE, maupun Huawei
saya mohon info perusahaan sejenis di surabaya..
yang masih menerima atau sedang membuka lowongan kerja.
Terimakaih untuk infonya
September 25, 2007 at 15:12 |
Dengan hormat,
Kepada pemilik tower atau penyewa tower, ISP rtrwnet dengan ini diberitahukan bahwa lintasarta membuka peluang kerjasama profit sharing (bisa dijual lagi ke end user seperti warnet, Ruko, perumahan rtrwnet,dll)akses internet 3G++ via WIFI sehingga pelanggan internet dapat mengakses internet via Handphone, PDA, Laptop, CPU yang mendukung WIFI secara wireless selama berada dalam jaringan WIFI lintasarta dengan harga sangat bersaing mulai 300Rb/bln dengan kecepatan 512kbps, kesempatan ini sangat terbatas dan berlaku sistem first flag untuk masing2 wilayah coverage, BEP pesimistic 8 bulan.Untuk info lebih lanjut hub. fitra business manager lintasarta 081311000092 atau 021 68611406.terima kasih.besar harapan kami untuk dapat menjadi mitra yang saling menguntung dalam new main stream revenue of ICT. Best Regards Fitra.
October 7, 2007 at 15:12 |
Halo Pak… Semoga Sukses. tetep Optimis.. yaaaa mudah2an tuh peraturan pemerintah bakalan ada dan ketat. ati2 ama americanTower, punya dana tuh buat bikin 8560 Tower… maklum bule’ punya.. semangat mau bikin kontrakan buat BTS di Indonesia.
Gimana Kalo Ind Tower pinjem dananya ama Keluarga C**D**A
Asseeekkk Khan..
October 7, 2007 at 15:12 |
Pak Hati2 ama FBR
Forum Bajingan Resek
Preman Recehan, terutama Bekasi area…
Maklum Betawi Kismin, kena gusur mulu’ jadinya minggir dah ampe ke Cakung, tambun, bekasi depok
October 8, 2007 at 15:12 |
Bos saya punya sebidang tanah yang akansaya sewakan untuk didirikan menara / tower HP gimana caranya?
November 3, 2007 at 15:12 |
Indonesia kaya buuaa….aanget n pinter2 pak, mending american tower (protelindo) bapak beli aza dech…… aku denger mereka juga ga bawa uang dari sono kock, malah pinjem di Indonesia
November 6, 2007 at 15:12 |
YTH, Sakti Wahyu Trenggono
Boss, saya punya produk untuk masuki ke spek BTS
produknya adalah exothermik welding (penyambungan grounding) & Arrester merk Phoenik Contact.
Bisa gak saya masukin ke kontraktor Sakti Wahyu Trenggono,saya berharap kita saling kerjasama untuk saya menyupllaykan,terima kasih.
November 16, 2007 at 15:12 |
Salam sukses untuk Pak Sakti, saya mo ikutan support untuk bisnis anda yg semakin berkembang. Sedikit info saya punya beberapa bidang tanah pribadi di daerah Klaten Kota yg saya ingin sewakan untuk pendirian tower. Kalo perusahaan anda berminat aja silahkan kontak by email first.
Makasih.
December 3, 2007 at 15:12 |
Yth. Bp Sakti
Dengan ini saya ingin menjalin kerjasama dengan bapak , bahwa saya saat ini mempunyai hubungan baik dengan beberapa pemerintah daerah tingkat I dan tingkat II di Sumatra pada umumnya.khususnya
Sumatra Barat dan Riau, maka dengan ini saya bermaksud menawarkan diri untuk menjadi Arranger kepada pihak Pemda untuk Pembangunan Tower Bersama di daerah tersebut.
Saya berharap dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan yang bapak pimpin.
contact : 021-92976293
December 17, 2007 at 15:12 |
Dengan hormat,
Sebelumnya saya ingin memperkenalkan nama saya Aan Abdullah Burhani. Saya mempunyai sebidang tanah di daerah Kec.Ciawigebang Kab.Kuningan Jawa Barat. Saya ingin mempertanyakan tentang kerjasama yang dilakukan antara pemilik tanah dengan si pendiri Tower tersebut. Apakah dalam pembuatan tower BTS tersebut menyewa tanah pada masyarakat sekitar?Mengenai pembebasan tanah untuk pembangunan tower BTS, apakah tanah tersebut dikontrak atau dibeli? Bagaimana supaya bisa bekerjasama dalam pembuatan tower BTS disuatu daerah tersebut? Dan bagaimana caranya kalau saya ingin bekerjasama dalam pendirian suatu Tower dimana saya sebagai pemilik tanah/lokasi? Mohon penjelasannya.
