Micros-Fidelio Mahal, Kok Laris?

Di kalangan para pengelola bisnis perhotelan, nama aplikasi Fidelio tidak asing lagi. Tak terkecuali di Indonesia, software buatan Micros System Incorporation ini mendominasi pasar. Tengok saja. Di Jakarta, hotel-hotel bintang lima seperti Grand Hyatt, Mandarin Oriental, Le Meridien, Intercontinental, Nikko, Aston, Shangri-La Mulia, JW Marriot hingga Ritz Carlton, telah memakai aplikasi Fidelio untuk menunjang aktivitas bisnis mereka. “Hampir 80% hotel bintang empat dan lima sudah menggunakan aplikasi Fidelio. Dan, kami memang belum konsentrasi untuk menggarap hotel bintang tiga ke bawah,” kata Feri Kurniawan, General Manager PT Micros-Fidelio Indonesia (MFI).

Berdasarkan data keanggotaan Persatuan Hotel dan Resort Indonesia, dari 72 hotel bintang lima yang menjadi anggota, 51 hotel telah memakai aplikasi Fidelio. Sementara hotel bintang empat, dari 138 hotel sudah 48 yang berhasil digaet. Sementara itu, untuk hotel bintang tiga, dari 205 hotel, baru 8 yang telah menggunakan aplikasi tersebut. “Memang, untuk aplikasi perhotelan hampir tidak ada pilihan, ya Fidelio. Kemampuan teknologinya terdepan dibandingkan software lainnya. Memang harganya mahal, tapi kami butuh,” ucap Surja Seputra, Direktur Teknologi Informasi Hotel Mulia, mengakui.

Biasanya, hotel akan memerlukan sistem untuk mendukung semua departemennya, dari urusan front office (misalnya customer service) hingga back office (purchasing, inventory, dsb). Selain itu, hotel juga menjual produk, yakni kamar dan restoran. Nah, semua kebutuhan itu, diklaim Feri, mampu dilayani oleh aplikasi Fidelio. “Kami menyediakan total solution untuk memenuhi semua kebutuhan di hotel,” Feri menegaskan.

Berdasarkan pengalaman Surja, sejauh ini boleh dibilang hampir tidak ada aplikasi yang mampu menangani kebutuhan untuk 1.000 kamar seperti di Hotel Mulia. Padahal, dalam sehari ada 200-300 tamu yang check in dan check out. “Kami butuh kecepatan dan ketepatan. Walaupun harganya mahal, ya kami mesti terima karena sebanding dengan kemampuannya,” ungkap Surja. Maka, sejak 1997 hotel di kawasan Senayan ini menggunakan aplikasi tersebut. Bahkan, pada Desember tahun lalu meng-upgrade lagi sistemnya.

Menurut Surja, untuk memperbarui dan mengimplementasi aplikasi tersebut membutuhkan waktu 2-3 bulan. Adapun dana yang dibenamkannya lebih dari US$ 400 ribu. Antara lain, sekitar US$ 200 ribu untuk membeli peranti lunaknya dan sisanya untuk membeli hardware, seperti server dan 100 unit PC baru.

Ditambahkan Taufiq Djudien, Manajer I Pengembangan Bisnis MFI, sebenarnya untuk mengimplementasi Fidelio hanya butuh waktu empat minggu, mulai dari Planning Configuration System selama lima hari, pelatihan selama 10 hari hingga go live. “Untuk implementasi ini tidak lama, karena produk kami sudah jadi. Hanya dalam waktu empat minggu, maka hotel sudah siap menggunakan sistem secara online,” ucap Taufiq. Bagaimana dengan harga software paket ini yang mencapai miliaran rupiah? “Harga itu sifatnya relatif. Kalau implementasi terintegrasi, akan terlihat mahal sekali. Tetapi, sebenarnya kami menyediakan solusi yang sifatnya moduler sehingga bisa di-customize sesuai dengan kebutuhan klien,” Ainur Rofiq Mustamar, Manajer II Pengembangan Bisnis MFI, menambahkan.