Terima kasih.
Aan Abdullah Burhani
December 26, 2007 at 15:12 |
Dengan hormat,
Sebelumnya saya ingin memperkenalkan nama saya Aan Abdullah Burhani. Saya mempunyai sebidang tanah di daerah Kec.Ciawigebang Kab.Kuningan Jawa Barat. Saya ingin mempertanyakan tentang kerjasama yang dilakukan antara pemilik tanah dengan si pendiri Tower tersebut. Apakah dalam pembuatan tower BTS tersebut menyewa tanah pada masyarakat sekitar?Mengenai pembebasan tanah untuk pembangunan tower BTS, apakah tanah tersebut dikontrak atau dibeli? Bagaimana supaya bisa bekerjasama dalam pembuatan tower BTS disuatu daerah tersebut? Dan bagaimana caranya kalau saya ingin bekerjasama dalam pendirian suatu Tower dimana saya sebagai pemilik tanah/lokasi? Mohon penjelasannya.
contact: 081324474145
Terima kasih.
Aan Abdullah Burhani
January 11, 2008 at 15:12 |
Dear Mr Sakti,
I would like to offers you some products which is has abbility to make your telecommunication equipment more powerfull with extended modem, converter, optimux, great STM, etc from RAD and ECI brand.
To establish the regulation about “TOWER BERSAMA” in each province(just we said), there are to many complex government instantions who just want the “TIPS” from us(I was a SITAC Coordinator and also PM), just adviced…… please you make a directly face 2 face with the Ministry Of Telecommunication and Divition Telecommunication in each Province and push them to immediatly assign “TOWER BERSAMA” with your own language, I’m sure not any longer they will assigned.
And for all, please send me email or contact me if there are any oportunities that we shall share for the same aim exactly, “BENEFITS”.
Thanks,
Best Regards,
DK (08889700479 / 085219048297)
donik_ptcsp@yahoo.co.id
January 15, 2008 at 15:12 |
Dear P’ Sakti
kami sebagai kontraktor dalam pembangunan bts merasa sangat terbantu atas info2 mengenai sharing sites sesuai arahan menkominfo,untuk lebih detil atas implementasi tower bersama saya berharap untuk mendapatkan kejelasan lagi melalui alamat website ASPIMTEL atau dari anggota2nya yang kami belum mengetahui satu persatu.info bapak saya tunggu di emai saya.terimakasih.
Best Regards,
Gigih
January 15, 2008 at 15:12 |
hallo pa Sakti,
apakah bapak juga sudah mencoba untuk mengambil site maintenacenya dilokasi-lokasi tower bapak…..jika belum mungkin kami bisa menawarkan sebagai sub bapak untuk menghandle site maintenacenya…..terima kasih pa
GBU
January 15, 2008 at 15:12 |
hallo pa Sakti,
maaf agak sedikit menyimpang dari towernya, mengingat konsep tower shering yang ada dibisnis bapak, apakah juga bapak menghandle untuk site maintenancenya masing-masing operator dilokasi tower yang bapak sewakan……jika mungkin kami berminat untuk ikut mensupport tim bapak, terima kasih atas waktu bapak.
GBU
January 15, 2008 at 15:12 |
boleh dong pake jasa saya, krn saya sudah berpengalaman untuk eksekusi tanah baik sewa maupun beli, saya juga punya team sitac bos……thanks
January 15, 2008 at 15:12 |
kebetulan nich kita sama-sama dari semarang
January 19, 2008 at 15:12 |
bpk. sakti.
saya dari unmuh malang,mau mengadakan penelitian tentang efisiensi tower.
bolehkah saya meminta data-data biaya yang melekat pada 1 tower.trus kalau misalnya 1 tower bisa ditempati oleh beberapa operator tidak menghambat sinyal yang dikeluarkan.
biar singkat..lewat Q. ya pak
1. berapa biaya yang dikeluarkan oleh pihak kartu seluler untuk 1 towernya kalau membangun
2. berapa penghematan yang dilakukan kalau menyewa tower dari perusahaan bapak.
bapak, kalau berkenan, terima kasih banyak pak
jawabanya dikirim ke email saya aja ya pak
January 24, 2008 at 15:12 |
Bpk Sakti Yang Terhormat,
Saya Harmon Pandiangan tinggal di Kota Medan Sumatera Utara, Jika Bapak punya proyek tower untuk daerah Sumatera khususnya Sumbagut boleh hubungi saya Pak karna saya juga di bidang CME, mengenai selery tergantung hasil kerja saya dan medan wilayah sumbagut sudah saya kuasai Pak.trim’s
contac. 081376999779
061-77088660
February 7, 2008 at 15:12 |
Dengan hormat,
Pak Sakti Wahyu Trenggono selaku pimpinan indonesian tower.
saya adalah segelintir orang yang kena tipu atas aksi percaloan proyek tower yang diwakili dari orang yang mengatas namakan indonesian tower, sudah sekitar 5 bulan saya dijanjikan proyek pembangunan tower untuk perusahaan indonesian tower oleh oknum yang bernama Rudy Jaru, dan dana “bujukan” atau “operasional” sudah saya kucurkan untuk memuluskan proyek tersebut disulteng, tetapi sampai detik ini realisasi untuk diberikan pekerjaan ini ternyata tidak terwujud, malah dari rudy jaru sendiri tidak menunjukan itikad baik untuk mengembalikan uang “operasional” tersebut kepada kami. untuk itu kami sudah melakukan tindakan hukum dengan melaporkan oknum yang bersangkutan ke Polda Sulteng. yang saya sesalkan oknum yang bernama rudy jaru ini mengaku adalah perwakilan resmi dari indonesian tower khusus sulteng, saya percaya kredibilitas nama perusahaan yang diwakilkan tetapi dengan perbuatan yang diduga telah merugikan banyak pihak sudah mencemarkan nama perusahaan bapak, oleh karena itu saya memohon respon positif bapak untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi pada oknum yang mengatas namakan indoesian tower khususnya yang bernama rudy jaru ini. saya menunggu konfirmasi balik dari bapak di email saya robbi70@telkom.
atas perhatian bapak kami merasa berterimakasih sebelumnya.
March 13, 2008 at 15:12 |
Yth Pak Sakti,
Salut atas ‘perjuangan’ bapak dalam memulai bisnis tower sejak awal. Sangat mengagumkan karena bapak memulai dengan kondisi bukan ikut2an dan murni inovasi. Hari ini saya baca koran lokal Gorontalo dan menemukan bahwa Indonesian Tower baru saja MOU dengan bupatinya Bpk David, setelah itu saya coba browsing soal Indonesian Tower. Sekali lagi, Salut.
Selangkah lagi bapak merangkul dan membina usaha kecil atau individu lokal sehingga dapat memberdayakan banyak orang, maka Pak Sakti sudah memenuhi syarat sebagai “The Man of The Year” untuk Indonesia !!!
Good Luck.
Rinaldi Gorontalo.
March 28, 2008 at 15:12 |
Dengan Hormat
saya ingin kerjasama dalam Pemerataan sinyal seluler di daerah saya, maka dari itu saya mohon bantuan agar di daerah saya segera di bangunkan BTS. dan prosedur apa saja yang harus saya lakukan .
Bisa Hub saya di : 08176014498
terima kasih
May 6, 2008 at 15:12 |
bagaimana caranya menentukan titik BTS. saya bekerja di seluler bagian bawan tapi susah untuk menjalankan project. moho bantuan ordernya
May 10, 2008 at 15:12 |
Dengan hormat,
Saya sudah familiar dengan menara/tower,karena saya punya pengalaman kerja di salah satu perusahaan tower. Saya ingin mengajukan kerjasama (sebagai subkon) kepada Bpk. Sakti mulai dari Sitac-LOSS-CME-Instalasi Radio-NMS-Maintenance…
Dalam hal ini, Bapak dapat menghubungi saya di e-mail carl_houten@yahoo.com atau HP 08175115980/08123584346
Mohon bantuan dan tanggapan yang positif dari bapak
Terima kasih
May 10, 2008 at 15:12 |
sy abdul rohman pekerjaan sitac, smart, NTS, Flexi boleh pak saya bergabung ?
0815 887 6357
May 12, 2008 at 15:12 |
Dengan hormat,
Salam kenal Bpk. Sakti.
Saya saat ini bekerja di lembaga pengawasan persaingan usaha di Indonesia.