Tampaknya, harga mahal bukan kendala bagi Fidelio untuk tetap perkasa di pasar. Selain kelengkapan modulnya, boleh jadi lantaran aplikasi ini melenggang sendirian di pasar perhotelan kelas bintang empat ke atas. Sebenarnya, ada pemain lokal yang juga menggarap pasar peranti lunak hospitality ini, antara lain Realta Cakradharma, tetapi relatif masih baru dibandingkan dengan MFI. “Kami tidak melakukan promosi. Brand produk kami sudah sangat kuat di pasar. Marketing tools paling efektif yang kami lakukan adalah word of mouth,” ucap Feri sambil menyebutkan, di Indonesia ada lebih dari 2 ribu hotel. Namun, dalam praktiknya, MFI sangat mengandalkan pula kekuatan sales force-nya yang terdiri dari 30 tenaga penjual yang disebut sebagai konsultan.

Selain aplikasi untuk perhotelan, sebenarnya MFI juga menawarkan produk untuk resto, baik yang terintegrasi dengan hotel maupun yang berdiri sendiri. Software-nya disebut Micros, yang tediri atas beberapa versi, yakni Res 2000, LES 9000 dan E7. Sejumlah resto dan kafe yang diklaim telah menggunakan aplikasi tersebut, antara lain jaringan Dome Cafe, Happy Day Restoran, Hard Rock Cafe, Kafe Pisa, Nando’s, Pain de France dan Puri Intisari Group. Secara keseluruhan, jumlah resto dan kafe di Indonesia yang menggunakan aplikasi Micros, seperti diklaim Ainur, mencapai 112 gerai.

Sejatinya, kedua aplikasi tersebut, Micros dan Fidelio, masuk ke Indonesia pada 1991 melalui sistem distributorship. Penjualan aplikasi Micros dilakukan PT Ometraco Aryasamanta dan aplikasi Fidelio didistribusikan PT Filosof Indo System. FMI sendiri mulai dibentuk pada 2005. Mengingat track record dan peluang pasarnya masih sangat terbuka, Feri berani menargetkan pertumbuhan setahun ke depan sebesar 30%.

Bahkan, untuk aplikasi restonya, ditargetkan pertumbuhannya di atas 30%. Pasalnya, aplikasi untuk resto ini jangkauan pasarnya sangat luas, mencakup resto atau kafe berukuran kecil. “Potensi pasarnya masih sangat besar, baik di hotel maupun restoran. Apalagi, kalau mau masuk ke pasar di bawahnya,” kata Feri sembari mengungkapkan, pihaknya masih fokus menggarap pasar hotel bintang empat dan lima.

(SWA 20/XXI/ 21 September 2006)

5 Responses to “Micros-Fidelio Mahal, Kok Laris?”

  1. Tani Indrawan Says:

    Kami memiliki produk untuk hospitality resto/cafe, namanya Resto 3.0, aplikasi kami sudah banyak dipakai di bbrp resto terkenal di bdg, jkt dan sby.
    harganya sangat terjangkau, hanya 7,5juta untuk harga jkt dan 6,5jt harga bandung dsk.
    Silakan kunjungi situs kami di: http://www.mitechdatamedia.com

  2. Cheppy W Rahman Says:

    Aku pingin belajar Micros-Fidelio system dimana ya?

    Jl. Raya Kediri 38
    Tuban – Kuta
    Bali 80361
    ph. 0361-755025
    hp. 081558710907 – 08882976148

  3. herry setiawan Says:

    aku lagi instal fidelio tapi aku lupa caranya mohon dikirim cara menginstal program ini karena saya tidak ingat lagi

  4. sonday Says:

    utk herry setiawan, no.hp berapa yg bisa dihub

  5. Edi Sujono Says:

    Siiip, emang ini informasi yg aku cari. Thank you

Leave a Reply