Terkait regulasi pemerintah tentang menara bersama, apakah pelaku usaha selama ini merasakan adanya penghalangan usaha atau adanya kebijakan pemerintah ataupun pemda yang justru menghalangi pelaku usaha tower telekomunikasi?
khususnya di wilayah timur indonesia
bila ada informasi, silahkan hubungi saya di 0411-310733 atau email saya di oka@kppu.go.id
/rohaniiblis@yahoo.com
terima kasih
May 19, 2008 at 15:12 |
Selamat siang pak,
Saya mempunyai lahan yang sangat strategis untuk dibangun BTS. Lahan tersebut terletak dipinggir jalan. Dan ada lahan diatas rumah yang sudah didak, mungkin bapak berminat menyewa lahan tersebut untuk dibangun BTS baru.perlu bapak ketahui lahan tersebut sudah milik sendiri dan bersertifikat. lokasi desa Tarub, kabupaten Tegal Jawa Tengah. Bila berminat bisa contact no telp saya 02168932363 dan melalui email. Terimakasih
May 19, 2008 at 15:12 |
Yth.Bp.W.S.Trenggono
Dengan hormat
Sebelumnya saya sangat salut & mengajungkan 2 jempol untuk Bpk,atas Bisnis Rental Tower yg Bpk lakukan.usaha yg bapak lakukan benar2 mulai dari nol,dan memerlukan perjuangan yg hebat.Dan perlu dicontoh kalangan anak2 muda jaman sekarang.saya melihat anak2 muda seusia saya sekarang ini sudah terjerumus ke suatu bentuk gerakan2 politis,dan tidak pernah terpikirkan oleh mereka upaya2 untuk maju dengan menjadi pebisnis seperti bpk.Saya sebagai bagian dr anak muda juga punya pandangan seperti bpk.saya sangat berterimakasih pada Bpk sakti,atas pengalamanya dari awal bisnis mulai dr nol.dan saya juga sudah mencontoh apa yg pernah bpk lakukan sewaktu muda.Semenjak Tamat dr pendidikan Th 2004,Saya yg jg asli semarang (sama dg asal kelahiran bpk) mulai Bisnis Dibidang kontraktor civil&electrical.Dan pada akirnya dengan banyak berkembangnya Pembangunan2 Tower,maka saya mulai tertarik kerja di bidang Tower juga(Sitac-CME),Dimulai dengan mendirikan Suatu Perusahaan dengan badan usaha CV,saya mulai masuk sebagai kontraktor pembangun Tower.tetapi amat jauh berbeda dengan apa yg bpk sakti lakukan pada awal mulai bisnis sebagai vendor Rental Tower,krna saya cuma sebagai subcon kecil.Tapi saya jg punya semangat seperti bpk.sakti,bahwa kelak saya jg akan bisa maju kayak Bpk.Dengan ini juga saya berharap Bpk.Sakti &Indonesian Towernya sekiranya mau mencoba mengajak kerjasama dengan menjadikan saya subcon Sitac-CME. Saya berharap Bpk.Sakti kiranya mau memberikan kesempatan kepada kami anak2 muda.Kami akan sangat berterima kasih dan jg akan penuh tanggung jawab seandainya diberi kesempatan.Tnks. Semoga sukses slalu pak W.S.Trenggono & Indonesian tower.
May 19, 2008 at 15:12 |
mau mencoba mengajak kerjasama dengan menjadYth.Bp.W.S.Trenggono
Dengan hormat
Sebelumnya saya sangat salut & mengajungkan 2 jempol untuk Bpk,atas Bisnis Rental Tower yg Bpk lakukan.usaha yg bapak lakukan benar2 mulai dari nol,dan memerlukan perjuangan yg hebat.Dan perlu dicontoh kalangan anak2 muda jaman sekarang.saya melihat anak2 muda seusia saya sekarang ini sudah terjerumus ke suatu bentuk gerakan2 politis,dan tidak pernah terpikirkan oleh mereka upaya2 untuk maju dengan menjadi pebisnis seperti bpk.Saya sebagai bagian dr anak muda juga punya pandangan seperti bpk.saya sangat berterimakasih pada Bpk sakti,atas pengalamanya dari awal bisnis mulai dr nol.dan saya juga sudah mencontoh apa yg pernah bpk lakukan sewaktu muda.Semenjak Tamat dr pendidikan Th 2004,Saya yg jg asli semarang (sama dg asal kelahiran bpk) mulai Bisnis Dibidang kontraktor civil&electrical.Dan pada akirnya dengan banyak berkembangnya Pembangunan2 Tower,maka saya mulai tertarik kerja di bidang Tower juga(Sitac-CME),Dimulai dengan mendirikan Suatu Perusahaan dengan badan usaha CV,saya mulai masuk sebagai kontraktor pembangun Tower.tetapi amat jauh berbeda dengan apa yg bpk sakti lakukan pada awal mulai bisnis sebagai vendor Rental Tower,krna saya cuma sebagai subcon kecil.Tapi saya jg punya semangat seperti bpk.sakti,bahwa kelak saya jg akan bisa maju kayak Bpk.Dengan ini juga saya berharap Bpk.Sakti &Indonesian Towernya sekiranya mau menjadikan saya subcon Sitac-CME. Saya berharap Bpk.Sakti kiranya mau memberikan kesempatan kepada kami anak2 muda.Kami akan sangat berterima kasih dan jg akan penuh tanggung jawab seandainya diberi kesempatan.Tnks. Semoga sukses slalu pak W.S.Trenggono & Indonesian tower.
May 19, 2008 at 15:12 |
maju terus pak S.W.TRENGGONO
June 11, 2008 at 15:12 |
Yth, Mas Trenggono
Maju terus ……..semangatmu…….
Semoga keberkahan, kemudahan, keselamatan serta kesehatan selalu menyertahimu ….
June 16, 2008 at 15:12 |
Selamat Sore pak,
Mohon informasinya untuk persyaratan izin pembangunan BTS dan izin ketinggian BTS untuk pemasangan di wilayah sumatera utara. Dan berapa biaya untuk kepengurusannya, terima kasih.
June 18, 2008 at 15:12 |
Saya selaku Marketing dari perusahaan General Contractor CV. FIECO ingin menawarkan jasa kami untuk membantu kelancaran pembangunan tower Anda. Sebagian rekan-rekan saya juga telah mengajukan penawaran untuk proyek yang serupa, yaitu pembangunan tower di daerah Jawa dan sekitarnya. Yang saya dengar, owner dari proyek Anda membutuhkan perusahaan yang punya modal kurang lebih Rp. 50 Milyar untuk pembangunan 50 tower di pulau Jawa dan sekitarnya. Kami punya modal tersebut, kami juga punya nama perusahaan lainnya sebagai alternatif apabila Company Profile “CV” tidak bisa dipakai, yaitu PT. SARANA MULTIGUNA MANDIRI. Apakah kami bisa maju untuk proyek tersebut? Apalagi persyaratan yang belum kami ketahui? THX (IKO: 0818968533)
July 29, 2008 at 15:12 |
kepada Yth. Sakti W. Trenggono.
Dengan hormat,
saya mohon informasi dimana alamat perusahaan bapak, dan website nya.
terima kasih, atas perhatiannya.
wassalam, hormat saya
Leon Ade Winggunan
August 15, 2008 at 15:12 |
melihat perjuangan pak sakti merintis usahanya sampai kini berkembang besar, saya sangat salut!
bagaimana ia memerlukan modal 250 juta saja harus mengajukan kredit ke bank2, ditolak pula.
sekarang, bank2 tersebut yg gantian mendatangi pak sakti menawarkan kredit.
haha, sangat lucu membayangkannya..
August 22, 2008 at 15:12 |
Kepada YTh. Bpk. Sakti W.Trenggono
Dengan hormat,
Saya ingin mengajukan kerjasama sebagai subkon untuk pengerjaan BTS baik sipil dan ererction tower untuk wilayah jawa timur dan sekitarnya. Kami siap ditempatkan di seluruh wilayah jawa timur.
Terima kasih, atas perhatiannya
dengan hormat,
Steven M
September 6, 2008 at 15:12 |
saya mempunyai lahan kosong yang strategis di daerah tulungagung jawa timur. jika anda berminat untuk mendirikan BTS disana, saya bersedia untuk menyewakan lahan saya untuk pendirian BTS tersebut
September 8, 2008 at 15:12 |
Bapak sakti, saya ada tanah di Srengseng jakarta barat, jika bapak berminat untuk menyewa dapat menghubungi saya di nomer 0818690909. terima kasih sebelumnya
September 8, 2008 at 15:12 |
Kepada Yth: Bpk. Sakti W. Trenggono
Dengan hormat
Saya mempunyai lahan kosong didaerah tulungagung, jawa timur, tepatnya lebih kurang 2,5 km dari alun-alun kota. Tempatnya sangat strategis menurut kami karena di daerah ini perkembangan pengguna alat komunikasi seluler sangat pesat.
Terima kasih atas perhatiannya
September 23, 2008 at 15:12 |
Assalamualaikum wr.wb…….
langsung aja pada permasalahannya, saya mempunyai tanah didaerah sambungrejo-sukodon0-sidoarjo, dan saya berkeinginan menyewakan tanah tersebut untuk pembangunan tower ,pertanyaannya: bagaimana caranya?
terimah kasih atas perhatiannya.
wasslam…..wr.wb…….
October 9, 2008 at 15:12 |
langsung aja pada permasalahannya, seperti bp. dedy, saya mempunyai tanah didaerah gumenter kutowinagun kebumen jawa tengah, dan saya berkeinginan menyewakan tanah tersebut untuk pembangunan tower ,pertanyaannya: bagaimana caranya?
terimah kasih atas perhatiannya.
wasslam…..wr.wb…….
October 11, 2008 at 15:12 |
Sebelumnya saya ucapkan salut atas keberhasilan bapak.Kalau ada proyek pembangunan BTS di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas saya minta tolong untuk dilibatkan dalam hal pengurusan kWh meter PLN.hubungi saya di 08563598751
November 1, 2008 at 15:12 |
Ysh. Bapak2 sekalian , saya ingin menjual sebidang tanah saya yang saat ini disewa oleh salah satu provider telekomunikasi untuk menara BTS , luas tanah 1000m2 di jual dengan harga murah 15jt/m2 masih dalam masa kontrak , jika serius hub via email trisno70@plasa.com
November 30, 2008 at 15:12 |
kepada yth. bapak si raja tower
sebuah prestasi patut di contoh dr bpk si raja tower, kerja keras, keuletan,ketangguhan dan semangat untuk maju hingga menbuahkan kesuksesan sepaerti skrg menjadi raja tower. sebuah bisnis yang banyak menawarkan peluang bisnis kepada yang lain. selamat dan sukse selalu buat bapak……………………………..
December 11, 2008 at 15:12 |
Selamat siang , pak Sakti
Bisakah saya minta bantuan untuk memberikan informasi teknis tentang menara, meliputi :
1. radius aman menara bersama pada daerah pemukiman
2. ketinggian lokasi minimum dari permukaan air laut
3. ketinggian menara dengan hubungannya terhadap radius jangkauan
4. seberapa besar efisiensi penggunaan menara bersama dan seberapa besar kemungkinan kerjasama antar kompetitor penyelenggara layanan (dalam hal ini maukah pihak XL , Telkomsel atau Bakri misalnya, memakai menara bersama?)
bila mungkin ada data teknis atau persayaratan teknis penunjang .
Saya sangat memerlukan data tersebut, untuk studi
Terima kasih pak
December 12, 2008 at 15:12 |
pak sy pernah audit indonesian tower,
smoga pimpinan&owner tahu krn byk bts/colo yg adm-nya tdk benar sehingga kl mau dijual BTSnya bisa up to date,
sy tdk asal tulis tp bisa di-check ke:
-Bpk.hendra
-Bpk.rudi
-sdr.Willhemus
smoga bpk tambah sukses!!!!
Amien
December 12, 2008 at 15:12 |
Bapak Robbi yang terhormat,
Saya Putri, perwakilan dari Indonesian Tower. Mohon dimaklumi bahwa kami tidak segera menindaklanjuti masalah Bapak karena media yang bapak pergunakan bukan merupakan saluran resmi komunikasi Indonesian Tower.
Untuk menindaklanjuti keluhan yang sebelumnya telah Bapak sampaikan, sekiranya Bapak dapat melayangkan surat secara resmi mengenai komplain yang Bapak ajukan. Hendaknya, surat tersebut meliputi :
· Data diri pribadi (lengkap)
· Runtutan kejadian secara rinci, mulai waktu kejadian serta pelaku-pelaku yang terlibat
· Bukti-bukti pendukung
Surat resmi tersebut dapat bapak kirimkan ke :
Divisi Corporate Communication
PT. Solusindo Kreasi Pratama (Indonesian Tower)
Wisma Kosgoro 16th Fl. Jl. MH. Thamrin 53, Jakarta, Indonesia
Team Indonesian Tower baru akan melakukan penyelidikan dan tindak lanjut berdasarkan surat resmi tersebut.
Bagi semua pihak lain, pertanyaan maupun masukan lebih lanjut dapat ditujukan ke contact@indonesiantower.com . Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Best Regards,
Putri Respati
Corporate Communication Officer
PT. Solusindo Kreasi Pratama (Indonesian Tower)
Wisma Kosgoro 16th Fl.
Jl. MH. Thamrin 53, Jakarta, Indonesia
p +62 21 314 0866
f + 62 21 319 36348
e putri.respati@indonesiantower.com
December 12, 2008 at 15:12 |
Menarik sekali membaca tulisan mas Mohammad tentang perjalanan pak Sakti. Bahkan lebihmenarik lagi melihat respon banyak orang yang berusaha berbisnis dengan pak Sakti. Sampai saya jadi berpikir, apakah memang pak Sakti melihat semua komentar orang-orang ini? Hehehe…
Terima kasih buat insipirasinya Pak Sakti. Thanks buat mas Mohammad yang udah menuliskannya dengan sangat mengalir. Sukses terus buat semuanya!
cheers,
yuan
December 13, 2008 at 15:12 |
@Yuan, terima kasih atas komentarnya. Pak Treng (Pak Sakti Trenggono) juga pasti baca (memantau blog ini…he he he) dunk (termasuk Mba Putri, yang telah memberi tanggapan). Btw, beberapa hari lalu saya ditelpon Pak Treng. Beliau mengatakan sangat tersanjung atas komentar yang muncul dari para pembaca mengenai lika-liku bisnis beliau yang saya tulis. Beliau berharap kiprahnya tersebut bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.
Tak hanya itu. Beliau juga menanyakan kepada saya bagaimana mem-follow up komentar yang masuk, terutama yang ngajak kerjasama bisnis. Sehubungan dengan itu, bagi para pembaca yang mengomentari tulisan mengenai Pak Treng, terutama bagi yang mengajak kerjasama bisnis, diharapkan mencantumkan nomor telpon/HP yang bisa dihubungi. Sebab, sekiranya Pak Treng menilai tawaran itu dianggap menarik, maka staf beliau akan menghubunginya. Terima kasih.
December 16, 2008 at 15:12 |
Bapak Ibu serta Bapak Mohammad selaku empunya blog,
Seperti yang telah saya tulis di atas, bagi siapa saja yang hendak mengajukan kerja sama, dapat mengirimkan email ke contact@indonesiantower.com lengkap dengan kontak yang dapat dihubungi.
Dengan senang hati team kami akan mem-follow up setiap tawaran kerja sama dan menyalurkannya kepada divisi yang tepat di Indonesian Tower. Jika dirasa tawaran yang diberikan menarik, tentu kami akan menindaklanjutinya. Terima kasih banyak.
Best Regards,
Putri Respati
January 4, 2009 at 15:12 |
ketokmoto
Selamat siang , pak Sakti
Bisakah saya minta bantuan untuk memberikan informasi teknis tentang menara, meliputi :
1. radius aman menara bersama pada daerah pemukiman
2. ketinggian menara dengan hubungannya terhadap radius jangkauan
4. seberapa besar efisiensi penggunaan menara bersama dan seberapa besar kemungkinan kerjasama antar kompetitor penyelenggara layanan (dalam hal ini maukah pihak XL , Telkomsel atau Bakri misalnya, memakai menara bersama?)
bila mungkin ada data teknis atau persayaratan teknis penunjang .
Saya sangat memerlukan data tersebut, untuk studi
Terima kasih pak
January 13, 2009 at 15:12 |
Yth:Abdul Satar,
Mohon dengan sangat,sewa lahan di site Tegal Kirana,kec:Kragilan,Serang-Banten,segera dilunasi.Sudah sebelas bulan proyek tsb berjalan dan sudah uji coba on air.Namun baru 20% pembayaran yang kami terima.sesuai perjanjian yang kami tandatangani,bahwa setelah on air akan segera dilunasi.
Terimakasih atas perhatianya.
Mochamad syafei
January 15, 2009 at 15:12 |
Bos, kalo mengenai proyeknya bisa bos?
Saya belum ada bendera tapi biasa ambil proyek dari subcon2 yg dah gede ato punya bendera.
Kalo ada kenalan2 yg punya proyek boleh bos tanyain…..
Thanks ya bos.
Eh iya, tolong bos kalo ada kabari ke 085732856900 / 081231445662
lewat email juga boleh…..
January 25, 2009 at 15:12 |
Pak, tanah seperti apa yg cocok untuk tower BTS? saya punya tanah di Malang, daerah Tlogo Mas, luasnya sekitar 160 m2. Mau saya sewakan untuk BTS, berminat? Hubungi saya di hidupenuharti@yahoo.com
February 7, 2009 at 15:12 |
mas, kalo mau tahu tentang tarif sewa BTS di Jakrta dimana yah?? mohon bantuan atau anda dapat mengirimkan email ke cscrane@ymail.com
February 8, 2009 at 15:12 |
mohon maaf mau minta petunjuk untuk membuat proposal penawaran lokasi untuk tawer kepada perusahaan ?
terima kasih sebelumnya.
March 3, 2009 at 15:12 |
bos saya punya rumah dengan tanah cukup luas ….ga pernah ditungguin di daerah Banjar desa langensari…kayaknya cocok..untuk pembangunan tower BTS….kalo bos berminat bisa email/YM ke sutantoi@yahoo.com
March 13, 2009 at 15:12 |
Dengan hormat,
Bp, sakti saya Dendhy. Sekarang saya bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor installasi dan pembutan mounting bracket untuk bakrie telecom (esia),
selain itu perusahaan saya juga dapat mengerjakan pengadaan dan pemasangan untuk jenis pekerjaan collocation dan monopole esia. Oleh sebab itu saya mengajukan penawaran kerjasama pada Bp Sakti. Untuk tindak lanjutnya Bapak dapat menghubungi saya melalui e-mail terlebih dahulu. Atas perhatian Bapak saya ucapkan terimakasih.
Hormat saya
Dendhy
Hormat saya
March 23, 2009 at 15:12 |
pagi pak,
saya mau tanya, kalo contoh kontrak kerja di lahan pribadi untuk pembuatan BTS ini ada ga y pak?
trims..
April 3, 2009 at 15:12 |
Karanganyar, 03042009.
Kami mendapat penawaran bangun bts di jawa timur. tapi modal kami terbatas. apakah bapak bersedia membanyu kami. matur nuwun.
April 7, 2009 at 15:12 |
mohon maaf bos kami sekedar menginfokan saya perwakilan dari MMO ingin menyampaikan …..
Tolong musnahkan orang-orang yang cari muka di perusahaan bapak,,,,dan kami informasikan juga tolong bos amati dan cermati keluarga bos yang menyeleweng,,,,,terutama dengan masalah keuangan,,,kalau bisa tolong bos bikin lembaga sperti KPK ,,,masalahnya banyak MMO yang bekerja 1-2 tahun udah bisa beli mobil 3 dilihat dari gajihnya itu ga mungkin,,,,,,,tolong berantas masalah ini terutama wilayah jawa ,,,,,bos
May 8, 2009 at 15:12 |
Dengan hormat,
Salut dengan proses, saya Imam mohon informasi syarat apa untuk bisa bergabung di Asosiasi ASPIMTEL dan alamat asosiasi tersebut.
Atas kerjasamanya saya sampaikan terima kasih.
June 30, 2009 at 15:12 |
Saya mempunyai lahan kosong yang berdekatan dengan lokasi Pintu Tol Serang Timur, munkin sangat setrategis untuk di bangun BTS. pinggir jalan, jaringan listrik tersedia untuk itu saya bermaksud menyewakannya. bisa Hub. 083812329808
July 7, 2009 at 15:12 |
Pak Sakti,
Apak saya bisa minta contoh perhitungan biaya (rab) untuk tower BTS?
Trims.
July 9, 2009 at 15:12 |
Saya mempunyai Tanah Kosong yang setrategis untuk di Bangun BTS, saya berniat untuk Menyewakan Lahan Tersebut.
Kriteria lahan tersebut adalah :
-Lokasi Berdekatan dengan Pintu Tol Serang Timur, 300M dari Gudang Pupuk PUSRI ke arah Barat.
-Lokasi belum Padat Perumahan
-Lokasi bisa Masuk / dijangkau Kendaraan
-Jaringan Listrik / tiang Listrik sudah ada di lokasi
Hubungi SUDARAMA / HP.081314888869.
July 13, 2009 at 15:12 |
P. Sakti yth,
To the point saja pak, Telkomsel telah memanfaatkan salah satu menara milik perusahaan kami yang berlokasi di Bontang. Selama ini telkomsel hanya dibebani dengan pemakaian listrik saja. Kedepan kami akan memberlakukan tarif, untuk itu saya sedang mencari referensi tarif sewa tower dan hak dan kewajiban masing -masing pihak yang harus dituangkan dalam surat perjanjian. Saran dan komentarnya ditunggu di alamat email saya. Terima kasih.